Home Technology and Tips Pangkas Emisi Karbon, Pengguna Android Diajak Hemat Baterai

Pangkas Emisi Karbon, Pengguna Android Diajak Hemat Baterai

676
0

Para pengguna smartphone Android di seluruh dunia, termasuk Indonesia, diajak untuk ikut berperan aktif mengurangi emisi karbon dunia dengan cara menghemat baterai ponsel melalui sebuah aplikasi.

Seperti diketahui, emisi gas buang atau biasa disebut emisi karbon memang dapat menyebabkan banyak dampak negatif bagi kehidupan manusia. Selain pencemaran lingkungan, emisi gas karbon juga bisa memengaruhi kesehatan manusia.

Namun, bukannya semakin berkurang, emisi gas buang di dunia belakangan ini semakin bertambah. Hal ini yang kemudian melatarbelakangi DU Group melalui DU Battery Saver untuk menggandeng WWF Global.

Mereka berkolaborasi menggelar kampanye pengurangan emisi karbon bertajuk CPLAN. Kampanye ini telah digelar di berbagai negara dunia dengan serangkaian kegiatan yang menarik, seperti di Brasil, Thailand, bahkan di Indonesia belum lama ini.

Product General Manager Baidu Indonesia, Lin Yi mengaku sangat senang dapat mengajak para pengguna DU Battery Saver di Indonesia untuk menghemat energi pada ponselnya, sekaligus bersama-sama mengurangi emisi karbon di dunia.

“Kampanye ini merupakan salah satu bentuk komitmen kami untuk bersama-sama menjadikan dunia yang lebih baik di masa depan,” ujarnya dalam keterangan tertulis yang dikutip¬†detikINET, Selasa (19/1/2016).

Di Indonesia, kampanye CPLAN telah dihadirkan Baidu pada acara Car Free Day. Dalam acara tersebut, DU Apps memberikan edukasi tentang bagaimana cara membantu mengurangi emisi karbon dunia.

Salah satu contohnya, kata Lin Yi, dengan menghemat baterai smartphone melalui aplikasi DU Battery Saver. Aplikasi khusus perangkat berbasis Android ini diklaim dapat memperpanjang daya baterai hingga 50% lebih lama.

Para peserta yang mengunduh aplikasi DU Battery Saver ke smartphone Android mereka pada hari itu dapat memberikan cap jari tangan untuk membentuk dan melengkapi gambar pohon yang disediakan di photo wall.

Pembubuhan satu cap jari tangan adalah tanda bahwa peserta sudah berpartisipasi mengurangi emisi karbon dunia. Selain itu, Baidu juga memperkenalkan teknologi Virtual Reality untuk menggambarkan situasi dan suasana alam liar.

Dengan begitu diharapkan para peserta mendapatkan pemahaman lebih baik lagi tentang lingkungan hidup dan habitatnya. Melalui program ini, DU Group berkomitmen mengurangi emisi karbon dunia dengan mendonasikan USD 25.000 atau sekitar Rp 340 juta melalui WWF Global.

Source : Detik.inet

Previous articleIni Petunjuk Siri Soal Peluncuran iPhone Nanti Malam
Next articlePunya Layar Bundar, Apple Watch 2 Mirip Gear S2

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.