8 Tips Foto dari Pesawat

8 Tips Foto dari Pesawat

519
0
SHARE

Terkadang, perjalanan menuju tempat liburan, memberikan kesenangan tersendiri selain lokasi yang kita tuju. Menyaksikan pemandangan dari atas.

Foto yang kita jepret dari dalam pesawat terbang melalui jendela memang tidak akan memenangkan lomba foto apapun, namun lebih berfungsi sebagai kenang-kenangan baik untuk keperluan sendiri maupun untuk diperlihatkan pada yang lain. Dan yang paling penting, bisa membantu mengurangi rasa jenuh dan gelisah saat terbang, menjelang take off maupun landing.

Ada beberapa tips yang bisa membantu kita menghasilkan foto yang lebih baik saat ingin memotret melalui jendela pesawat, silahkan:

1. Pilih tempat duduk strategis
Kalau ingin memotret dari jendela pesawat tentunya anda harus duduk di dekat jendela, dan usahakan pilih tempat duduk yang sedikit jauh dari sayap supaya pemandangan anda tidak terhalang. Tetapi kalau view harus terhalang sayap pesawat, jangan khawatir, ikutkan saja sekalian.

2. Sejajarkan dan dekatkan ujung lensa dengan kaca jendela pesawat
Kalau saat memotret ikan dalam aquarium (http://belfot.com/tips-foto-akuarium/) kita sebaiknya menempelkan lensa ke kaca, saat memotret dari jendela pesawat hal ini tidak berlaku. Ingat bahwa pesawat memiliki getaran dan akan membuat hasil foto menjadi kurang tajam. Posisikan ujung lensa agar se-sejajar mungkin dengan jendela, sedekat mungkin dengan permukaan kaca namun belum menempel.

3. Kurangi pantulan dari kaca jendela
Memotret melewati kaca jendela membuat kita harus mencoba mengurangi refleksi dari kaca agar foto lebih kontras dan tajam. Untuk meminimalisir pantulan, cobalah pasang lens hood dan dekatkan dengan jendela kaca. Kalaupun lens hood tidak tersedia, gunakan satu tangan untuk menutup sekeliling ujung depan lensa.

4. Jangan memakai filter CPL
Lepas filter CPL dari ujung lensa saat ingin memotret dari jendela pesawat, atau anda akan mendapatkan foto dengan pelangi palsu seperti ini saat nekad memasang CPL.

5. Gunakan manual fokus
Susah mengunci fokus menggunakan autofokus saat harus melewati 2 lapis jendela pesawat, lebih baik gunakan manual focus (http://belfot.com/manual-fokus/) atau set titik fokus ke infinity (http://belfot.com/cara-setting-fokus-infinity-lensa-dslr/).

6. Matikan Flash
Selain memperparah pantulan kaca, menggunakan flash bisa mengagetkan penumpang lain. Tapi penjelasan yang paling penting adalah karena sia-sia menerangi awan, gunung atau apapun yang jaraknya puluhan meter sampai kiloan meter hanya dengan flash mungil anda heheh.

7. Untuk memotret ke bawah, tunggu sampai pesawat menukik/miring
Pesawat akan dalam posisi miring menjelang landing atau sesaat setelah take off, jadi bersiaplah saat di momen seperti ini. Perlu diingat juga bahwa saat berada di ketinggian maksimalnya, seringkali kaca jendela peswat menjadi berembun atau malah tertempel es, jadi menabung fotolah di awal penerbangan.

8. Rekomendasi setting exposure
Meskipun pesawat jet memiliki getaran yang lebih lembut dan beberapa lensa dilengkapi dengan fitur IS/VR (http://belfot.com/image-stabilizer-vibration-reduction/), ada baiknya gunakan shutter speed yang lumayan cepat, mengikuti aturan focal length (http://belfot.com/tips-agar-foto-lebih-tajam/) atau paling aman gunakan speed diatas 1/250 dan makin cepat saat anda harus memotret tanah dibawah. Untuk aperture, cara aman adalah dengan mengeset di angka f/8, ISO tinggi (tapi jangan kelewatan juga) oke dipakai, mengingat kita tidak akan mencari foto dengan resolusi sempurna dari dalam jendela.

Selamat mencoba!

Source : Majalah DISCOVER BALIKPAPAN Edisi ke 28 April 2014

LEAVE A REPLY

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.