Manik-Manik, Anyaman, dan Batik Identitas Kerajinan Khas Balikpapan

Manik-Manik, Anyaman, dan Batik Identitas Kerajinan Khas Balikpapan

3253
0
SHARE

Suku Dayak di Kalimantan terbagi dalam sub-sub suku yang kurang lebih jumlahnya mencapai 405 sub (J. U. Lontaan, 1975). Banyak keragaman tradisi dan kerajinan yang menjadi keunikan tersendiri dari setiap suku.

Manik-manik adalah salah satu tradisi yang telah lama dikenal masyarakat Kalimantan, sejak abad ke-10 M. Jenis manik-manik yang ditemukan di situs arkeologi Kalimantan dan sekitarnya terbuat dari bahan tanah liat, kerang, tulang, batu dan kaca.

Namun saat ini manik-manik itu telah diganti dengan bahan sintetis yang bentuk dan warnanya lebih artistik dan beraneka ragam.

Manik-manik dianyam sehingga membentuk motif khas Dayak untuk dijadikan berbagai macam perhiasan dan menjadi pelengkap kerajinan lainnya seperti kerajinan anjat (anyaman tas), baju adat dan lain lain.

Salah satu identitas itu tercermin dalam produk UMKM khas Balikpapan, seperti Kerajinan Etnis Dayak yang terus berkembang mengikuti tren masa kini namun tetap menjaga ciri khasnya sebagai satu dari jutaan cinderamata karya budaya Indonesia.

Kantor Perwakilan Bank Indonesia Balikpapan turut mendorong dan memfasilitasi UMKM binaan penghasil produk khas Balikpapan itu.

Braids and Plaits SPECIAL IDENTITY OF CRAFTS BALIKPAPAN

Dayak in Kalimantan, divided into sub-sub-clan which approximately amounts to 405 sub (JU Lontaan, 1975). Obviously a lot of the diversity of traditions and crafts which is unique in each tribe.

One of it are these beads that have long been known to the public Kalimantan since at least the 10th century AD, the type of beads were found in Borneo and surrounding archaeological sites are made of clay, shells, bone, stone and glass.

But now the beads had been replaced by synthetic materials that shape and color more artistic and diverse. Beads were woven so as to form a distinctive motif of dayak which combined with a wide variety of jewelry and complements other crafts such as handicraft anjat (woven bags), traditional dresses and others.

One’s it identity is reflected in the typical MSME products of Balikpapan namely Processed Food and Crafts Ethnic Dayak that evolve following contemporary trends while maintaining his trademark as a souvenir of the millions of Indonesian cultural works.

Therefor The Branch Office of Bank Indonesia of Balikpapan encourage and facilitate MSME that builded in producing distinctive products of Balikpapan.

UMKM BI CONTACT: CP: 0812 717 99279

Batik Balikpapan

Cikal bakal Batik Balikpapan dimulai pada 1991. Ketika Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Koperasi (Disperindagkop) menggelar program pelatihan keterampilan, salah satunya membatik. Dua tahun kemudian, pada 1993, muncullah SHAHO.

Keberadaan SHAHO terus diperhitungkan hingga muncul beberapa perajin yang serius menciptakan batik dengan motif lokal.

Ada Rones Triyono dengan Batik Arnesta mulai tahun 2001, Emi Hasyimiah Alaydrus dengan Batik Ampiek pada 2004.

Lalu Batik Sulya, yang lahir dari generasi kedua perajin batik Maesan Bondowoso, dan kemudian muncul Batik Vi serta mereka yang dikaryakan dalam Rumah Kreatif Balikpapan (RKB) inisiasi Chevron.

Setelah itu, peran Pemerintah Kota Balikpapan dalam mendorong perkembangan batik begitu deras semenjak munculnya motif lokal. Selain menggelar pelatihan membatik, juga digelar pameran hasil karya perajin lokal, sampai melakukan promosi ke berbagai kota dan negara.

Wali Kota Balikpapan, Rizal Effendi juga telah mengeluarkan Surat Keputusan yang mewajibkan pegawai negeri sipil mengenakan batik setiap Kamis. Penggunaan batik di lingkungan pendidikan juga telah dilakukan lebih dulu. Selain melalui kebijakan ke dalam instansinya, pemerintah mendorong industri batik melalui kemudahan perijinan bagi investor yang akan membangun sentra-sentra perdagangan batik.

Dalam mengenalkan batik Balikpapan, istansi yang terlibat juga semakin banyak. Selain Disperindagkop dan Dekranasda, ada Dinas Pemuda, Olahraga, Kebudayaan dan Pariwisata, Badan Penanaman Modal dan Pelayanan Perizinan Terpadu, hingga Dinas Pendidikan. [*/bry]

Daftar Pengrajin Batik Motif Khas Balikpapan

Rumah Ampiek
Komplek Ruko Balikpapan Permai Blok L no. 16
08125809429

Rumah Kreatif Balikpapan
Jl. Wiluyo Puspoyudo No. 1
08125429180
081350628732

CV. Beruang Madu
Jl. Ruhui Rahayu RT. 101 No. 119
081346336688
081346387602

Batik Vi
Jl. Wiluyo Puspoyudo No. 8
082211444425

Batik Shaho
Jl. LKMD RT. 5 No. 45 Batu Ampar
081254215746
085229927171

CV. Citra Purnama Abadi (Arnesta Batik)
Komp. Perumahan Taman Sari Bukit Mutiara Blok BR 5 No 4 Kel. Damai | Jl. Mulawarman 1 No. 19 RT 29 (show room)
0811 5368 05
0821 5280 8080

Alam Saiqfa Art
Jl. Ruhui Rahayu / Komp. Bumi Rengganis 3A No 24 RT 101 Kel Gunung Bahagia
0821 5832 7767
0852 5530 4810
0812 5050 8857

MOTIF DAN CORAK BATIK KHAS BALIKPAPAN

Beruang Madu
Beruang Madu (Helarctos Malayanus) adalah Maskot Kota Balikpapan. Merupakan spesies beruang terkecil di dunia dan juga salah satu yang paling unik.

Mangrove
Hutan Mangrove disebut juga Hutan Bakau, adalah hutan yang tumbuh di air payau. Banyak ditemukan di Balikpapan dan Kalimantan Timur.

Kepiting
Balikpapan dikenal dengan aneka olahan kepitingnya. Selain itu, Balikpapan juga merupakan salah satu daerah penghasil kepiting bakau (scylla serrata) terbaik di Indonesia.

Kilang Minyak
Sumur minyak pertama dari Kilang Minyak ditemukan sebuah perusahaan minyak Matilda di Kota Balikpapan pada 10 Februari 1897. Sejak itu, kota ini dikenal sebagai Kota Minyak. Kilang Minyak juga menjadi salah satu ikon Balikpapan.

Karamunting
Tumbuhan Karamunting (Rhodomyrtus Tomentosa (Aiton) adalah tumbuhan liar di tempat yang mendapat sinar matahari cukup, seperti di lereng gunung, atau lapangan yang tak terlalu gersang. Dulu, tumbuhan ini banyak ditemukan di Balikpapan.

Ukiran Dayak
Dalam hal ukiran, banyak jenis ukiran masyarakat Dayak yang bisa dijumpai, baik itu pada Lamin (rumah adat suku Dayak), aksesoris yang dipakai pada saat upacara Adat Dayak, pakaian adat wanita dan pria, maupun ukiran yang dijadikan seni tato pada tubuh manusia.

Source : Majalah DISCOVER BALIKPAPAN Edisi ke 49 Desember 2015

LEAVE A REPLY