Teluk Balikpapan

Teluk Balikpapan

464
0
SHARE

Petualangan seru lainnya adalah menyusuri Teluk Balikpapan. Jika Anda punya waktu trip selama dua hari, menjelajah kawasan ini akan menjadi pengalaman yang sulit dilupakan. Teluk Balikpapan menawarkan petualangan komplit; menelusuri perairan, menjelajah hutan mangrove, meneropong ikan langka, hingga menjadi penguasa pulau tak berpenghuni. Untuk merasakan sensasi ini, kami rekomendasikan Anda menggunakan jasa pemandu wisata.

Petualangan seru ini bisa dimulai dari Pelabuhan Kampung Baru. Dengan menggunakan kapal bermesin tunggal yang banyak dijumpai di pelabuhan ini, kita bisa menuju ke alur Sungai Rico. Di sini, Pesut Mahakam menjadi objek utama yang bisa kita amati. Pesut Mahakam atau Orcaella brevirostris (latin) adalah hewan mamalia yang biasa disebut lumba-lumba air tawar. Binatang ini hanya ada di perairan Kalimantan. Jumlahnya terus menyusut dan kini mulai langka.

Setelah mengamati pesut, kita bisa melanjutkan perjalanan ke Jenebora, sebuah desa di Teluk Balikpapan untuk melihat produksi tambak kepiting, pembuatan terasi, serta produksi kerupuk. Sepanjang perjalanan, kita bisa menyaksikan kilang minyak Pertamina yang menjulang tinggi, serta pembangunan di pesisir yang cukup pesat.

Dari Jenebora, perjalanan dilanjutkan ke Pulau Kwangan. Di pulau ini, bintang laut adalah penghuni mayoritas. Sementara di pedalaman, binatang khas Kalimantan seperti bekantan, monyet, berbagai jenis burung adalah penghuni minoritas. Jutaan bintang laut terlihat menghampar di pantai. Tak perlu rahu untuk berinteraksi, karena hewan lunak ini tak berbahaya.

Jika cukup punya nyali, kita bisa masuk lebih dalam ke kawasan mangrove untuk menyaksikan dan mengenal hewan yang berada di lumpur seperti; kepiting, kelomang, ketuyung dan banyak lagi. Selesai di Pulau Kwangan, perjalanan berlanjut ke Pulau Pemaluan. Di sini, Anda bisa merasa sebagai penguasa karena pulau ini tak berpenghuni.

Pulau yang memiliki hutan mangrove primer ini kaya akan satwa khas Kalimantan, serta tiram dan terumbu karang. Setelah beristirahat sejenak, perjalanan selanjutnya adalah Gresik, sebuah daerah di Kabupaten Penajam Paser Utara. Di sini, sebuah pondok penelitian bisa dijadikan lokasi menginap. Kita bisa berkemah sambil menyalakan api unggun. Bagi yang suka memancing, membawa joran tak ada ruginya.

Sebelum tiba di Gresik, pada sore hari kita bisa menyaksikan bekantan di Kariangau, hingga menyaksikan sorot lampu di kilang Pertamina yang mulai dinyalakan. Yang sayang untuk dilewatkan adalah menyaksikan dari dekat kilang dari Kampung Baru.

Cara lain menikmati Teluk Balikpapan adalah berangkat dari Mangrove Center Graha Indah. Dari sini, kita mencoba peruntungan menyaksikan liukan Pesut Mahakam, atraksi Bekantan bergelantungan di pohon bakau atau memotret rombongan Monyet Kra tengah mencari makan.

Melintasi perairan Sungai Somber, kita bisa berbelok sejenak menelusuri daerah aliran sungai (DAS) Sei Wain. Sei, dalam bahasa Dayak berarti sungai. Untuk sampai di DAS Sei Wain, kami harus melintasi Teluk Balikpapan.

Teluk Balikpapan memiliki luas daerah aliran sungai 211.456 hektar dan perairan seluas 16.000 hektar. Tercatat juga ada 54 sub-DAS menginduk di wilayah ini, termasuk DAS Sei Wain yang sudah menjadi Hutan Lindung Sungai Wain.

Dari sini kita bisa menyaksikan keriuhan aktivitas di Pelabuhan Kampung Baru. Kapal-kapal penumpang semacam fery, kelotok, maupun kapal nelayan hilir mudik. Anda juga dapat melihat dari dekat para pekerja memperbaiki kapal.

Beberapa kali rombongan Monyet Kra terlihat mencari biji-bijian. Sesekali mereka turun ke sungai untuk mengambil minum. Monyet-monyet ini biasanya langsung bersembunyi begitu mendengar bunyi mesin kapal.

Beberapa ekor biawak yang mirip buaya juga menampakkan diri. Mereka suka muncul saat cuaca mulai panas. Binatang berdarah dingin memerlukan sinar matahari untuk menjaga temperatur tubuhnya. Burung Paok Delima berwarna merah di bagian punggung dan biru di bagian lainnya, mudah dijumpai. Jika beruntung, Anda juga bisa melihat Monyet Beruk, Babi Berjanggut, Binturung dan Lutung Dahi Putih maupun macan dahan.

LEAVE A REPLY