Hari yang Tepat Untuk “Menghijaukan” Diri

Hari yang Tepat Untuk “Menghijaukan” Diri

1536
0
SHARE

THE RIGHT DAY TO “GREEN UP” ONESELF

Maret dan April adalah bulan-bulan di mana kita punya momentum yang baik untuk back to nature. Pada 19 Maret, kemarin, pegiat komunitas Earth Hour di seluruh Indonesia termasuk Balikpapan, serentak menyuarakan aksi perlawanan dan upaya perbaikan pada perubahan iklim. Tanggal 21 Maret diperingati sebagai Hari Kehutanan Sedunia. Lalu 22 Maret sebagai Hari Air Internasional. April ini, setidaknya dua hal diperingati: 7 April Hari Kesehatan Sedunia dan 22 April Hari Bumi/Earth Day Internasional. Semuanya berkaitan dengan lingkungan.

March and April are the months when we can have a good momentum to get into the Back to Nature program. This past 19th March, the “Earth Hour” community in Indonesia, including the one in Balikpapan, simultaneously took a stand and came up with solutions against Climate Change. We celebrate the International Day of Forests on 21st March. We then have the World Water Day on 22nd March. This April we celebrate at least two important dates; on 7th April is World Health Day and on 22nd April is International Earth Day.

Definisi lingkungan adalah segala sesuatu di sekitar kita yang bisa memengaruhi kehidupan manusia. Pengertian lingkungan hidup adalah sebuah kesatuan ruang dengan segala benda dan makhluk hidup di dalamnya, termasuk manusia dan perilakunya yang memengaruhi keberlangsungan kehidupan.

The definition of the environment is everything around us that can affect the mankind. Whereas the living environment is defined as a unified space which include all objects and living creatures, especially mankind and its behaviour towards the sustainability of life.

Lingkungan hidup mencakup ekosistem, perilaku sosial, budaya — dan juga udara. Semua benda dan daya serta kondisi, di ruang di mana kita menempati kehidupan. Secara teoritis, ruang itu seperti tidak terbatas jumlahnya. Secara praktis, ruang tersebut dibatasi kebutuhan yang dapat ditentukan. Lingkungan hidup layaknya jasmani di alam ini.

The living environment includes the ecosystem, socio-cultural behavior and also the air that we breathe. All things such power, climate condition and the space that we occupy for living. In theory, that space is unlimited, in short infinite. Realistically, that space is limited within certain needs that can be regulated. The environment is just like the physical body within Mother Nature.

Begitu luasnya lingkup lingkungan, jika disederhanakan, faktor-faktor yang dapat dijangkau tak keluar dari lingkup alam, politik, ekonomi dan sosial; aktivitas sehari-hari yang paling jamak memengaruhi kita.

It’s such a vast living environment which can be simplified. The factors that can be obtained are within our natural environment, politics, socio-economic ones, and the plurality of the everyday life that affect us.

Para pakar dan negara, menyepakati definisi tersebut dalam Undang-Undang 32 tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup. Di situ, lingkungan hidup sederhananya dibingkai menjadi pengertian: kesatuan seluruh mahluk hidup — termasuk di dalamnya manusia dan kesejahteraannya, serta mahluk hidup lainnya.

All the experts and the government have agreed on such definition stated on Regulation 32 in the year 2009 regarding the Protection and Management of the Environment. There the living environment is simply framed in one place for all living creatures – including mankind and its welfare, also other living things.

Tentu kita sudah tahu semua itu. Tersirat bahwa lingkungan hiduplah yang memengaruhi mahluk hidup, termasuk manusia. Alamlah yang memberi kehidupan dan penghidupan, bagi kita semua.

We certainly know all about it. It is implied that the living environment is the one that affects all living creatures including mankind. It is Mother Nature that gives life and creates a living for all of us.

By: Harry F. Darmawan

PROGRAM berkelanjutan yang dicanangkan pemimpin kota ini dari waktu ke waktu bersifat implementatif. Berbagai kegiatan berkaitan soal lingkungan seperti penghijauan, revitalisasi terumbu karang, bersih pantai, dan penanaman mangrove, tak berhenti digalakkan melibatkan mitra dan stakeholder.

A continuous program that is planned by this city’s leader is being implemented from time to time. All sorts of environmental activities such as the greening process, coral reefs revitalisation, beach cleanup and mangrove tree planting is continuously carried out with partners and company stakeholders.

Salah satu warisan kebijakan yang baik adalah soal Tata Ruang Wilayah (RTRW) terpadu yang menetapkan 51% hijau (hutan lindung, hutan kota, ruang terbuka hijau dan kawasan lindung lainnya) dan 49% budi daya. Di era Walikota Imdaad Hamid, komitmennya adalah membebaskan Balikpapan dari kegiatan penambangan batubara dan menggaungkan upaya Clean, Green and Health (CGH) City dari tingkat kota sampai level RT. Semua prakarsa, setelah 10 tahun berlalu, terpampang dalam karya nyata: hal-hal yang berkaitan dengan lingkungan, juga turunannya, relatif tertata di Balikpapan.

One of the best policies is the Integrated Community Space (RT RW), a form of urban planning that states that there should be 51% green space (protected forest, city forest, green open space and other protected environmental areas). The former mayor Imdaad Hamid was committed to free up Balikpapan from coal mining activities and to abide by the Clean, Green and Health citywide program. It is all the way up from the city level trickle down to the RT (local community) level. After 10 years of efforts have been in place, one can find the real results; all the things related to the environment and its derivatives are well maintained within the city of Balikpapan.

“Kami ingin membangun kota jasa yang bersih, hijau, sehat, bebas dari penambangan batubara, serta terhindar dari berbagai bencana lingkungan,” ungkap Imdaad Hamid dalam satu perbincangan bersama Majalah Discover.

“We want to build an admirable city that is clean, green, healthy and free from coal mining. Also, protected against natural disasters,” says Imdaad Hamid during one of the conversations with Discover Magazine.

“Komitmen yang sudah baik tinggal saya lanjutkan. Yakni, pembangunan berkelanjutan dan pengelolaan lingkungan hidup yang diwujudkan dalam kebijakan, program dan kegiatan,” tambah Rizal Effendi, suksesor Imdaad saat itu dan kini melanjutkan dua periode kepemimpinannya sebagai Wali Kota Balikpapan.

“All I have to do is to continue the high commitment that has been in place. That is the continuous building and environmental management through policies, programs and activities,” adds Rizal Effendi. He is Imdaad’s successor and is serving his second term in the mayoral office of Balikpapan.

Baik Imdaad maupun Rizal, yang sama-sama dipercaya dua periode, memetik buah dari komitmen yang terjaga dan kepercayaan yang
ditanamkan pada warganya. Kepedulian lingkungan oleh pimpinan, didorong banyak pergerakan komunitas; Earth Hour (EH) Balikpapan adalah salah satunya. Maret kemarin, Earth Hour mengkampanyekan berbagai berbagai program berkaitan dengan efisiensi energi.

Both Imdaad and Rizal were chosen to serve for two terms, are reaping the benefits of a highly protected and committed environmental program implemented for all. Caring for the environment by the leaders is partly pushed by the environmental community. The Earth Hour (EH) Balikpapan is one of them. Last March, Earth Hour were campaigning all sorts of programs related to energy efficiency.

“Perubahan gaya hidup di banyak kota besar otomatis berpengaruh pada dampak lingkungan, seperti konsumsi yang lebih besar pada pemakaian energi. Kami hadir untuk menyuarakan penghematan dan cara hidup sehat,” ungkap Yoga Pratama, salah satu penggerak Earth Hour Balikpapan.

The change in the lifestyle of big cities automatically affects the environment. Such as the way we consume more energy. “We are here to remind everyone to save the resources and lead a healthy lifestyle,” says Yoga Pratama, one of the movers and shakers of Earth Hour in Balikpapan.

Konsistensi pergerakan komunitas ini sejak 2012 di Balikpapan menarik banyak relawan yang bergabung. Di waktu-waktu yang terjadwal, semua terlibat dalam kampanye aktif ke sekolah-sekolah dan perkantoran, hingga ruang publik untuk meyuarakan hal-hal berkaitan dengan lingkungan.

Since the year 2012, the persistence of this movement has attracted many volunteers to join. All members are involved in active campaigns in schools and offices, even public places to remind people of environmental issues and opportunities within scheduled periods.

Earth Hour (EH) adalah salah satu kampanye World Wildlife Fund (WWF) — organisasi konservasi terbesar di dunia, berupa inisiatif global yang mengajak individu, komunitas, praktisi bisnis, dan pemerintahan di jagat ini untuk turut serta mematikan lampu dan peralatan elektronik selama 1 jam, tiap hari Sabtu di minggu ke-3 bulan Maret setiap tahunnya.

Earth Hour (EH) is one of World Wildlife Fund (WWF) campaigns. It is one of the biggest conservationists in the world. It is a form of global initiative that invite individuals, communities, business ventures and governments all around the world to participate in turning off the lights and electronic devices for 1 hour on the 3rd Saturday in March of every year.

Earth Hour pertama kali dilakukan 31 Maret 2007, di Sydney, Australia, dengan tujuan mengurangi gas rumah kaca di kota itu. Keberhasilan kampanye itu kemudian diadopsi banyak pihak di seluruh dunia hingga mampu menyuarakan bahwa sebuah aksi individu yang sederhana dan dilakukan secara massal, bisa membuat kehidupan kita di Bumi menjadi lebih baik.

The first Earth Hour took place on 31st March 2007 in Sydney, Australia. Its purpose is to reduce greenhouse emission in that city. The success of that campaign was then adapted to many parts of the world. The campaign managed to show how the simple individual action when done by the masses can lead to a better life to all us on Earth.

Seberapa besar pengaruh Earth Hour? Sebagai ilustrasi, jika penduduk Balikpapan yang berjumlah 700 ribu orang ikut berpartisipasi mematikan 2 lampu saja di setiap rumahnya selama 1 jam, maka dapat memberi kontribusi penghematan listrik sebesar 300 MWh — setara dengan mematikan 1 pembangkit listrik dan menyalakan 900 desa!

How big is the impact of the Earth Hour? To illustrate, the city of Balikpapan has a population of 700 thousand individuals that participated in turning off 2 light bulbs in their homes for 1 hour. It can then contribute to a power saving of 300 MWH – the equivalent of turning off a power station and lighting up 900 villages.

Menghemat 267,3 ton CO2 dan menghemat lebih dari 267 pohon (1 pohon mampu menyerap 1 ton CO2 dalam 20 tahun masa hidupnya).
Persediaan O2 untuk lebih dari 534 orang (1 pohon mampu memberikan O2 bagi 2 orang dalam 20 tahun masa hidupnya). Terkait biaya, ilustrasinya, jika 300 MWh = 1.080.000 , berarti menghemat hingga 1.080.000 x Rp 200 = Rp 216.000.000.

That is saving 267.3 tons of CO2 and 267 trees (1 tree can absorb 1-ton of CO2 within its lifespan). The supply of O2 for more than 534 individuals (1tree can provide O2 to 2 people within its 20-year lifespan). To illustrate the cost, 300 MWH equals to 1,080,000 which means a total saving of 1,080,000 times 200 IDR equals to 216 million IDR.

Logo Earth Hour ‘60+’ menunjukkan 60 menit kampanye Earth Hour dengan fokus perhatian dampak yang dialami Bumi dan tindakan positif dalam menanggulangi masalah itu.

The Earth Hour logo “60+” signifies the 60-minute Earth Hour Campaign which focuses everyone’s attention on the effect that is experienced by mother Earth and the positive action against that problem.

Tanda ‘+’ menunjukkan bahwa kegiatan Earth Hour tidak berhenti sampai hanya 60 menit mematikan lampu, namun ditambah dengan
perubahan gaya hidup yang lebih ramah lingkungan.

The “+” sign indicates the Earth Hour movement does not just stop at the action of turning off the lights for 60 minutes. It goes beyond that, the change of lifestyle to a more environmentally friendly one.

Bergaya hidup hemat energi tentu tidak cukup hanya dengan berpartisipasi di kegiatan Earth Hour saja. Inilah kampanye di mana titik terpentingnya adalah kelangsungan sebuah kebiasaan masyarakat bergaya hidup ramah lingkungan setiap harinya. [*]

Leading an energy saving lifestyle goes beyond just participating in the Earth Hour activity. It is a campaign in which the most important part is the sustainability of the people’s habit of living an environmentally friendly lifestyle every day.

We are open volunteer !!! Buat SobatEH yang ingin berperan aktif dalam aksi kreatif pelestarian Lingkungan, yuk bergabung bersama kami, syaratnya :

1. Berdomisili di Kota Balikpapan
2. Berkomitmen dan Konsisten mengikuti setiap Aksi yang dilakukakan oleh volunteer EHBalikpapan.

Dengan cara :
1. Mengisi form online pendaftaran http://goo.gl/forms/YgBnnGv1TT
2. Konfirmasi pendaftaran di line official Earth hour Balikpapan ( @cru0608h )

Informasi Komunitas Earth Hour:
Web : http://www.wwf.or.id/earthhour.
Fanpage Facebook : Earth Hour Balikpapan,
http://www.facebook.com/EHBalikpapan.
Twitter : @EHBalikpapan
Instagram : @ehbalikpapan
14 CP : 0822 5148 1873

Isu tentang energi yang kerap disuarakan aktivis lingkungan tentu berkaitan dengan penghematan air. Melalui peringatan Hari Air Dunia, langkah penghematan air digaungkan oleh hampir seluruh populasi dunia.

HARI AIR DUNIA | WORLD WATER DAY

Hari Air Dunia digelar setiap 22 Maret, sebagai wadah untuk menyatukan fokus perhatian dunia kepada peran tersedianya air bersih dan mengupayakan tata kelola sumber daya air segar yang berkelanjutan. Tanggal 22 Maret dipilih sebagai satu hari dari satu tahun untuk merayakan ketersediaan air segar, sebagaimana direkomendasikan oleh Konferensi PBB tentang Lingkungan Hidup dan Pembangunan (UNCED). Peringatan Hari Air Dunia pertama kali diselenggarakan tanggal 22 Maret 1993 saat Sidang Umun PBB merestui program ini.

TEMA PADA PERINGATAN HARI AIR DUNIA

1994 : Peduli Sumber Daya Air adalah Tanggung Jawab Kita
1995 : Air dan Perempuan
1996 : Air untuk Kota-kota yang Haus
1997 : Air Dunia
1998 : Air Tanah; Sumber Daya yang Tidak Terlihat
1999 : Semua Orang Tinggal di Hilir
2000 : Air untuk Abad ke-21
2001 : Air untuk Kesehatan
2002 : Air untuk Pembangunan
2003 : Air untuk Masa Depan
2004 : Air dan Bencana Alam
2005 : Air untuk Kehidupan
2006 : Air dan Budaya
2007 : Kelangkaan Air
2008 : Tahun Internasional Sanitasi
2009 : Perairan Lintas Batas
2010 : Kualitas Air
2011 : Air untuk Perkotaan
2012 : Air dan Ketahanan Pangan
2013 : Tahun Kerjasama Air Internasional
2015 : Air untuk Kehidupan
2016 : Air dan Pekerjaan

Setiap tema memiliki maksud kampanye tersendiri. Tema tahun ini, “Water and Jobs” atau “Air dan Pekerjaan” menyuarakan hampir setengah dari pekerja di dunia (1,5 miliar orang) berhubungan dengan sektor yang terkait dengan air. Faktanya, jutaan pekerja tidak terpenuhi hak-haknya dengan baik.

Tema tersebut memfokuskan pada kualitas dan kuantitas air yang akan dapat mengubah kehidupan dan mata pencaharian pekerja, agar mampu mempengaruhi masyarakat dan perekonomian dunia di masa depan — mengingat pada 2050 nanti, populasi penduduk bumi diprediksi meningkat hingga 35%.

BAGAIMANA DI BALIKPAPAN?

Jamak diketahui bahwa Februari dan Maret kemarin adalah masa sulit air di Kota Minyak. Gaungnya sampai terdengar oleh Presiden Jokowi. Seperti diketahui, Balikpapan sampai kini masih mengandalkan air tadah hujan sebagai sumber air baku utama, di Waduk Manggar.

“Kami dihadapkan pada pilihan sulit dalam pemenuhan kebutuhan masyarakat yang terus meningkat,” jelas Dirut PDAM Balikpapan Haidir Effendi. Prinsip PDAM adalah mengelola sumber air baku, mengolah dan mendistribusikannya kepada masyarakat. Namun sebagai perusahaan, PDAM juga dituntut memberikan keuntungan pada Pemerintah Daerah. Keuntungan itu akan kembali lagi ke masyarakat dalam bentuk peningkatan fasilitas publik. Upaya yang dilakukan PDAM dan pemerintah kota adalah menemukan sumber-sumber air baru. Juga, menambah sebanyak mungkin daerah tangkapan air.

“Masyarakat dan para pelestari lingkungan, penjaga konservasi alam, adalah agen penggerak. Keterlibatan dalam sosialisasi bijak dalam menggunakan air adalah salah satu cara efektif mencegah kita dari bencana kekurangan air ke depan,” tutur Haidir.

HARI BUMI | EARTH DAY

Hari Bumi diperingati 22 April. Perayaan ini untuk meningkatkan kepedulian masyarakat atas masalah lingkungan. Pertama kali dirayakan pada 22 April 1970 di Amerika Serikat, jutaan orang, terutama murid sekolah dan mahasiswa, berkumpul dalam sebuah acara program edukasi lingkungan.

Hari Bumi makin populer bagi masyarakat dunia. Di perayaan ke-20 pada 1990, lebih dari 200 juta orang dari 141 negara turut berpartisipasi. Tahun 2000, saat perayaan Hari Bumi ke-30, peserta bertambah dari 183 negara di dunia. Hingga saat ini, Hari Bumi secara konsisten diikuti satu miliar orang dari 192 negara setiap tahunnya, termasuk di Indonesia.

Melakukan hal remeh berikut dapat menghemat energi:

AIR
Rata-rata penggunaan air di Indonesia 144 liter (8 galon / orang / hari) dan di kota 250 liter (13 galon/orang/hari). Beberapa langkah bijaksana menghemat air adalah menggunakan gelas saat menggosok gigi dan menggunakan ember saat mencuci mobil.

LISTRIK
Matikan alat listrik saat tidak digunakan. Pakailah lampu hemat energy yang ditandai dengan lpw (lower per watt). Semakin tinggi lpw, semakin efisien lampu itu. Gunakan AC dengan ruangan tertutup.

KOMPUTER
Monitor komputer/TV pilih jenis LCD/LED karena hanya memerlukan 40 watt. Jenis tabung memerlukan 120 watt.

KERTAS
Mengurangi penggunaan kertas bisa menyelamatkan hutan. Setiap hari sampah kertas dunia berasal dari 27.000 pohon/batang kayu.

Balikpapan sudah lama menekankan kewajiban bagi pasangan yang ingin menikah untuk menyerahkan pohon. Tahun ini, konsepnya lebih unik lagi. Setiap pasangan yang akan menikah pada 2016 diwajibkan menanam pohon di satu tempat yang dinamakan Taman Kebahagiaan. Badan Lingkungan Hidup (BLH) Balikpapan menginisiasi hal itu mengacu pada kewajiban warga kota dalam proses pengurusan administrasi akta nikah.

Dalam konsep Taman Kebahagiaan, setiap pasangan wajib menanam pohon yang dibawanya sendiri di lubang tanah yang telah disiapkan. Lokasi Taman Kebahagiaan itu ada di beberapa titik di ruang terbuka hijau.

“Kami sediakan lima titik lahan untuk ditanami. Bila nanti kurang, akan kami siapkan lagi,” sebut Kepala BLH Suryanto. Setiap menanam pohon di Taman Kebahagiaan, setiap pasangan diharuskan membeli bibit sendiri. Sementara BLH bertugas menyediakan lokasi dan perawatan taman.

MENGAPA PERLU MENANAM POHON?

Jawaban klasik tapi banyak terlupakan; karena pohon adalah pabrik oksigen bagi makhluk hidup, sekaligus penyerap polusi udara, penyerap gas CO2 dan keberadaan pohon mengurangi pemanasan global. Akarnya berfungsi menyerap air hujan, pepohonan
rindang dapat berfungsi sebagai AC alami. Andaikan 1 jiwa menanam 1 pohon atau setidaknya 1 kepala keluarga menanam 1
pohon, ini akan sangat berarti membantu beban bumi dalam menghidupi dan menyangga kehidupan umat manusia.

HARI LINGKUNGAN HIDUP SEDUNIA | WORLD ENVIRONMENT DAY

Masih berkaitan dengan lingkungan, meski bukan jatuh di bulan Maret dan April, sejak tahun 2000, Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menetapkan 5 Juni sebagai Hari Lingkungan Hidup Sedunia (World Environment Day). Hari bagi penduduk Bumi untuk meneguhkan kembali arti penting lingkungan hidup dalam kehidupan sehari-hari.

Tahun 2012 WED mengambil tema Green Economy: Does it Include You? — yang mengadvokasi pentingnya pelaksanaan ekonomi hijau oleh semua pihak sesuai dengan kapasitasnya sebagai negara, perusahaan, dan individu. Ekonomi hijau adalah tujuan dari pembangunan yang mengutamakan peningkatan standar hidup manusia, keadilan sosial, sembari menekan perusahaan lingkungan serta kelangkaan sumber daya alam.

Ekonomi hijau terbukti bukan melemahkan pertumbuhan ekonomi sebuah bangsa, pendekatan ini justru membuka lapangan kerja baru yang memperkuat sektor rendah karbon seperti pembuatan sel matahari dan pengelolaan sampah.

Salah satu langkah dalam pengelolaan sampah adalah dengan mendaur ulang. Ada beberapa jenis sampah yang bisa didaur ulang, terutama plastik. Plastik adalah salah satu jenis sampah yang sangat sulit terurai, sehingga harus didaur ulang agar tidak menumpuk sehingga mencemari lingkungan.

Di Balikpapan, timbunan sampah menyentuh 500 ton/hari dan cenderung naik dari tahun ke tahun. Hasil limbah itu juga menuntut biaya pengelolaan yang tinggi hingga lebih dari 50 miliar setahun. Inilah yang mendorong pemerintah sejak beberapa tahun lalu membuat lautan sampah itu menjadi berkah dengan mengubahnya menjadi gas metan untuk pembangkit listrik di sekitar Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Manggar.

Pelatihan dan sosialisasi digencarkan. Di sejumlah kelurahan dan RT, muncul banyak Bank Sampah yang organisasinya berjalan produktif. Sampah organik diolah menjadi pupuk kompos. Sampah anorganik didaur ulang menjadi kertas, karton, kemasan sampai cinderamata. Puluhan keberadaan Bank Sampah itu terus berjalan dan bahkan ditargetkan bisa menyentuh 1.000 Bank Sampah.

PLASTIK BERLABEL 100% DEGRADABLE

Sebagian besar orang menganggap bahwa plastik berlabel 100% degradable bersifat “organis” sehingga tidak mencemari lingkungan. Padahal, perbedaan plastik berlabel 100% degradable dan kantong kresek biasa hanyalah kemampuan ‘memecah diri’ saat terkena panas atau cahaya.

Plastik berlabel 100% degradable tetap sangat sulit terurai secara alami karena sebagian besar komponen penyusunnya adalah minyak bumi. Jadi, sebenarnya yang dimaksud dengan degradable adalah “dapat terpecah dengan mudah”, bukan “mudah terurai dengan alami”. Kecuali jika tertera tulisan “100% BIODEGRADABLE” — artinya benar-benar dapat terurai secara alami dan cepat.

Biasanya, plastik dengan sifat ini disebut “bioplastik”. Plastik yang sudah didaur ulang akan menghasilkan produk yang dapat digunakan oleh manusia. Pada setiap produk yang dihasilkan, akan terdapat kode yang berbeda.

MENGENAL KODE DAUR ULANG (RECYCLE) PLASTIK

Setiap jenis plastik memerlukan proses yang berbeda untuk dapat didaur ulang atau di-recycle menjadi bahan baku plastik kembali. Plastik yang telah didaur ulang dapat digunakan untuk memproduksi aneka produk berbahan plastik. Ada plastik yang mudah untuk didaur ulang, ada pula yang sulit didaur ulang.

Kode simbol recycle (panah segitiga) yang dilengkapi dengan angka dan terdapat dalam produk plastik seperti botol air mineral, menunjukkan tingkat kemudahan bahan plastik itu untuk didaur ulang. Kode nomor recycle mulai dari angka 1 sampai dengan 7.

Nomor kode daur ulang yang kita kenal selama ini adalah hasil rancangan The Society of the Plastic Industry (SPI) pada tahun 1988. Tujuannya, mempermudah konsumen serta industri daur ulang membedakan jenis-jenis plastik. Kode ini juga diharapkan dapat membantu tugas industri daur ulang menjadi lebih efektif.

LABEL NOMOR 1 POLYETHYLENE TEREPHTHALATE (PET/PETE)
Menunjukkan plastik yang paling mudah dan umum untuk didaur ulang. Contohnya botol bekas kemasan air mineral, minuman bersoda, kemasan obat-obatan, dan bekas kemasan produk konsumen lain. PETE yang telah didaur ulang kemudian dibuat menjadi jas hujan, sleeping bag, jaket, karung plastik, tali, bumper mobil, sisir, pita kaset, furniture, dan lain-lain.

Botol jenis PET atau PETE ini direkomendasikan HANYA SEKALI PAKAI. Mengapa? Jika terlalu sering dipakai, apalagi digunakan untuk menyimpan air hangat atau panas, akan mengakibatkan lapisan polimer pada botol itu meleleh dan mengeluarkan zat karsinogenik (dapat menyebabkan penyakit kanker).

Salah satu contoh hasil dari daur ulang plastik dengan label bernomor 1 ini adalah jersey sepak bola. Saat Euro 2012, Belanda dan Prancis memperkenalkan kostum yang dibuat oleh Nike dari botol plastik jenis PET. Kostum ini sangat istimewa karena dibuat dari 100% bahan polyester daur ulang. Untuk serat bahan kostum ini menggunakan sekitar 96% polyester daur ulang. Nike memerlukan minimal 13 botol plastik PET daur ulang untuk satu kostum.

LABEL NOMOR 2 HIGH DENSITY POLYETHYLENE (HDPE)
Digunakan untuk botol detergen, botol susu, botol shampoo, dan botol minyak pelumas motor. Biasanya didaur ulang menjadi mainan, pipa, dan tali.

LABEL NOMOR 3 adalah POLYVINYL CHLORIDE (PVC)
Digunakan untuk pembuatan pipa PVC, gorden kamar mandi, selang untuk medis, dan dasbor vinil.

LABEL NOMOR 4 LOW DENSITY POLYETHYLENE (LDPE)
Digunakan untuk pembuatan kantong plastik.

LABEL NOMOR 5 POLYPROPYLENE (PP)
Digunakan pada Tupperware, air mineral gelas, dan lain-lain.

LABEL NOMOR 6 POLYSTYRENE (Styrofoam)
Digunakan sebagai wadah makanan atau minuman sekali pakai, tempat daging di supermarket, dan bahan insulasi. Styrofoam dapat didaur ulang dan dijadikan aneka barang, termasuk pita kaset dan bahan insulasi busa. Akan tetapi, jika dibiarkan di alam bebas, plastik ini sangat sulit untuk terurai.

LABEL NOMOR 7
Adalah plastik yang paling sulit untuk didaur ulang. Plastik semacam ini dibuat dari kombinasi bahan-bahan plastik dari kelompok berlabel 1-6 atau bahan plastik yang diformulasikan secara khusus.

Selain plastik, bahan baku lain dari sampah yang bisa didaur ulang ialah kemasan aseptik.

DAUR ULANG KEMASAN ASEPTIK

Kemasan aseptik atau Tetra Pack adalah kotak minuman yang biasa digunakan untuk minuman jus, susu, dan teh. Kemasan aseptik merupakan hasil inovasi teknologi.

Kotak ini terdiri atas lapisan kertas atau karton (80%), alumunium (5%), dan plastik polietilen (15%) yang anti bocor dan dapat melindungi isi kemasan dari ancaman bakteri.

Menggunakan alumunium karena harga lebih murah dibandingkan logam atau bahan kedap udara lainnya, serta ringan dan tidak mudah korosi.

Sayangnya, penanganan sampah kemasan aseptik masih banyak kurang tepat, khususnya pada skala rumah tangga. Biasanya, sampah kemasan aseptik dibakar bersama sampah organik lainnya. Ketika dibakar, kertas karton dan polietilen akan habis terbakar, tetapi logam alumunium tidak ikut terbakar dan terkubur dalam tanah.

Logam alumunium dalam tanah dapat mengakibatkan pencemaran tanah. Hasil dari pembakaran kertas karton dan polietilen pun
akan berdampak pada pencemaran udara karena pembakaran itu menghasilkan senyawa polutan yang dapat membahayakan lingkungan. Kemungkinan lain adalah adanya pelarut yang dapat melarutkan logam alumunium sisa pembakaran akan membawa sisa logam itu ke perairan dan menyebabkan pencemaran air.

Finally, langkah paling bijak menyelamatkan bumi adalah mengubah perilaku, paradigma, dan membangun kesadaran dengan melakukan tindakan aktif di lingkungan seputar kita. [**]

LANGKAH BERHEMAT AIR

1. Isilah bak cuci dengan air untuk membilas saat kita mencuci piring dengan tangan atau mencuci tangan. Jangan biarkan air terkucur saat membilas.

2. Cucilah piring dan pakaian berdasar kapasitas maksimal agar penggunaan air lebih hemat. Kita dapat menghemat 1.000 galon air sebulan.

3. Siramlah tanaman pada pagi hari saat suhu masih sejuk, untuk mengurangi penguapan.

4. Gunakan lapisan jerami atau mulsa (bahan organik) sekitar tanaman untuk mengurangi penguapan. Itu bisa menghemat ratusan galon air per tahun.

5. Gunakan sapu daripada menyemprot air untuk membersihkan jalan mobil atau tempat pejalan kaki. Itu menghemat lebih dari 80 galon setiap waktu.

6. Kumpulkan air yang terpakai untuk membilas. Gunakan lagi untuk menyiram tanaman di rumah.

7. Cegah dan perbaiki kebocoran keran, juga selang-selang karet dalam rumah dan luar rumah. Perbaikan kebocoran dapat menghemat 500 galon air per bulan.

8. Beri batasan waktu saat mandi menggunakan pancuran (shower), kurang dari 5 menit. Kita bisa menghemat air lebih dari 1.000 galon per bulan. Mandi dengan pancuran selama 5 menit sama dengan menggunakan 30 gayung atau air bersih sebanyak 30 liter.

9. Tutup keran air saat kita menyikat gigi. Keran yang dibiarkan mengalir selama dua menit ketika kita menyikat gigi, setara dengan menyia-nyiakan 33 liter air sehari. Cara lain, kita dapat menggunakan gelas atau gayung. Tutup keran air saat bercukur dan keramas agar kita dapat menghemat air lebih dari 150 galon per minggu.

10. Penggunaan one touch tap pada keran untuk menghemat penggunaan air keran hingga 85%.

11. Hindari membuang air minum yang tersisa di gelas atau botol. Jika sisa, gunakan untuk menyiram tanaman, mencuci tangan, dan lain-lain.

12. Mencuci mobil dengan selang memerlukan air bersih sebanyak 300 liter. Jika menggunakan ember dan lap, yang diperlukan hanya 75 liter dan pencucian lebih efektif.

13. Pasang drum untuk menampung air hujan. Drum dapat dilengkapi dengan keran eksternal untuk memudahkan penggunaan air hujan. Air dapat dimanfaatkan untuk menyiram tanaman, mencuci kendaraan, dan lain-lain.

14. Pilihlah satu gelas untuk tempat minum kita setiap hari. Hal ini akan mengurangi penggunaan mesin pencuci piring kita.

15. Jangan menggunakan air keran untuk mencairkan makanan beku. Rendamlah tempat nasi setelah dipakai daripada mengucurkan air untuk membersihkannya dari kerak.

16. Manfaatkan tempat pencucian mobil komersial yang mendaur ulang air.

17. Pastikan tutup kloset duduk dalam keadaan tertutup setelah disiram.

18. Letakkan pancuran air atau saluran pembuangan air ke arah semak-semak atau pohon-pohon.

19. Jika tidak mengganggu, biarkan cabang-cabang rendah pada pepohonan dan semak-semak, serta biarkan sampah dedaunan menumpuk di tanah agar tanah tetap sejuk dan mengurangi penguapan.

20. Mandikan binatang peliharaan kita di luar rumah, di area yang memerlukan air.

21. Pilihlah alat-alat pengumpul air yang baru seperti mesin cuci yang dapat menghemat lebih dari 20 galon setiap kali pemakaian.

22. Angin-anginkan halaman rumput kita. Lubangi halaman rumput kita kira-kira sedalam 15,24 cm sehingga air dapat
meresap ke akar daripada mengalir ke permukaan.

23. Menanamlah pada musim hujan karena kurang memerlukan air.

24. Kurangi penggunaan detergen untuk mencuci baju karena detergen salah satu penyebab terbesar polusi air.

25. Sedapat mungkin gunakan air berlangganan dari Perusahaan Air Minum (PDAM) — jika tersedia — daripada menggunakan mesin pompa air. Penyedotan air tanah dapat menyebabkan cadangan air tanah terus berkurang dan menyebabkan wilayah yang kesulitan air bersih terus bertambah.

Source : Majalah DISCOVER BALIKPAPAN Edisi ke 52 April 2016

LEAVE A REPLY

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.