Home Entertainment Mengenal Jenis Rem Kendaraan Serta Cara Kerjanya

Mengenal Jenis Rem Kendaraan Serta Cara Kerjanya

517
0

Apatah arti sebuah kendaraan tanpa rem. Kecelakaan akan menjadi sebuah keniscayaan.

Oleh karena itu, para pemilik kendaraan sudah semestinya mengenal dengan baik bagian dari kendaraan yang satu ini. Dengan mengenalnya, pengendara bisa memahami karakter dari rem yang terpasang pada kendaraannya.

Rem juga merupakan salah satu komponen yang terus-menerus dikembangkan oleh para pemilik kendaraan. Alasannya jelas. Tanpa rem yang baik, pengembangan mesin yang dilakukan bakal menjadi percuma.

Saat ini, pada dasarnya, ada tiga jenis rem yang populer dan biasa digunakan pada kendaraan-kendaraan konvensional.

Rem Tromol

Disarikan dari laman resmi Toyota, rem jenis ini digunakan pada kendaraan lawas, seperti mobil dan motor klasik. Namun seiring berjalannya waktu, rem jenis ini dikembangkan dengan sistem hidrolik yang digerakkan melalui tekanan pelumas.

Cara kerja rem tromol mengacu pada gesekan antara kampas rem yang menempel pada sepatu rem (brake pads) dengan tromol (drum brake) yang ikut berputar karena pergerakan kampas rem. Kelebihan rem tromol adalah mampu bekerja optimal walau kendaraan mengangkut beban yang berat.

Kampas rem pada sistem pengereman tromol
Kampas rem pada sistem pengereman tromol

Rem Angin

Rem ini sebenarnya adalah rem tromol dengan bantuan hidrolik yang digerakkan dengan tekanan angin, hingga populer disebut rem angin. Rem ini biasanya digunakan untuk kendaraan-kendaraan berat, seperti truk dan bus.

Dijabarkan Otomotifnet, saat ini pengembangan rem angin sudah sedemikian canggih, sehingga rem jenis ini hampir tak mungkin lagi blong.

Rem dengan menggunakan tekanan angin sebagai penggerak hidrolik
Rem dengan menggunakan tekanan angin sebagai penggerak hidrolik

Rem Cakram

Ini merupakan jenis rem yang paling populer untuk kendaraan era modern, baik mobil maupun motor. Pada prinsipnya, rem ini dibagi atas tiga komponen, yakni disc (cakram), kaliper, dan kampas rem. Namun penjabaran umum secara gamblang, dapat Anda baca pada laman Firestonecompleteautocare.com.

Cara kerjanya pun sederhana, seperti dijelaskan auto.howstuffwors.com, rem ini bekerja optimal dengan koordinasi pergerakan kampas rem dan kaliper yang digerakkan dengan tekanan pelumas (oli).

Saat tuas rem di tarik pada motor, atau ditekan pada mobil, maka tekanan oli akan menggerakkan kaliper untuk mendesak kampas rem menjepit cakram yang berputar.

Laman Evilution.co.uk menjabarkan bahwa rem cakram sendiri terbagi lagi menjadi 4 bagian, yakni cakram normal (polos), cakram drilled (berlubang), cakram grooved (beralur), dan cakram dimpled (berlesung).

Cakram normal memiliki permukaan rata laiknya piringan polos. Rem yang menggunakan cakram jenis ini diklaim lebih pakem. Kelemahannya, cakram menjadi cepat panas saat bergesekan dengan kampas karena tidak ada saluran udara pada cakram.

Pada cakram berlubang, jenis yang paling sering dijumpai pada beragam kendaraan bermotor saat ini, panas yang terjadi bisa dibuang melalui lubang-lubang yang terdapat pada bodinya. Oleh karena itu cakram jenis ini tidak akan lama menahan panas sehingga penggunaannya lebih stabil dibandingkan cakram biasa.

Rem jenis cakram yang paling populer
Rem jenis cakram yang paling populer

Tak berbeda dengan cakram berlubang, piringan cakram jenis alur mampu mengusir debu dan kotoran pada kampas rem, selain juga melepas panas berlebih ketika cakram bergesekan dengan kampas rem.

Yang terakhir adalah cakram dengan model lesung yang berfungsi hampir sama dengan cakram jenis alur. Pada beberapa kendaraan, dapat pula ditemui piringan cakram dengan kombinasi empat model seperti yang di jabarkan di atas. Misalnya kombinasi antara piringan cakram berlubang dan beralur.

Teknologi ABS pun kini populer diterapkan pada motor
Teknologi ABS pun kini populer diterapkan pada motor

Sebagai catatan, pengembangan dan riset untuk mengoptimalkan kerja piringan cakram terus dilakukan para jenama kendaraan sejak 1962 hingga era milennial ini. Seperti yang dijelaskan detikSport, berbagai bentuk, fungsi, serta teknologi terus dikembangkan guna mengoptimalkan kinerja pengereman yang menggunakan piringan cakram. Salah satunya adalah teknologi Anti-lock Brake System (ABS) yang kini semakin banyak diadaptasi oleh hampir semua jenis kendaraan beroda.

Source : Beritagar.id

Previous articlePendidikan, Ijazah dan Cita-Cita
Next articleAlasan Makanan di Pesawat Cenderung Kurang Enak

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.