Monumen Perjuangan Rakyat (Monpera)

Monumen Perjuangan Rakyat (Monpera)

1263
0
SHARE

Kota Balikpapan tak bisa dilepaskan dari sejarah panjang perjuangan merebut kemerdekaan dari imperialis. Bahkan, kota ini telah mencetak sejarah, jauh sebelum Republik Indonesia berdiri. Kita bisa menelusuri jejak kebesaran Balikpapan pada abad ke delapan belas, ketika sumur minyak Mathilda ditemukan.

Tiga patung pejuang dengan senjata berbeda; mandau, talawang (perisai Dayak), bambu runcing dan senapan, tampak mengibarkan bendera yang sudah koyak. Patung inilah yang menjadi ikon Monumen Perjuangan Rakyat (Monpera) Balikpapan. Tiga patung pejuang itu menggambarkan bersatunya masyarakat dari berbagai latar belakang untuk melawan imperialis.

Monpera dibangun untuk mengenang dua kejadian bersejarah di Balikpapan. Peristiwa pertama adalah penghadangan masyarakat Balikpapan atas kedatangan pasukan Belanda yang tiba di pantai Klandasan Ilir. Pertempuran itu memakan banyak korban jiwa dari kedua pihak.

Peristiwa kedua adalah penyerbuan tentara Jepang terhadap serdadu Belanda untuk memperebutkan sumur Mathilda sekitar tahun 1942. Serangan itu menewaskan kurang lebih 80 serdadu Belanda serta seorang petingginya. Belanda akhirnya menyingkir ke Samarinda setelah terlebih dulu menghancurkan kilang yang dibangunnya.

Tingginya nilai historis pada peristiwa itu menjadi pangkal peresmian Monpera oleh Gubernur Kalimantan Timur ke tujuh, Soewandi pada 1983.

Selain dapat mengetahui sejarah Kota Balikapan di kawasan ini, Monpera saat ini menjadi ajang berkumpul bagi para seniman, komunitas lingkungan dan pegiat buku. Anda bisa bergavung dengan komunitas fotografi pada sore, akhir pekan.

Monpera
Jl Jend Sudirman
pariwisata.balikpapan.go.id

LEAVE A REPLY