Home Lifestyle Apa Makna Baju Lebaran Sebenarnya?

Apa Makna Baju Lebaran Sebenarnya?

2238
0

Setelah selama sebulan penuh berpuasa, menahan godaan ini itu dan melalui berbagai godaan diskon, tentu pantas rasanya menyebut Idul Fitri sebagai hari kemenangan. Ibaratnya, seperti selesai melalui ujian.

Di hari kemenangan itu, kamu pasti ingin berpenampilan menarik, entah karena memang merasa diri sudah ter-upgrade, atau karena sekedar malu kalau memakai baju jelek di depan saudara-saudara jauh yang jarang ketemu. Makanya, penampilan jadi hal utama dan pakaian sering jadi patokannya.

Maka muncullah istilah baju Lebaran.

Asal Muasal Baju Lebaran

Ternyata, tradisi memakai baju Lebaran sendiri sudah ada sejak tahun 1596. Dalam buku Sejarah Nasional Indonesia yang ditulis oleh Marwati Djoened Poesponegoro dan Nugroho Notosusanto, mayoritas penduduk di bawah kerajaan Banten sudah melakukan tradisi menyiapkan baju baru. Tapi tentu bukan membelinya (karena masalah ekonomi), melainkan menjahitnya. Petani pun sampai jadi penjahit dadakan, saking banyaknya permintaan.

Dalam sebuah dalil Islam juga disebutkan kalau saat Hari Raya itu sebaiknya menggunakan pakaian terbaik yang kita punya. Maksudnya adalah pakaian yang paling bersih, paling bagus (tidak robek) dan paling wangi. Tidak pernah disebutkan harus baru beli. Tapi ya, tau sendiri lah orang sini, Lebaran dijadikan momen untuk membeli baju baru.

Jadi, baju Lebaran itu apa?

Apakah baju yang dibeli pakai uang THR?

Tentu ini ada benarnya juga. Soalnya memang ada aturannya juga kan yaitu di Peraturan Menteri Ketenagakerjaan No. 6/2016 tentang Tunjangan Hari Raya (THR) Keagamaan Bagi Pekerja/Buruh di Perusahaan, kalau karyawan berhak mendapatkan THR. Pekerja dengan masa kerja minimal satu bulan sekarang juga berhak mendapatkan THR yang besarannya dihitung secara proporsional sesuai dengan masa kerja.

Dan dengan uang THR itulah baju Lebaran dibeli. Jadi, pernyataan kalau baju Lebaran itu baju yang dibeli menggunakan uang THR, ya emang iya.

Bukannya baju Lebaran itu baju yang dipakai saat hari Lebaran?

Tidak salah juga sih, karena kan baju yang dibeli dengan uang THR itu memang untuk dipakai di hari Lebaran. Ya buat apa dong beli baju baru tapi cuma dipakai setelah mandi sebelum tidur dan hanya di dalam rumah? Secara naluriah, manusia itu memang ingin sombong, ingin merasa lebih dari yang lain. Naluri ini jadi baik intensinya kalau untuk hal yang baik pula.

Tapi, apakah baju Lebaran itu harus selalu baju muslim?

Saat Googling dengan keyword “baju baru lebaran”, yang keluar gambar seperti ini:

Semuanya berhijab dan bajunya menutup aurat, memang sih itu kebanyakan adalah akun olshop. Tapi, orang jualan juga kan mengikuti pasar, berarti permintaan pelanggan juga banyaknya adalah baju muslim seperti ini. Sudah sengat identik juga Lebaran dan baju muslim itu. Ada yang dari awal solat Ied sudah pakai baju muslim, ada yang seharian pakai baju muslim, dan ada juga yang hanya saat berkeliling ke tetangga saja dan sisanya pakai baju kaos biasa.

Sebenarnya sah-sah saja, kan namanya juga menyesuaikan dengan occasion. Tentu cocok dong. Kan hari raya keagamaan, ya disesuaikan dengan aturan agamanya. Jadi intinya, pakai baju muslim boleh, tidak pun juga tak apa-apa.

Bukannya selama ini orang-orang mengikuti apa saja yang dipakai artis?

Kamu masih ingat dengan kaftan dan abayya Syahrini?

Waktu Syahrini sedang naik daun beberapa tahun lalu, apa saja yang dia kenakan, diucapkan, semuanya jadi trend, termasuk kaftan dan abayya itu.

Mulai dari kios kecil di mall sampai pasar tradisional menjual kaftan dan abayya dengan embel-embel Syahrini. Begitu juga dengan trend pakaian yang dipakai artis lainnya. Mungkin, karena ingin terlihat paling update makanya mengikuti artis.

Tapi kadang, tidak selalu harus yang hits kok, yang penting baju yang sopan dan sesuai dengan aturan Islam kan. Misalnya, tidak ketat, tidak menjiplak bentuk badan, menutup aurat dan lain-lain.

Jadi kalau Lebaran pakai baju yang kelebaran seperti ini mungkin memenuhi syarat ya:

Atau baju yang literally tulisannya Lebaran seperti ini:

Bebas saja, toh sesungguhnya dari awal juga kalau Lebaran tidak diharuskan untuk membeli baju baru. Yang penting, cari yang ukurannya pas, karena biasanya setelah Lebaran badan menjadi “lebaran” juga karena kalap makan di saat sahur dan berbuka.

Dan yang paling penting lagi, hatinya. Katanya sih, kalau Lebaran itu yang penting hatinya yang baru, bukan bajunya.

Kamu sendiri sudah berpikiran ingin pakai baju apa saat Lebaran nanti? Mau beli atau mau pakai yang sudah ada di lemari saja?

Source : malesbanget.com

Previous articleCurhat di Sosial Media Bisa Dapat Puluhan Juta Rupiah!
Next articleApa Definisi Membaca di Era Serba Digital Saat Ini?

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.