Polisi Muda Ikut Mengantar Akun Polda Teraktif di Indonesia | @PoldaKaltim

Polisi Muda Ikut Mengantar Akun Polda Teraktif di Indonesia | @PoldaKaltim

866
0
SHARE

Apa saja nama akun social media Polda Kaltim? Bagaimana awal berdirinya dan visi-misinya?

Ada 4 akun social media Polda Kaltim, Twitter @Poldakaltim, Facebook Fanpage: Polda Kalimantan Timur, Instagram: @poldakaltim, dan Official LINE Polda Kaltim.

Twitter dibuat pertama kali, lalu Fanpage Facebook, Instagram dan terbaru Official LINE. Akun-akun itu kami buat untuk memberikan informasi pada masyarakat dalam rangka peningkatan pelayanan dan informasi publik.

BRIEFING : Kapolda Kaltim berdiskusi dengan Kabid Humas bersama tim socmed Polda Kaltim.
BRIEFING : Kapolda Kaltim berdiskusi dengan Kabid Humas bersama tim socmed Polda Kaltim.

Siapa pendirinya? Berapa adminnya dan bagaimana tugasnya?

Akun kami berdiri atas nama Polda Kaltim. Penanggung jawabnya adalah Kabid Humas Kombes Pol. Drs. Fajar Setiawan, SH, MA. Admin kami berjumlah 5 orang yang diketuai Brigadir Ibrahim, dan 4 anggota lain Brigadir Davis, Briptu Rizki, Bripda Sinar dan Bripda Riska.

Kami mengelola akun sesuai dengan SOP yang dibangun. Pengelolaan dibagi menjadi beberapa tim, diisi 2 orang untuk 2 akun social media berbeda. Untuk menanggapi pertanyaan atau kritik dan saran, kami mendata dulu, lalu meneruskan melalui surat resmi kepada fungsi/bidang/divisi yang terkait.

Dalam sistem kepolisian, ada beberapa fungsi/bidang/divisi. Yang paling sering ditanya publik adalah fungsi operasional, seperti Reserse dan Kriminal (Reskrim), Lalu Lintas dan Intelkam (Intelijen dan Keamanan). Kadang beberapa pertanyaan agak lambat karena kami menunggu fungsi terkait menjawab pertanyaan, baru kami teruskan.

HUMANIS : Tim polisi muda Bid Humas Polda Kaltim, murah senyum dan bersahabat.
HUMANIS : Tim polisi muda Bid Humas Polda Kaltim, murah senyum dan bersahabat.

Bagaimana suka dukanya dalam mengelola akun? Apa pencapaian paling mengesankan?

Suka dan duka banyak sekali. Sukanya, kami senang bisa memberikan informasi bermanfaat pada masyarakat. Itu memudahkan mereka yang tidak sempat menanyakan secara langsung, Bagi kami, ada kepuasan dan kebanggaan tersendiri bisa menjadi bagian dalam tim pengelola akun instansi yang ruang lingkupnya daerah/provinsi, apalagi atas nama kepolisian.

Dukanya, di awal-awal, kami merasa perhatian pimpinan pada pengelolaan akun social media masih kurang. Kami berusaha tetap konsisten. Namun harus diakui memang tidak semua pimpinan memahami teknis pengelolaan social media dalam penyampaian informasi publik. Perlahan, pimpinan makin mengerti betapa pentingnya social media di era sekarang.

Kami berharap konsistensi dan keseriusan kami ini bisa mengubah mindset pimpinan bahwa social media tidak hanya untuk bersenang-senang atau mengisi waktu luang, tapi juga bisa menjadi media penyampaian informasi yang sangat efektif.

Beberapa waktu belakangan ini, kami kerap diajak berdiskusi dengan pimpinan tertinggi. Momentum itu adalah kesempatan kami menyosialisasikan pentingnya social media. Pimpinan bidang humas sebenarnya sudah cukup paham, tapi di level pimpinan yang lebih tinggi, belum semuanya memahami.

Dalam pengelolaan social media ini, sarana dan prasarana yang kami gunakan juga relatif terbatas, bahkan bisa dibilang belum memadai. Di satu sisi, kami juga punya tugas pokok lainnya yang sama-sama penting, selain tugas mengelola social media.

Kadang ketika harus mementingkan tugas pokok lain di bidang kehumasan, pengelolaan social media jadi agak terabaikan.

Kami yakin jika diberi mandat khusus atau ada tim yang memang khusus ditugasi mengelola, social media kami berkembang layaknya media centre profesional.

Soal pencapaian, kami berhasil menjadi peringkat ke dua pengelolaan social media teraktif di seluruh Polda di Indonesia. Lalu, kami — atas nama Polda Kaltim — juga mendapat peringkat ke dua dan tiga terbaik dari 31 Polda di seluruh Indonesia dalam sistem pelaporan ke Mabes Polri via media online.

Apakah akun Polda Kaltim menerima kerjasama?

Akun yang mewakili Kepolisian Daerah dilarang mempromosikan hal di luar dunia kepolisian, apalagi kerjasama berbayar. Jadi, kami tidak menerima promosi atau kerjasama berbayar dalam bentuk apapun di akun social media kami.(hfd)

Source : Majalah DISCOVER BALIKPAPAN Edisi 55 Juli 2016

LEAVE A REPLY

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.