Home Lifestyle Cara Menjadi Orang yang Ramah

Cara Menjadi Orang yang Ramah

709
0

Orang yang ramah memperlakukan orang lain dengan bijak, baik dan juga hormat selayaknya mereka harus diperlakukan. Orang yang ramah mengutamakan orang lain terlebih dahulu dan lebih banyak mendengarkan daripada berbicara sepanjang waktu. Mereka memberikan waktu, cinta, dan usaha terhadap hal-hal yang bisa membuat hidup orang lain yang membutuhkan menjadi lebih baik, baik orang tersebut adalah teman yang menderita maupun orang asing yang tak dikenal. Tidaklah selalu mudah untuk berlaku ramah di dalam dunia yang bisa membuat Anda frustrasi dalam waktu singkat, tetapi bila Anda berusaha menjadi lebih ramah dalam keseharian Anda, maka Anda bisa berubah menjadi lebih baik. Berikut adalah cara untuk melakukannya.

1. Ucapkan terima kasih kepada orang-orang yang telah berusaha.

Salah satu kualitas paling penting yang dimiliki oleh orang ramah adalah kemampuan untuk berterima kasih kepada orang lain atas usaha yang telah mereka lakukan, baik usaha yang diberikan kecil maupun besar. Bahkan bila rekan kerja menelepon Anda hanya untuk memberitahu Anda sesuatu, ucapkan terima kasih kepadanya atas usaha yang telah dilakukan. Bila seseorang meminta Anda untuk menyumbang uang di jalanan, ucapkan terima kasih karena mereka telah mencoba meminta, meskipun Anda tidak mau menyumbang. Bila seorang teman membelikan Anda kopi atau mengingatkan Anda tentang tayangan favorit Anda yang akan tayang nanti, ucapkan terima kasih kepadanya.

2. Jadilah seorang pendengar yang baik.

Orang yang ramah mengutamakan orang lain, bukan mengutamakan diri sendiri, dan orang yang ramah lebih peduli tentang orang lain melebihi dirinya sendiri. Lakukan usaha untuk mendengarkan apa yang orang lain katakan, lakukan kontak mata, dan jauhkan pengalih perhatian, seperti telepon genggam Anda, sehingga Anda bisa memberikan perhatian penuh yang dibutuhkan orang lain. Jangan memotong pembicaraan orang tersebut dan tahan pertanyaan atau komentar Anda hingga akhir sehingga mereka bisa menyelesaikan apa yang ingin mereka sampaikan dan merasa bahwa Anda benar-benar peduli kepada mereka.

3. Perhatikan orang lain.

Menjadi orang yang ramah berarti memperhatikan orang lain dalam situasi sosial. Bukan malah mengkhawatirkan kesuksesan diri dalam melakukan sesuatu atau apa yang harus Anda katakan selanjutnya, tetapi Anda harus memperhatikan orang lain dan merasakan suasana hatinya, untuk melihat apakah mereka sedang khawatir atau cemas, dan mengerti cara mereka berinteraksi dengan orang lain. Meskipun sangatlah baik untuk menjadi orang yang bijak, hormat, dan baik, sangat penting juga untuk menyadari dan mengerti apa yang dipikirkan dan dirasakan orang lain.

4. Percayalah bahwa orang lain baik.

Orang yang ramah tidak berusaha untuk memojokkan, mengkritik, atau menganggap orang lain kecil. Orang yang ramah berbuat sebaliknya. Meskipun orang yang ramah tidak sepenuhnya yakin tentang maksud seseorang, ia akan tetap berpikir positif dan membayangkan bahwa orang tersebut menginginkan hal yang terbaik untuk semua orang juga. Daripada Anda terus bergosip atau membicarakan hal-hal negatif tentang seseorang yang tidak Anda kenali dengan baik, lebih baik Anda bayangkan ia sebagai orang yang baik seperti Anda.

5. Pujilah orang lain.

Orang yang ramah selalu melihat sisi baik orang lain dan juga mampu membuat orang lain merasa baik tentang diri mereka sendiri — bukan dengan tujuan “karena orang-orang akan semakin suka dengan saya”, tetapi dengan cara yang nyata dan tulus untuk memberikan pujian. Lihatlah hal-hal di sekitar Anda. Jangan hanya memuji hal-hal yang bisa terlihat dengan jelas (“saya suka potongan rambut baru Anda”) tetapi juga jerih payah orang-orang yang lainnya (“saya suka bagaimana sinar matahari menyinari furnitur di kamar Anda. Anda pasti menghabiskan waktu berjam-jam untuk mendekorasinya!”) untuk menunjukkan bahwa Anda benar-benar memperhatikan.

6. Berlakulah ramah tanpa mengutamakan kemenangan.

Bila Anda ingin menjadi orang yang ramah, ingatlah bahwa kesenangan semua orang lebih penting daripada Anda berhasil membuktikan bahwa diri Anda benar. Daripada Anda sibuk berargumen dan membuktikan bahwa Anda benar dengan berargumen dengan orang di sebelah Anda (meskipun Anda yakin bahwa Anda benar), Anda harus berlaku baik pada orang tersebut, gantilah topik pembicaraan, atau katakan sesuatu seperti, “Saya kira kita harus setuju untuk tidak saling setuju.” Menjatuhkan harga diri bukanlah hal yang menyenangkan, tetapi berargumen dengan orang lain agar Anda terlihat hebat juga bukanlah hal yang baik — tidak ada hal yang membuat Anda terlihat ramah dengan melakukannya, kan?

7. Biarkan orang lain berbicara.

Apakah Anda harus selalu mencurahkan semua yang terdapat di dalam pikiran Anda? Mungkin saja orang lain juga memiliki sesuatu untuk dicurahkan, dan Anda harus membiarkan mereka mengatakan apa yang mereka ingin katakan. Bila Anda dan orang lain mulai berbicara pada saat yang sama, biarkan orang tersebut untuk berbicara terlebih dahulu. Tanyakan banyak pertanyaan daripada terus berbicara tentang diri Anda dan tunjukkan bahwa Anda benar-benar tertarik kepada orang lain. Orang-orang sangatlah suka berbicara tentang ide dan diri mereka, dan mendengarkannya adalah perilaku yang ramah, bukan malah terus berusaha menjadi pusat perhatian.

8. Utamakan orang lain.

Berlaku ramah berarti mengatakan “Anda lebih dulu” secara harfiah dan metafora. Bila Anda ingin menjadi orang yang ramah, maka Anda harus mengutamakan orang lain, baik misalkan Anda membiarkan seseorang untuk memesan es krim lebih dulu meskipun Anda sangat menginginkan es krim cokelat yang nikmat, atau misalkan Anda membiarkan sebuah mobil memotong jalan Anda meskipun Anda sudah terlambat untuk bekerja. Ini adalah sebuah pola pikir. Orang lain harus selalu Anda utamakan sebelum diri Anda, dan itu bukanlah sesuatu yang penting — Anda akan mendapatkan giliran juga nantinya, dan dengan begitu, Anda juga akan berperilaku semakin ramah.

Source : wikihow.com
Link Gambar : albumpuisirindu.blogspot.com

Previous article7 Tips Bekerja Optimal Meski Habis Begadang
Next article5 Kebiasaan Ini Bisa Memperlambat Metabolisme

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.