Museum Kodam, Segudang Sejarah Militer di Balikpapan

Museum Kodam, Segudang Sejarah Militer di Balikpapan

251
0
SHARE

AKSI heroik para pejuang di Balikpapan melawan penjajah di era pra-kemerdekaan dapat kita kenang di museum ini. Dibangun pada 16 September 2008, museum ini memiliki koleksi sejarah yang cukup terawat. Awalnya, saat diresmikan pertama kali oleh Pangdam VI/Tpr Mayor Jendral Tono Suratman, museum ini bernama Museum Tanjungpura.

Sebelum memasuki museum, kita disambut sebuah meriam dan panser milik Amerika dan Australia yang diproduksi tahun 1942. Dua atribut TNI AD itu pernah digunakan dalam Perang Dunia ke-2. Selain itu, ada 4 buah manekin yang menggunakan seragam khas militer Indonesia.

Museum seluas 38×55 meter ini terdiri atas 6 ruangan display yang menyajikan beragam bukti sejarah berdasarkan klasifikasinya. Rentetan daftar nama para pejuang yang gugur dalam mempertahankan dan membela NKRI, di antaranya operasi G30S/PKI, operasi penumpasan gerombolan Paraku, Operasi Timor Timur, Operasi Papua, Operasi Ambon, Operasi Nanggroe Aceh Darussalam hingga operasi di perbatasan Indonesia dan Malaysia.

Ada juga 32 slide foto aktivitas para pejuang pada masa itu. Tak ketinggalan, berbagai miniatur perang, seperti Kapal Selam Cakra, KRI Fatahillah, Pesawat F-16, Pesawat Puma, serta Monumen TNI Angkatan Laut ada di sana.

Koleksi senjata yang pernah dipakai prajurit TNI dalam pertempuran di wilayah Kalimantan juga cukup lengkap. Antara lain, SMR Bren MK-1+Tripod, SMR Browning M 1917 1+Tripod, SMS S6-43 +Tripod Roda, Mortir 81 + Landasarn + Tripod, SS 1 CAL, 55 MM, Jet Laras Panjang CAL 5,56 MM dan senjata tradisonal Kalimantan, Mandau.

Kita juga akan menjumpai berbagai peralatan kedokteran kuno di museum ini. Juga disuguhkan paparan informasi seputar militer, seperti tanda pangkat TNI-AD dari pangkat terendah (Prada) hingga pangkat tinggi (Jenderal), juga urutan kepemimpinan Pangdam. Di sini, juga ada replika Tunggul Batalyon se-Kalimantan, Duaja Korem se-Kalimantan dan Sempana.

Tak ketinggalan, ada ruang audiovisual tempat pertunjukan film dokumenter yang diselimuti oleh jaring buatan. Ruangan ini sengaja didekorasi menyerupai persembunyian di tengah hutan, sehingga ketika pemutaran film dokumenter akan lebih memacu adrenalin.

Museum ini dibuka dari Senin sampai Jumat, jam 9.00 sampai 15.00 sore. Meskipun hanya beroperasi sampai hari Jumat, pada hari libur museum ini tetap dibuka. Dan tidak dipungut biaya alias gratis. Penjaga dari aparat TNI akan menyambut. Kita juga akan dipandu guide yang paham betul sejarah militer kota ini. Khusus guide, hanya ada pada hari Senin sampai Jumat. Jika di luar jadwal itu, harus kontak dulu.

Museum Kodam VI Mulawarman
Jl. Letjen Suprapto, Kelurahan Baru Ulu, Balikpapan Barat
Telepon : (0542) 735 359

Kodam VI Mulawarman Museum
Balikpapan Military History

We can walk down memory lane of pre Independence Day era. This museum was
founded on 16th September 2008 which holds a lot of historical collection.
It was originally called the Tanjungpura Museum.

Upon entering the building, we are greeted by American and Australian canons and
panzers manufactured in 1942. These weapons were used during WWII. Four
mannequins are dressed in the Indonesian military uniforms.

This 38 by 55 meter museum has six display rooms. The first room has the list of names
of fallen heroes who defended Indonesia against the threat of Communism in the 60’s,
Paraku Group, East Timor, Ambon, Aceh and Indonesian-Malaysian border operations.

There are 32 photo slides in the second room. Their depiction of the wars helps us
understand what they were going through. It has a collection of historical books and
various miniatures; Cakra Submarine, Fatahillah Ship, F-16 Jet, Puma airplane and the
Indonesian Navy Monument.

Moving on to the third room, we can find various weapons used during wars in
Kalimantan. There are SMR Bren MK-1 + Tripod, SMR Browning M 1917 1 + Tripod, SMS
S6-43 + Tripod Wheel, Mortar 81 + Base + Tripod, SS 1 CAL, %% MM, Long-barreled Jet,
CAL 5.56 MM and traditional Mandau machetes.

The fourth room is on the same side as the third one. It holds old medical equipment
and musical instruments. One can find the French Horns, Sousaphone Bass Horns,
Trumpets and Tubas.

Information regarding the military rankings across the Army and the all-Kalimantan
Tunggul Batalyon replicas can be found in the fifth room.

The last one is the audio room which shows an adrenaline-rush war documentary. It is
decorated with nets and hiding places to give the real-feel of the jungle.

The museum is open on Monday through Friday from 9 am to 3 pm. It is sometimes
opened on the weekends and is free of charge. There is a guide who is an expert of
Balikpapan military history. One can easily visit this museum by public transport or private vehicle.

Kodam VI Mulawarman Museum
Letjen Suprapto Road, West Balikpapan Borough
Telephone no.: + (62) 542 735 359

Source : Source : Majalah DISCOVER BALIKPAPAN Edisi 57, September 2016

LEAVE A REPLY