Komunitas 1000 Guru Balikpapan

Komunitas 1000 Guru Balikpapan

431
0
SHARE

Kesan Positif SAmbil Berdonasi

DI TENGAH maraknya gairah berwisata di Indonesia, beberapa pemuda dari berbagai latar belakang profesi berkumpul guna menciptakan kesan “tak hanya senang-senang”.

Ya, komunitas ini tak hanya berwisata, mereka juga bertekad memberikan dampak positif pada objek wisata yang dikunjungi, juga pada warga di sekitar objek wisata tersebut.

Pada 26 Juli 2015, tepatnya saat kegiatan Travelling and Teaching (TnT) pertama dilaksanakan, komunitas ini diresmikan oleh pendiri 1000 Guru Pusat, Jemi Ngadiono.

“Saat itu kami masih bernama 1000 Guru Kaltim. Karena jarak tempuh yang jauh, kami dibagi 2 regional, Balikpapan dan Samarinda,” terang Project Manager 1000 Guru Balikpapan Denny Burliyanto.

Ditambahkan, komunitas ini fokus pada perbaikan mutu pendidikan di daerah pelosok, yang terdapat di sekitar objek wisata yang ingin dituju.

Kegiatan selanjutnya seperti TnT Road to Samboja pada 26-28 Agustus. Objek wisata yang dituju yakni Pantai Tanah Merah. Di kawasan itu, ada SD Negeri 018 yang membutuhkan bantuan, mulai dari peralatan belajar siswa, perangkat mengajar guru dan lain sebagainya. “Kami hadir di sana untuk ikut berbagi” sebutnya.

Komunitas 1000 Guru Balikpapan adalah komunitas independen, tidak terikat dengan perusahaan, pemerintah atau instansi apapun. Mereka mengumpulkan uang donasi dari volunteer dan pihak-pihak yang dengan senang hati membantu, tanpa terkesan meminta-minta.

“Kami memberikan gambaran pada calon donatur tentang apa saja kegiatan kami dan memberikan informasi sekolah di kawasan objek wisata sedang butuh bantuan. Jika diminta mengajukan proposal, akan kami ajukan. Jika calon donatur tidak bersedia, ya enggak apa-apa,” ucapnya.

SIAP MENTAL DAN FISIK

Pada setiap pelaksanaan kegiatan Travelling and Teaching, 1000 Guru Balikpapan membuka kesempatan bergabung sebagai volunteer kepada siapa saja yang bersedia dan tidak terikat pada komunitas. Apa syaratnya?

Yang utama adalah muda. Ada syarat usia bergabung antara 18 sampai 35 tahun. Ini diterapkan untuk meminimalisir resiko, seperti larangan orang tua bagi usia di bawah 18 tahun, juga kemungkinan adanya kendala hambatan fisik atau sakit pada usia di atas 35 tahun.

Dengan kondisi fisik dan mental yang prima, peserta harus siap “hidup susah” selama beberapa hari. “Maklum, kegiatan ini di pedalaman. Sering tidak ada sinyal, bisa tidak mandi 2 hari, tidur di tempat seadanya, dan makan dari perbekalan yang kami bawa,” tambah Denny.

Peserta juga diminta untuk membayar donasi yang akan difungsikan untuk peralatan bagi siswa, transport, makan dan lain-lain.

Pada kegiatan yang dilakukan, ada fun teaching, memberikan motivasi belajar pada siswa dan mengedukasi bahwa ada beberapa profesi yang mungkin belum mereka ketahui.

Lalu, pada sore harinya, 1000 Guru Balikpapan mengadakan pemeriksaan kesehatan gratis untuk warga di sekitar sekolah yang diasistensi oleh dokter profesional dari berbagai instansi, seperti RS Islam Samarinda, RS Kanudjoso Djatiwibowo Balikpapan dan RS Dr. R. Hardjanto Balikpapan.

“Kami juga bekerja sama dengan Basarnas Balikpapan. Mereka selalu support mulai dari transportasi, akomodasi sampai personil,” jelasnya. [hfd]

INFORMASI 1000 GURU BALIKPAPAN
CP : 0853 5033 7783 (Denny)
Twitter : @1000Guru_BPN
Instagram : 1000_guru_balikpapan
Official Line : @uhk2408n

Source : Majalah DISCOVER BALIKPAPAN Edisi 57 September 2016

LEAVE A REPLY