Pelabuhan Kampung Baru Tengah, Transportasi Laut di Tepi Kota

Pelabuhan Kampung Baru Tengah, Transportasi Laut di Tepi Kota

372
0
SHARE

JIKA menyusuri wilayah Barat Kota Balikpapan, jangan lewatkan tempat ini. Jika selama ini di Balikpapan melihat laut berarti pergi ke pantai, lain halnya di Pelabuhan Kampung Baru.

Di sini, selain melihat pemandangan laut, kita juga melihat kesibukkan transportasi dari dan ke Balikpapan via laut.

Sebelum memasuki pelabuhan, kita disambut pasar tradisional di atas air laut. Pasar ini sama seperti pasar pada umumnya, yang membedakan, ia menjadi Pasar Terapung, berdiri di tengah dua jembatan ulin menuju pelabuhan. Barang yang dijual pun relatif sama dengan pasar pada umumnya, ada berbagai kebutuhan pokok, buah-buahan, baju dan lain-lain.

Mendekati pelabuhan, kita akan ditawari naik speedboat atau klotok untuk menyeberang. Di sini, ada beberapa tempat penitipan motor yang utamanya digunakan para penyebrang. Kita bisa menggunakan fasilitas ini meskipun kita tidak sedang ingin menyebrang dengan membayar Rp 5.000,-.

Semakin mendekati pelabuhan, kita akan bertemu dengan sebuah persimpangan jembatan, ke kanan menuju pelabuhan speedboat dan ke kiri menuju pelabuhan klotok.

Di Pelabuhan speedboat, dermaganya hanya berbentuk jembatan ulin menurun. Meskipun menurun, ada balok-balok kayu melintang untuk dipijak. Untuk sekali menaiki speedboat, kita dikenakan biaya sebesar Rp 100.000,- menuju ke Kabupaten Penajam Paser Utara.

Di sekitar dermaga, mudah menemukan penjaja makanan, mulai dari makanan ringan sampai nasi campur. Setelah puas menikmati pemandangan di sini, kita beralih ke Pelabuhan Klotok. Dari pelabuhan speedboat, harus berjalan kaki sekira 200 meter.

Inilah pemandangan sisi lain aktivitas di kota ini. Beberapa orang yang bertugas di dermaga ini tak hanya sibuk mengantarkan penumpang dari dan ke Balikpapan, tapi juga mengangkat barang bawaan bahkan sepeda motor yang dibawa penyebrang.
Satu hal yang dirasa kurang: safety. Umumnya, mereka yang menggunakan jasa klotok memilih lebih hemat ketimbang memutar ke Pelabuhan Ferry Kariangau yang jaraknya dinilai terlalu jauh.

Transportasi klotok ini dikenai biaya Rp 10.000/orang, jika kita turut membawa sepeda motor, per unitnya dikenakan biaya Rp 35.000. Pelabuhan ini beroperasi setiap hari mulai pukul 7.30 sampai 18.00 WITA. [*]

Source : Majalah DISCOVER BALIKPAPAN Edisi 57, September 2016

LEAVE A REPLY