Sentra Souvenir Lengkapi Desa Wisata Sungai Wain

Sentra Souvenir Lengkapi Desa Wisata Sungai Wain

175
0
SHARE

PUNYA POTENSI, PERTAMINA LANGSUNG MENGINISIASI

SELAMA ini Balikpapan dinilai masih minim akan keragaman souvenir khas. Jika wisatawan berkunjung ke Balikpapan, toh mereka biasanya membawa buah tangan berupa perhiasan dari manik-manik dan berbagai batu-batuan yang dijual di Pasar Kebun Sayur atau olahan boga bahari seperti Kepiting Dandito.

Namun, souvenir khas Kota Balikpapan yang tidak “itu-itu saja” nampaknya akan segera merebak di pasaran. Hal ini berkat program Corporate Social Responsibility (CSR) dari PT. Pertamina yang menggandeng warga Desa Wisata Sungai Wain, Km. 15 Balikpapan.

Beberapa tahun terakhir, area tersebut dikenal sebagai desa wisata yang dianugerahi keindahan alam. Hutan Lindung Sungai Wain (HLSW) sudah dikenal dan menjadi alternatif tujuan ekowisata di Balikpapan. Di kawasan ini, wisatawan bisa menikmati suasana dan suara alam seperti mendengar kicauan burung dan suara-suara serangga yang masih langka.

“Siapa yang ingin mengenal keaneragaman hayati yang unik dan langka, akan datang ke  HLSW,” sebut Agusdin, ketua kelompok pengrajin yang juga tokoh penggerak di kawasan itu.

KUNJUNGAN 1&2: Pembelajaran pertama untuk membuat souvenir di workshop Cumplung Adji Craft. Dasar-dasar membuat kerajinan dari bahan batok kelapa.

Pertamina bukan tanpa alasan memilih Desa Sungai Wain. Warga khususnya yang berada di RT 036, Kelurahan Karang Joang, Balikpapan Utara ini masuk dalam kawasan ring I wilayah aset milik Pertamina di kawasan Sungai Wain, yakni, keberadaan Reservoir Sei Wain. Program ini menjadi wujud tanggung jawab sosial Pertamina bagi warga yang tinggal di sekitar aset pendukung operasinya.

Total warga dengan jumlah penduduk 476 orang dan 138 kepala keluarga di sana memiliki beragam mata pencaharian. Dari jumlah tersebut, beberapa warga yang pekerjaannya masih tidak tetap ini seringkali mengisi waktu senggang mereka untuk membuat kerajinan, seperti atap dari daun nipah-nipah, maupun rajutan dan anyaman rotan. Berbekal sumber daya alam yang melimpah di sekitar desa, juga kemampuan dasar dalam membuat kerajinan, Pertamina melihat potensi itu bisa dikembangkan.

Maka, dirumuskanlah sebuah program CSR yang mengarah pada kegiatan pelatihan souvenir asli Balikpapan dan memfokuskan kerajinan dengan bahan dasar batok kelapa, ukiran kayu dan anyaman rotan. Sejak Maret 2015 (tahap I) hingga Mei 2017 (tahap II), warga Desa Sungai Wain mengikuti pendampingan dan pelatihan pembuatan souvenir asli Balikpapan. Ini juga sekaligus untuk meningkatkan ekonomi warga di sana. Pada pelaksanaannya, Pertamina menunjuk Discover Borneo (DB) sebagai Tim Pelaksana.

PENERIMA MANFAAT: Warga desa Sei Wain berbagai lapis usia bersemangat terlibat dalam pelatihan. Kepala Disporapar Balikpapan Oemy Facessly tampak hadir memberi apresiasi program Pertamina ini.

Next: Dari Kemampuan Dasar ke Komersialisasi.

LEAVE A REPLY