Mengenal generasi Z

Mengenal generasi Z

94
0
SHARE

Pembahasan tentang generasi Y atau biasa disebut milenial sering dilakukan. Terutama kaitannya dengan dunia kerja.

Mereka dikatakan cenderung ‘tidak setia’ pada tempat mereka bekerja, dan sering berpindah-pindah. Atau, generasi milenial lebih senang menjadi pekerja lepas karena tidak menyukai politik kantor atau aturan yang kaku.

Hal ini erat kaitannya dengan karakteristik generasi yang lahir antara tahun 1980an sampai 1994. Generasi milenial merupakan generasi pertama yang sudah berinteraksi dengan teknologi sejak lahir.

Mereka juga lebih fleksibel dalam pergaulan, berani mengeluarkan pendapat, serta lebih mementingkan kebersamaan, solidaritas, dan eksistensi diri mereka yang dihargai secara sosial.

Namun, beberapa tahun belakangan ini, generasi sesudah milenial mulai diteliti. Generasi yang disebut sebagai generasi Z merupakan generasi yang lahir antara tahun 1994 atau 1995 sampai tahun 2011 atau 2012.

Menurut David Stillman, penulis buku Gen Z @ Work: How the Next Generation Is Transforming the Workplace, saat ini populasi generasi Z di Amerika Serikat mencapai 72,8 juta jiwa.

Kendati memiliki kesamaan karakter dengan generasi Y, terutama dalam kaitannya dengan interaksi dengan teknologi, namun ada beberapa perbedaan terutama dalam hal pekerjaan. Stillman mengatakan bahwa perbedaan ini salah satunya disebabkan oleh cara didik orang tua.

Orang tua generasi milenial umumnya masih berasal dari generasi baby boomer yang lahir antara tahun 1946 sampai 1964. Mereka mendidik generasi milenial untuk bekerja sama, dengan mengatakan bahwa dua kepala lebih baik daripada satu kepala.

Inilah yang membuat generasi milenial sangat mementingkan kebersamaan dan kerja sama.

Akan tetapi, generasi Z, yang umumnya dilahirkan dan dididik oleh orang tua dari generasi X, berpikir sebaliknya; jika ingin mendapatkan hasil yang bagus, kerjakan sendiri. Hal ini disebabkan karena mereka dididik oleh orang tua yang mengatakan dunia penuh dengan kompetisi.

Sejak kelahirannya, generasi Z tidak hanya mengenal teknologi, tetapi mereka sudah akrab dengan teknologi dan gawai yang canggih. Mereka juga mampu melakukan berbagai kegiatan yang berhubungan dengan dunia maya dalam satu waktu. Misalnya mereka dapat berselancar di situs-situs, sambil melakukan aktivitas di media sosial, dan mendengarkan musik.

Perbedaan-perbedaan lain antara generasi milenial dengan generasi Z yang juga disebut sebagai generasi pasca milenial, iGeneration, atau generasi plural ini, dikutip dari situs Huffington Post, antara lain lebih tidak fokus.

Ini karena generasi Z lebih cepat memperoleh informasi dari pada generasi-generasi sebelumnya, lebih baik dalam hal melakukan pekerjaan ganda atau multi tasking, mereka juga serba bisa.

Generasi Z juga lebih berpikiran terbuka dan global, tetapi lebih individual. Mereka dapat saja memilih untuk tidak menyelesaikan sekolah dan terjun ke dunia kerja, lalu kemudian melakukan sekolah secara online untuk memperoleh gelar. Karena mereka percaya gelar sarjana memang penting untuk menunjang karier mereka.

Mereka berjiwa wirausaha. Bagi generasi Z, penghasilan yang diperoleh dari hobi bukanlah penghasilan tambahan, karena mereka menganggap hobi adalah pekerjaan, dan pekerjaan mereka adalah hobi.

Dan pastinya mereka lebih ramah teknologi, bagi mereka teknologi dapat melakukan apa saja, termasuk belajar dan bekerja.

Source : Beritagar.id

LEAVE A REPLY