Menilai Kecerdasan Orang Hanya Dengan Mendengar Suaranya

Menilai Kecerdasan Orang Hanya Dengan Mendengar Suaranya

539
0
SHARE

Saat baru berkenalan dengan orang, ada kalanya Anda ingin tahu seberapa cerdas orang tersebut. Bisa jadi diri sendiri pun ingin mengetahui bagaimana cara orang lain memandang kecerdasan Anda.

Tak perlu mengetes kecerdasan seseorang dengan memberi pertanyaan sulit atau memecahkan masalah rumit. Menilai kecerdasan seseorang ternyata mudah saja, hanya dengan mendengar suaranya dan seberapa cepat ia bicara, menurut studi yang terbitkan di Journal of Psychological Science.

Tim peneliti merekam mahasiswa MBA dari University of Chicago dalam sebuah video dengan tema : mengapa mereka harus diterima bekerja. Video tersebut kemudian diperlihatkan pada calon pengusaha dan profesional, tetapi mereka hanya diberi tiga pilihan yaitu melihat video, mendengarkan audio, atau membaca transkripnya saja.

Pengevaluasi akan menilai kandidat lebih kompeten, bijaksana, dan cerdas saat mereka mendengar suara, daripada membacanya. Hasilnya, suara ternyata memiliki pengaruh terbesar dalam menentukan apakah mereka akan diterima bekerja atau tidak. Saat audio ditambah dengan video, hasilnya pun sama.

Ketika menilai kecerdasan seseorang pada pandangan pertama, suara lebih berperan besar dibandingkan penampilan.

“Kecerdasan bukanlah sesuatu yang bisa saya lihat di tubuh Anda, tetapi saya pikir ini adalah isyarat yang bisa kita ambil atau dengar dalam suara Anda,” kata Nicholas Epley, penulis studi yang juga Profesor di University of Chicago Booth School of Business.

Menurut pemaparan Nicholas, mengapa suara manusia memiliki kekuatan adalah karena dapat mengomunikasikan isi pikiran seseorang. Saat berbicara, orang akan bisa dinilai dari segi kemampuan mendasar berpikir, kapasitas nalar, perhatian, dan intelektual.

Dalam konteks wawancara kerja, Nicholas mengatakan jika ada kesempatan untuk berbicara dengan seseorang secara langsung, maka Anda harus menerimanya.

Bagi yang pemalu dan terbiasa menggunakan teknologi untuk berhubungan dengan orang lain, atau tak menyukai suaranya sendiri karena terlalu sengau, terlalu lembut, atau terlalu cempreng, jangan diam saja. Lebih baik bersuara, daripada diam.

Orang dengan suara bernada tinggi dinilai lebih gugup atau kenak-kanakan. Untuk memberi proyeksi kepercayaan dan kedewasaan, turunkanlah nada suara Anda.

Uptalk, atau nada yang meninggi di akhir kalimat juga sebaiknya dihindari karena akan memperkuat karakter gugup dan kenak-kanakan, bahkan bisa dianggap kurang berpengetahuan. Namun, tetaplah berhati-hati pada downtalk, atau terlalu sering merendahkan suara bisa membuat Anda tampil kasar atau konfrontatif.

Hindari kata-kata seperti “eh”, “hmm”, “jadi”, dan sejenisnya karena Anda akan terlihat kurang percaya diri dan kurang kompeten.

Belajar untuk bicara agak cepat, tetapi tidak terlalu cepat, agar orang mengerti apa yang Anda katakan. Menurut studi yang dilakukan oleh Brigham Young University, orang yang bicara lebih cepat dianggap lebih percaya diri. Idealnya, seseorang harus berbicara minimal 150 kata per menit.

Untuk melatih kecepatan bicara, cobalah membaca teks dengan kecepatan normal, kemudian perlahan tingkatkan kecepatan.

Selain suara, rupanya ada hal mudah lainnya untuk menilai kecerdasan seseorang, yaitu melihat langsung dari bagian tubuhnya.

Oanna Rowe di University of Louisville menemukan beberapa orang paling cerdas di dunia, termasuk Stephen Hawking, Marie Curie dan Stephen Fry, memiliki kesamaan: mata biru.

Peneliti percaya bahwa ada banyak cara untuk menemukan karakteristik seseorang, dari bentuk dahi sampai jari panjang.

Menurut penelitian, mata besar dianggap lebih cerdas. Jari telunjuk yang lebih pendek daripada jari manis juga dinilai lebih cerdas, begitu juga dengan laki-laki berbulu cenderung memiliki IQ tinggi.

Bagian tubuh lain yang mencerminkan kecerdasan yaitu jari kaki pendek-pendek, dahi yang lebar, daun telinga besar dan tebal, dan laki-laki dengan bibir tipis. Studi yang dilakukan terhadap 1.200 wanita di Chicago menemukan bahwa perempuan berpayudara besar juga memiliki otak yang cerdas.

Source : Beritagar.id

LEAVE A REPLY