Cara Bahagia Menggunakan Media Sosial

Cara Bahagia Menggunakan Media Sosial

83
0
SHARE

Kini media sosial tidak hanya untuk berbagi cerita atau foto, tetapi ada juga yang berjualan, memberikan komentar sinis, hingga kampanye politik. Saat sedang pusing dengan dunia nyata, masuk ke dunia maya malah bisa membuat Anda semakin penat dengan perang daring dari teman atau kelompok tertentu.

Menurut sebuah studi yang dilakukan oleh University of Pittsburgh School of Medicine, perubahan penggunaan media sosial oleh masyarakat membawa dampak bagi tubuh. Semakin sering Anda menggunakan media sosial, maka semakin besar kemungkinan mengalami depresi atau stres.

Hal itu diakibatkan dari keharusan untuk berkomentar akan sebuah hal tetapi yang terjadi malah banyak mengalami kebingungan dalam memberikan pendapat. Salah-salah bisa disindir teman atau komentarnya jadi viral.

Menghapus akun di media sosial juga kadang bukan jalan terbaik. Masih ada beberapa cara yang bisa Anda lakukan untuk tetap bersenang-senang di dunia maya tanpa takut salah komentar.

Pilih yang berguna dan membahagiakan 
Anda tidak perlu punya akun di semua media sosial, seperti Facebook, Twitter, Instagram, Path, Snapchat, Pinterest, Tumblr, dan lainnya.

“Setiap platform memiliki aturan tak tertulis, asumsi budaya, pembahasan, dan ciri khas yang berbeda,” kata Brian Primack, MD, PhD, direktur Pusat Penelitian Media, Teknologi, dan Kesehatan Universitas Pittsburgh, Amerika Serikat.

Gunakan media sosial yang bermanfaat dan memberikan kebahagiaan untuk Anda. Tak perlu mengeceknya setiap hari, atau jika tidak lagi digunakan sebaiknya hapus akun saja.

Pilah yang akan Anda ikuti
“Jangan mengikuti orang yang membuat Anda jadi merasa buruk atau terobsesi, seperti mantan atau teman yang hobinya pamer,” kata Susan Kraus Whitbourne, psikolog dan penulis buku The Search for Fulfillment.

Jika sudah melihat unggahan mereka pasti bawaan Anda ingin bergosip atau mendadak menurunkan suasana hati. Sebaliknya, saat mengikuti akun seseorang, tanyakan pada diri sendiri, “Apakah akun ini menginspirasi saya?”. Jika ya lanjutkan, jika tidak, tak perlu diikuti.

Rutin memberikan umpan balik
Hanya melihat gambar anjing teman di Instagram saja tanpa komentar atau tanpa memberikan ‘Like’ tidak menguntungkan diri sendiri. Ini karena untuk apa Anda mengikuti orang tersebut di media sosial?

Dengan memanfaatkan media sosial, Anda bisa berinteraksi dengan sahabat meski lama tak bertemu, salah satunya lewat berkomentar di foto atau video unggahannya.

Menurut Jessica Vitak, PhD, asisten profesor di iSchool Universitas Maryland, Amerika Serikat, orang akan merasa lebih dekat dengan teman dan merasa jadi pribadi yang lebih baik saat bisa berinteraksi langsung, salah satunya lewat media sosial. Cobalah untuk menjalin silahturahmi dengan cara yang paling mudah, yaitu berinteraksi dengan teman-teman.

Abaikan haters
Semua orang pasti punya, paling tidak satu, orang yang tidak menyukainya. Begitu juga dengan Anda di media sosial. Kalau ada yang melakukan cyberbullying atau pelecehan pada Anda, langsung saja block, mute, atau dilaporkan. Jangan memberikan mereka ruang untuk semakin menindas Anda dengan memberikan respon.

Mulai bosan, keluar dari media sosial Anda
Jika tidak ada hal yang menarik untuk dilihat di media sosial, sebaiknya matikan ponsel Anda.

Bila Anda malah khilaf dan melihat-lihat profil orang lain, bisa-bisa tanpa sengaja Anda melihat hal yang bisa membuat iri atau menginginkan sesuatu, misalnya malah jadi belanja. Lebih baik tidur atau membaca buku sambil mengistirahatkan mata dari radiasi barang elektronik.

Gunakan untuk menolong orang lain
Tergerak untuk membantu ketika melihat kasus penebangan hutan atau punahnya hewan langka bisa Anda salurkan lewat media sosial. Anda bisa mengajak orang lain atau mendukung sebuah gerakan amal untuk turut sera peduli akan alam dan lingkungan sekitar.

Hal-hal baik seperti ini jangan ragu Anda bagikan di media sosial. Selain diri sendiri yang bahagia karena bisa menolong, yang ditolong tentu juga akan merasakan hal yang serupa.

Tetapkan jadwal
Tidak harus setiap saat mengecek media sosial. Menurut Dr. Primack, mengecek media sosial setiap saat juga bisa membuat Anda tidak fokus kuliah atau bekerja.

Sebaiknya buat jadwal untuk mengecek media sosial Anda, seperti usai makan siang, di bus dalam perjalanan pulang, atau satu jam sebelum tidur. Mengunggah sesuatu mungkin bisa membuat emosi Anda tersalurkan, tapi yang paling membahagiakan adalah tidur nyenyak.

Source : Beritagar.id

LEAVE A REPLY