Lambang Kegigihan Pejuang Pra-Kemerdekaan

Lambang Kegigihan Pejuang Pra-Kemerdekaan

152
0
SHARE

MONUMEN PERJUANGAN RAKYAT (MONPERA) BALIKPAPAN

Oleh: Harry F. Darmawan/GoDiscover

KOTA Balikpapan merupakan kota yang cukup kaya akan sejarah. Peristiwa historis yang terjadi di kota ini dikenang melalui berbagai monumen, tugu maupun museum yang tersebar hampir di seluruh penjuru kota. Salah satunya yakni Monumen Perjuangan Rakyat (Monpera) Balikpapan.

Monumen ini berdiri di kawasan Klandasan, Balikpapan Kota. Monpera dibangun dengan pondasi seperti trapesium dan tampak seperti tangga. Di bagian pondasi ini, kita bisa menjumpai dua prasasti yang terukir sejak pertama kali dibangun. Prasasti pertama berisi peresmian Monumen Perjuangan Rakyat Balikpapan pada Sabtu, 19 November 1983 oleh Gubernur Kaltim saat itu, H. Soewandi. Dan prasasti kedua berisi kobaran semangat dalam mempertahankan Pancasila dan UUD 1945, serta mengisi kemerdekaan dengan pembangunan di segala bidang.

Sedang di bagian atas monumen, ada patung yang menjadi salah satu ikon Kota Balikpapan. Patung tersebut berwujud 3 orang pejuang dengan ekspresi penuh semangat.

Ketiga patung itu dibuat berpakaian dan memegang benda yang berbeda. Satu dari tiga patung itu berpakaian khas Dayak, dengan memegang Mandau dan perisai di kedua tangannya. Ia berdiri di belakang dua patung lainnya yang berpakaian khas tentara RI, yang berjibaku menancapkan sebilah bambu ke tanah, dengan bendera merah-putih yang berkibar di ujungnya. Patung setinggi 7 meter ini dibangun menghadap ke arah laut, tepat di bagian belakang monumen.

Hampir 33 tahun berdiri dengan gagah, patung perjuangan warga Kota Balikpapan ini akhirnya roboh termakan usia. Disinyalir, mengeroposnya bagian pondasi patung yang terbuat dari perunggu tersebut serta hantaman angin kencang dari arah laut yang menjadi pemicunya.

Hal yang cukup mengiris hati warga Balikpapan ini terjadi pada 8 September 2016 lalu. Sampai saat ini, Monpera hanya menyisakan bagian pondasi, sedangkan patung yang roboh itu belum didirikan ulang.

(Next: LATAR BELAKANG SEJARAH)

LEAVE A REPLY