Simpan Memori Perjuangan Para Pahlawan

Simpan Memori Perjuangan Para Pahlawan

140
0
SHARE

Museum Kodam VI Mulawarman

Oleh: Harry F. Darmawan/GoDiscover

DI salah satu sudut Kota Balikpapan, ada sebuah bangunan yang menyimpan kenangan aksi heroik para pejuang, dari era pra-kemerdekaan sampai setelah proklamasi kemerdekaan. Bangunan tersebut yakni Museum Kodam Mulawarman, yang berdiri di Jl. Letjend Soeprapto, Balikpapan Barat.

Dibangun pada 16 September 2008, museum ini memiliki koleksi sejarah yang cukup terawat. Awalnya, saat diresmikan pertama kali oleh Pangdam VI/Tpr Mayor Jendral Tono Suratman, museum ini bernama Museum Tanjungpura.

Sebelum memasuki museum, kita disambut sebuah meriam dan panser milik Amerika dan Australia yang diproduksi tahun 1942. Dua atribut TNI AD itu pernah digunakan dalam Perang Dunia ke-2. Selain itu, ada 4 buah manekin yang menggunakan seragam khas militer Indonesia.

MERIAM ARMED: Ini salah satu alutsista TNI AD yang dipakai pada Perang Dunia ke-2.

Museum seluas 38×55 meter ini terdiri atas 6 ruangan display yang menyajikan beragam bukti sejarah berdasarkan klasifikasinya. Rentetan daftar nama para pejuang yang gugur dalam mempertahankan dan membela NKRI, di antaranya operasi G30S/PKI, operasi penumpasan gerombolan Paraku, Operasi Timor Timur, Operasi Papua, Operasi Ambon, Operasi Nanggroe Aceh Darussalam hingga operasi di perbatasan Indonesia dan Malaysia.

PASCA KEMERDEKAAN: Memori operasi penumpasan Gerakan Aceh Merdeka (GAM) pada 2003-2005 silam yang tersimpan di Museum Kodam VI Mulawarman.

Ada juga 32 slide foto aktivitas para pejuang pada masa itu. Tak ketinggalan, berbagai miniatur perang, seperti Kapal Selam Cakra, KRI Fatahillah, Pesawat F-16, Pesawat Puma, serta Monumen TNI Angkatan Laut ada di sana.

TERAWAT: Miniatur KRI Fatahillah yang tersimpan di Museum Kodam VI Mulawarman.

Koleksi senjata yang pernah dipakai prajurit TNI dalam pertempuran di wilayah Kalimantan juga cukup lengkap. Antara lain, SMR Bren MK-1+Tripod, SMR Browning M 1917 1+Tripod, SMS S6-43 +Tripod Roda, Mortir 81 + Landasarn + Tripod, SS 1 CAL, 55 MM, Jet Laras Panjang CAL 5,56 MM dan senjata tradisonal Kalimantan, Mandau.

KOLEKSI SENJATA: Museum Kodam VI Mulawarman juga menyimpan berbagai senjata, mulai dari pistol, revolver, mortir, sampai senjata laras panjang.

Kita juga akan menjumpai berbagai peralatan kedokteran kuno di museum ini. Juga disuguhkan paparan informasi seputar militer, seperti tanda pangkat TNI-AD dari pangkat terendah (Prada) hingga pangkat tinggi (Jenderal), juga urutan kepemimpinan Pangdam. Di sini, juga ada replika Tunggul Batalyon se-Kalimantan, Duaja Korem se-Kalimantan dan Sempana.

Tak ketinggalan, ada ruang audiovisual tempat pertunjukan film dokumenter yang diselimuti oleh jaring buatan. Ruangan ini sengaja didekorasi menyerupai persembunyian di tengah hutan, sehingga ketika pemutaran film dokumenter akan lebih memacu adrenalin.

Museum ini dibuka dari Senin sampai Jumat, jam 9.00 sampai 15.00 sore. Meskipun hanya beroperasi sampai hari Jumat, pada hari libur museum ini tetap dibuka dan tidak dipungut biaya alias gratis. Kita juga akan dipandu guide yang paham betul sejarah militer kota ini. Khusus guide, hanya ada pada hari Senin sampai Jumat. Jika di luar jadwal itu, kita harus menghubungi pengurus dulu. [*]

Museum Kodam VI Mulawarman
Jl. Letjend. Soeprapto, Kelurahan Baru Ulu, Balikpapan Barat
(0542) 735 359

LEAVE A REPLY