Jajal Track Sedang, Tim Pertamina Jelajahi Hutan

Jajal Track Sedang, Tim Pertamina Jelajahi Hutan

186
0
SHARE

Oleh: Harry F. Darmawan/GoDiscover

Keindahan dan kekayaan habitat flora dan fauna di HLSW sudah sangat tersohor. Sudah banyak pelancong dari berbagai negara yang jauh-jauh datang untuk menikmati sajian di HLSW ini.

Rombongan Tim CSR Pertamina RU V pun akhirnya diajak tracking memasuki HLSW. Agusdin merekomendasikan trek sepanjang 2 km. “Karena sudah jam segini, kemungkinan bertemu koleksi fauna Sungai Wain tipis. Jadi saya ajak ambil perjalanan singkat saja,” ujar Agusdin.

MENJELAJAH: Agusdin (kanan) di tengah-tengah perjalanan menyusuri HLSW dengan Tim CSR Pertamina RU V menjelaskan detil keunggulan HLSW.

Rombongan memasuki HLSW melalui Waduk Sungai Wain, yang juga salah satu fasilitas milik Pertamina sebagai penunjang kebutuhan air kilangnya. Di depan pagar, ada sebuah papan peringatan yang bertuliskan “AWAS!! ADA BINATANG BUAS”.

PERINGATAN: Memasuki area Hutan Lindung Sungai Wain tanpa pendamping sangat dilarang karena ada binatang buas di dalamnya.

Perjalanan diawali dari menyusuri jalan setapak selebar kira-kira 1 meter menuju waduk. Sampai di waduk, ada jembatan yang merupakan trek untuk menyusuri sisi waduk menuju area hutan.

Setibanya di sebuah pintu memasuki hutan, keindahan alam Sungai Wain semakin terasa. Pemandangan serba hijau, pohon-pohon tua nan besar, serta riuh suara burung dan jangkrik bak menyambut hadirnya rombongan.

Semakin dalam memasuki hutan, Agusdin menghentikan sejenak perjalanan dan menunjuk sebuah pohon tepat di sisi kanannya. Pohon itu bernama Kayu Darah-darah. Menurut Agusdin, pohon itu disebut demikian karena apabila kulit kayu itu kita cubit, permukaan kayu akan mengeluarkan cairan berwarna merah, seperti pohon itu sedang berdarah. “Ini adalah salah satu atraksi kami buat pengunjung,” ungkap Agusdin.

POHON DARAH-DARAH: Pohon ini memiliki keunikan, dimana kalau batang pohonnya dicubit, bagian dalam batangnya akan mengeluarkan getah berwarna merah yang terlihat seperti sedang berdarah.

Setelah membuktikan sendiri “keajaiban” Pohon Darah-darah ini, rombongan pun melanjutkan perjalanan. Hampir 1 km berlalu, rombongan menemui sebuah gazebo beratap sirap kayu. Di sekitar gazebo, ada meja dan kursi yang terbuat dari kayu, berdiri di sebelah kiri dan kanan gazebo.

EKSOTIS: Gazebo di tengah HLSW ini memiliki pemandangan yang luar biasa indah. Cocok dijadikan spot foto.

Rombongan pun memutuskan beristirahat sejenak di gazebo ini sembari menikmati segarnya udara khas hutan dan keindahan panoramanya. Momen foto-foto juga tak luput dilakukan rombongan.

Merasa istirahat sudah cukup, rombongan kembali melanjutkan perjalanan. Tak terasa, mereka tiba di sebuah trek memutar yang akan membawa mereka kembali ke pintu masuk hutan, menandakan bahwa setengah perjalanan berhasil mereka lalui.

Langkah demi langkah mereka ambil, sembari menengok kanan-kiri mencari koleksi fauna Sungai Wain. Meski saat itu jalan sedikit berlumpur akibat hujan yang mengguyur Balikpapan beberapa hari terakhir, semangat mereka tak surut.

KOLEKSI FAUNA: Di tengah perjalanan, Tim CSR Pertamina RU V mendapati seekor kluing atau kaki seribu.

Akhirnya, setelah keluar dari area hutan, mereka kembali ke pendopo. Merasakan langsung suasana hutan yang masih terjaga keaslian dan keasriannya ini telah memberi mereka hiburan tersendiri.

PUAS: Kepala Divisi CSR Pertamina RU V Audy Arwinanda Nasution menikmati sajian keindahan yang ada di HLSW.

“Tak salah kami memilih Sungai Wain sebagai destinasi untuk para delegasi nanti, bersama dengan Mangrove Margomulyo. Keduanya memiliki keunikan sendiri. Mereka (para delegasi) pasti suka,” sebut Audy. [*]

Baca juga: Pertamina Bawa Delegasi Luar Negeri ke Sungai Wain

LEAVE A REPLY