Hutan Mangrove Margomulyo, Wisata Alam Andalan di Barat Balikpapan

Hutan Mangrove Margomulyo, Wisata Alam Andalan di Barat Balikpapan

163
0
SHARE

OBJEK wisata yang jadi salah satu destinasi wisata alam unggulan di Balikpapan ini dibangun pada 2002 oleh warga sekitar yang tergabung dalam Kelompok Tani Tepian Lestari. Pembangunan hutan konservasi seluas 16,8 hektare dilatari terusiknya warga yang mayoritas menggantungkan hidupnya dari habitat yang ada di balik rerimbun tumbuhan bakau.

Kelompok ini kemudian membangun jembatan dari kayu ulin pada tahun 2003. Panjang jembatan yang dibangun mengeliling sekitar 1.000 meter dengan lebar satu meter. Di pintu masuk, ada sebuah gerbang berukiran perisai Dayak. Setelah menapaki jembatan sekira 100 meter, kita bisa menemukan dua gazebo yang cocok untuk membuat acara kecil atau sekedar bersantai menikmati suasana.

Menelisik lebih dalam, kita akan bertemu dengan percabangan jembatan, satu mengarah ke menara pemantau setinggi ±5 meter dan satu lagi mengarah ke hutan yang lebih rimbun, agak gelap, dan berhawa lebih sejuk. Keduanya kembali bertemu di sebuah jembatan besar yang berada di atas sungai.

Hutan ini memiliki koleksi flora yang beragam. Ada jenis-jenis bakau (Rhizophora), tumbuhan api-api hitam (Avicennia alba), pohon nipah (Nypa fruticans), pidada (Sonneratia caseolaris), bintaro (Cerbera spp.) dan masih banyak lagi.

Serupa dengan flora, satwa di sini pun terdiri dari beragam jenis. Sebut saja kepiting bakau, ikan tempakul, beberapa jenis burung dan bekantan — monyet endemik yang hanya hidup di hutan-hutan Kalimantan.

Destinasi wisata satu ini digemari oleh pelancong lintas usia. Anak-anak sering terlihat bermain-main di sini pada sore hari, kaum muda biasa mencari ketenangan atau berburu foto bahkan menggelar foto pre-wedding di sini, dan orang-orang tua biasa mengajak keluarga mereka berlibur ke sini.

Kawasan konservasi yang terletak di belakang SMA Negeri 8 Balikpapan ini hanya dapat dicapai dengan kendaraan pribadi. Sesampai di SMAN 8, masukilah gang kecil berlantai kayu ulin tepat di samping kiri dinding sekolah itu. Jarak mulut gang ke pintu masuk hutan sekitar 100 meter. Pintu masuk sendiri berbentuk gerbang dua pintu.

Meskipun terdapat bilik kecil semacam loket penjualan tiket, namun memasuki gerbang ini tidak perlu membayar tiket. Gerbang ditunggui warga pengawas hutan. Cukup memberi seikhlasnya bagi penjaga pintu tersebut bila ingin melewati gerbang sebagai penghargaan untuk yang menjaga dan merawat kawasan itu. Hutan Mangrove Margomulyo ini dibuka dari jam 08.00 sampai 17.30 WITA.

Konservasi Mangrove Margomulyo
Telepon (0542) 421 766

LEAVE A REPLY