Munculkan Produk Baru Kerajinan Daur Ulang

Munculkan Produk Baru Kerajinan Daur Ulang

214
0
SHARE

Sinergi Kreatif 3 UKM Unggulan: Cake Salakilo-Discover dan Sungai Wain Souvenir

Oleh: Harry F. Darmawan/GoDiscover

KEGELISAHAN sejumlah pelaku UKM dan pegiat pariwisata untuk memajukan Balikpapan bukan ditunjukkan dengan keluhan. Beberapa di antara mereka mencoba melangkah lebih produktif, salah satunya dengan memunculkan kreativitas melalui sinergi kreatif.

Seperti, Rabu (7/2) siang. Owner CV Serai Wangi, Riswahyuni, yang dikenal dengan produk unggulan Cake Salak-nya, mengunjungi Hutan Lindung Sungai Wain, Km 15 Balikpapan Utara, bertemu dengan Pengurus Sungai Wain Souvenir – Agusdin.

Riswahyuni didampingi suaminya dan difasilitasi oleh Radenarisda, Penanggung Jawab Discover Borneo (DB), yang sudah lebih dulu memberi asistensi dan pendampingan terkait produk-produk kerajinan Sungai Wain Souvenir.

“Cake Salak selama ini juga membuat kerajinan dari bahan daur ulang. Memberi edukasi kepada anak-anak sekolah. Kami ingin ada sinergi dengan pengrajin Sungai Wain untuk melahirkan kreasi yang lebih produktif dan berkualitas,” sebut Riswahyuni.

BERPRESTASI: Riswahyuni saat menerima penghargaan dari Pemerintah Republik Indonesia KREASI PRIMA MUTU 2014.

Agusdin, yang juga tokoh masyarakat Desa Sungai Wain dan Pengelola Hutan Lindung Sungai Wain (HLSW) menyambut antusias keinginan sinergi itu.

“Produktivitas kami memang belum besar, karena baru skala rumah tangga. Tapi selama ini cukup bisa menjawab kebutuhan oleh-oleh souvenir para wisatawan yang berkunjung ke Hutan Lindung Sungai Wain,” jelas Agusdin.

EKSPANSI USAHA, PERKUAT SINERGI

Untuk diketahui, Agusdin selama belasan tahun dikenal aktif ikut membangun kemandirian ekonomi warga sekitar Desa Sungai Wain. Riswahyuni mengawali usaha pada 2012 berangkat dari keprihatinannya dengan nasib petani salak di Km 21 Karang Joang yang saat itu nilai jualnya kurang produktif.

SOUVENIR BALIKPAPAN: Agusdin (tiga dari kanan) saat produksi kerajinan berbahan limbah kayu, didampingi Radenarisda (paling kiri).

Berbagai tantangan dihadapi hingga Cake Salak muncul sebagai UKM unggulan di Balikpapan, diakui secara nasional, dan menjadi jawara oleh-oleh dalam sebuah kompetisi yang digelar Blue Band. Konsistensi Riswahyuni berbuah belasan prestasi, termasuk Penghargaan Tertinggi Upakarti pada 2 Agustus 2017 kemarin oleh Presiden Republik Indonesia.

UPAKARTI: Riswahyuni (kanan) saat menerima trofi Penghargaan Tertinggi Upakarta 2017 di Kementerian Perindustrian, Jakarta 2 Agustus 2017.

“Dua tokoh yang dikenal konsisten di bidangnya, juga punya jiwa sosial tinggi, tentu akan sangat baik jika bersinergi,” timpal Radenarisda. “Discover yang selama ini dikenal lewat kontribusinya di bidang kreatif, publikasi pariwisata dan UKM, tentu dengan senang hati memfasilitasi dan mendukung,” tambah Aden, sapaannya.

FOKUS SOUVENIR DAUR ULANG

Diketahui, Sungai Wain Souvenir berawal sejak 2014, didukung oleh Pertamina RU V Balikpapan melalui program CSR (Coorporate Social Responsibility), dan difasilitasi oleh Discover Borneo (DB) sebagai pelaksana program. Selama 3 tahun lebih, Sungai Wain Souvenir melahirkan banyak karya kreatif dan memenuhi pesanan terbatas sejumlah kerajinan yang berbahan dasar limbah hutan dan kayu, serta batok kelapa.

PRODUKSI: Proses pengolahan limbah batok kelapa menjadi souvenir khas Balikpapan di Pendopo Sungai Wain.

Terbaru, Ketua Dekranasda Balikpapan Arita Rizal Effendi juga sudah merekomendasikan produk Sungai Wain Souvenir sebagai souvenir unggulan dan memberi space di Gallery Dekranasda, di Dome Balikpapan.

LIMBAH JADI BERKAH: Salah satu produk hasil olahan sentra souvenir Sungai Wain, gantungan kunci.

Cake Salakilo juga memiliki beberapa produk kerajinan dengan bahan dasar limbah salak. “Fokus kami suatu saat ingin agar ada konsep di mana Salakilo dan Sungai Wain Souvenir bisa memiliki produk kerajinan yang dikembangkan dari bahan limbah yang didaur ulang,” tambah Riswahyuni.[*]

KULIT SALAK CANTIK: Riswahyuni juga sudah memproduksi beberapa kerajinan yang terbuat dari limbah kulit salak, salah satunya bunga kulit salak.

LEAVE A REPLY