Yuk, Pahami Gangguan Tidur “Baru” Bernama Orthosomnia

Yuk, Pahami Gangguan Tidur “Baru” Bernama Orthosomnia

154
0
SHARE

Selain insomnia, kini ada gangguan tidur lagi yang tergolong baru. Dalam studi yang dipublikasikan di Journal of Clinical Sleep Medicine menyebut, gangguan tidur baru tersebut benama orthosomnia.

Gangguan tidur ini terjadi pada orang-orang yang terlalu terbobsesi dengan hasil pelacak tidur dan kebugaran. Mereka terlalu terobsesi mendapatkan tidur sempurna, sehingga berdampak buruk pada diri mereka sendiri.

“Penggunaan alat pelacak tidur meningkat dengan cepat dan mendorong orang memiliki kesempatan melacak pola tidur mereka,” ungkap salah satu peneliti yang dikutip oleh The Independent.

Peningkatan ini terjadi karena orang-orang yang mengalami insomnia mencari cara untuk pengobatan. Mereka mengandalkan data dari pelacak tidur dan mengejar “hasil positif”.

Sayangnya, keberadaan alat pelacak tersebut justru berdampak sebaliknya untuk orang-orang yang tidak memiliki gangguan tidur. Mereka meyakinkan diri sendiri, bahwa mereka menderita gangguan tidur, padahal tidak. Akibatnya, mereka “hanya” menjadi terobsesi untuk mendapatkan tidur yang “sempurna”.

Untuk mempelajari efek dari pelacak tidur para peneliti melihat pada kasus di mana orang dewasa mencari pengobatan, karena masalah tidur yang didiagnosa sendiri.

Hingga kini di Amerika Serikat diperkirakan kasus ini terjadi pada 10 persen orang dewasa. Dalam kasus pertama, laki-laki dewasa mencari bantuan medis untuk pengobatan karena merasa gusar, dan mengalami kesulitan kognitif. Mereka juga mengalami kelelahan jika tidak mendapatkan tidur delapan jam, berdasarkan pantauan dari alat pelacak tidurnya. Dan, dalam semua kasus, banyak yang melacak pola tidur mereka sendiri setiap malam, untuk kemudian merasa khawatir sepanjang hari.

Kendati demikian, belum ditemukan bukti konkret apakah orang yang mengalami gangguan tidur sebelum kasus orthosomnia juga mendiagnosa diri sendiri.

Menurut National Sleep Foundation, orang dewasa biasanya membutuhkan 7-9 jam tidur per malam, tergantung pada berbagai faktor dan bervariasi untuk setiap orang. Tetapi, jika bangun dengan perasaan segar dan baik, kita biasanya memiliki tidur malam yang nyenyak — tak peduli apa yang ‘dikatakan’ alat pelacak tidur.

Dengan temuan ini, rasanya kita perlu secara bijak dan hati-hati menggunakan alat pelacak tidur, agar terhidar dari risiko mengalami kecemasan, atau terobsesi “berlebih” mendapat tidur nyenyak.

Source: Kompas Lifestyle

LEAVE A REPLY

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.