Cara Cerdas Lunasi Utang Bisnis dengan Cepat`

Cara Cerdas Lunasi Utang Bisnis dengan Cepat`

438
0
SHARE

Memulai bisnis dengan berutang ada baiknya untuk sebuah perusahaan. Utang bisa jadi strategi yang tepat dalam mengembangkan usaha.

Strategi ini harus bisa menjangkau serta meng-cover berbagai aspek termasuk bagaimana agar utang segera lunas tetapi kondisi keuangan perusahaan tidak terganggu. Kiat berikut bisa jadi cara yang cerdas agar utang bisnis bisa lunas dengan cepat.

1. Masukkan Rencana Pelunasan Utang dalam Skema Perusahaan
Meski utang adalah tunggakan diluar skema usaha, tetapi utang juga menjadi bagian dari modal bisnis yang harus dijadwalkan tempo pengembaliannya. Agar pelunasan bisa berjalan dengan baik, masukkan rencana pelunasan utang dalam skema perputaran keuangan perusahaan secara holistik. Ini akan memberikan gambaran bahwa utang tak terpisah dari modal.

2. Jadwalkan Penyelesaian Utang dari yang Terkecil
Jumlah utang bisa berbeda-beda tergantung dari kebutuhan saat timbulnya utang. Dengan demikian, cara terbaik adalah membukukan utang dalam pembukuan tersendiri. Ini untuk mengetahui utang mana yang terkecil, dengan demikian pelunasan bisa terjadwal secara lebih signifikan.

3. Susun Tempo untuk Melakukan Cicilan
Kiat ketiga adalah melakukan tempo pencicilan utang. Lunasi utang jangka terpendek. Ini bisa dijalankan dengan prosedur pembayaran harian atau mingguan. Cara ini agar utang tak menumpuk dan dapat terbayarkan pada saat jatuh tempo, hindari menunggak utang.

4. Sisihkan Dana Pembayaran Utang Secara Berkala
Agar utang “pasti” terbayar, maka tidak ada salahnya untuk menyisihkan porsi pembayaran utang dalam setiap penerimaan kita. Misalnya dengan membuat aturan bahwa dari setiap penerimaan, ada 10% disisihkan untuk pembayaran utang.

Tujuannya agar saat jatuh tempo ada dana untuk membayar. Bila dalam kenyataannya kurang, masih lebih baik daripada tidak memiliki persiapan apapun.

Utang adalah beban keuangan yang musti dibayarkan. Terlebih saat jatuh tempo, bila tunggakan terjadi maka ini kemungkinan akan membawa beban tambahan. Biasanya dalam bentuk bunga. Karenanya, hindari sebisa mungkin agar utang jangan sampai tertunggak.

Source: Detik Finance

LEAVE A REPLY

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.