Maret 2018, Inflasi Balikpapan 2,24%

Maret 2018, Inflasi Balikpapan 2,24%

212
0
SHARE

SIAPKAN LANGKAH ANTISIPATIF

Ke depan, BI Balikpapan memprediksi inflasi Kota Balikpapan masih terjaga dan dalam target sasaran, meski menghadapi tantangan momentum Ramadhan dan Idul Fitri 1439 Hijriah.

Hal itu didukung dengan terpenuhinya kebutuhan pasokan pangan strategis, daya beli masyarakat yang terjaga, dan adanya koreksi harga emas.

Meski begitu pihak Suharman tetap menjalin koordinasi intens dengan Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Kota Balikpapan dalam menghadapi potensi kenaikan harga saat Ramadhan dan Idul Fitri.

Suharman menuturkan, TPID telah menyiapkan beberapa program kerja sebagai langkah antisipatif potensi kenaikan harga, seperti memaksimalkan penggunaan PIHPS Sahabat — yang ke depannya akan menjadi PIHPS Provinsi Kaltim — sebagai alat pemantau pergerakan harga.

“Kami juga telah menyiapkan program kerjasama antar daerah untuk menjaga pasokan bahan pokok tetap terjaga. Ada juga pengembangan klaster bawang merah sebagai upaya peningkatan produktivitas bawang merah. Karena bawang merah adalah salah satu komoditas penyumbang inflasi Balikpapan,” katanya.

Selain itu, guna memotong rantai distribusi sehingga bahan pokok bisa menjadi lebih murah, BI Balikpapan tengah menggodok program efisiensi akses pasar.

“Pengendalian ekspektasi masyarakat agar tidak belanja berlebihan juga diperlukan. Untuk itu kami akan kembali bekerjasama dengan MUI untuk mengimbau masyarakat lewat dakwah di masjid-masjid dan imbauan di berbagai media lainnya,” pungkasnya. (*)

LEAVE A REPLY

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.