Cagar Budaya Dahor Ramaikan Expo Nusantara di TMII

Cagar Budaya Dahor Ramaikan Expo Nusantara di TMII

143
0
SHARE
Sejumlah pelajar mengunjungi replika Rumah Dahor di anjungan TMII

BALIKPAPAN – Rumah pekerja kilang minyak peninggalan zaman Belanda yang berdiri di Jalan Dahor Balikpapan Barat, ikut ambil bagian dalam Expo Nusantara 2019. Kegiatan pameran budaya nusantara itu, berlangsung di Taman Mini Indonesia Indonesia. Rumah Dahor dinilai sebagai salah satu warisan sejarah yang mewarnai keberadaan Pertamina.

“Rumah Dahor merupakan rumah peninggalan zaman Belanda yang dulunya dihuni oleh pekerja kilang sejak zaman BPM (Bataafsche Petroleum Matschappij) tahun 1920-an,” kata Pjs Region Manager Communication & CSR Kalimantan, Cecep Supriyatna. Sejak 11 Juni 2016, Pertamina RU  V Balikpapan menjadi pengelola dan penanggung jawab Rumah Dahor. Mereka dibantu komunitas Dahor Heritage dalam merawat dan menjadikan Rumah Cagar Budaya Dahor sebagai tujuan wisata Kota Balikpapan.

“Saat ini Rumah Dahor berpartisipasi dalam Expo Nusantara 2019 bertemakan Rumah Budaya Bangsa, Sebagai Wujud Bhinneka Tunggal Ika dalam rangka merayakan HUT Ke-44 Taman Mini Indonesia Indah (TMII),” imbuh Cecep. Pertamina mengirimkan delegasi dengan membawa konsep Dahor Heritage Balikapapan dalam meramaikan rangkaian pameran museum.  Expo Nusantara 2019 diselenggarakan selama tiga hari mulai 19-21 April 2019 di Gedung Sasana Kriya, TMII.

Acara expo nusantara dibuka oleh Direktur Utama TMII, Tanribali Lamo didampingi Ketua Pembina Yayasan Harapan Kita, Soehardjo. Tidak hanya pameran museum, expo nusantara juga terdiri atas pameran dan instansi pemerintah, kuliner nusantara, dan produk-produk unggulan.

Tahun ini kali kedua Rumah Cagar Budaya Dahor mengikuti kegiatan pameran di Taman Mini. “Kali ini kami ubah sedikit konsep agar pengunjung dapat lebih aktif dan merasakan atmosfer Rumah Dahor. Konsep booth kami visualisasikan seperti replika aslinya.”

Saat ini terdapat 9 rumah di jalan Letjend Suprapto. Dua rumah aktif digunakan. Satu rumah digunakan oleh Persatuan Wanita Patra untuk perpustakaan dan taman baca anak dan satu rumah lagi digunakan untuk museum mini mengenai sejarah Kota Balikpapan, sejarah rumah, hingga sejarah perusahaan minyak dari zaman Belanda hingga sekarang.

Tanribali dalam kunjungannya ke booth Dahor Heritage Balikpapan mengapresasi keikutsertaan BUMN dalam hal ini Pertamina. “Bagus sekali yang dilakukan oleh Pertamina yaitu menjaga dan melestarikan bagian sejarah kota Balikpapan.”

“Ternyata tidak hanya mengurusi bahan bakar saja ya Pertamina, ternyata banyak hal yang dilakukan Pertamina salah satunya menjadikan asset bersejarah untuk nantinya dijadikan destinasi wisata Kota,” ujar seorang pengunjung. Untuk melestarkan Rumah Cagar Budaya Dahor, Pertamina berharap dukungan dari Pemrintah dan masyarakat Balikpapan.

LEAVE A REPLY

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.