Pengacara: Belum Ada Bukti, Kasihan Awi

Pengacara: Belum Ada Bukti, Kasihan Awi

348
0
SHARE

Saksi Leo yang pada sidang sebelumnya (22/4) dihadirkan sebagai saksi, kembali diminta menjadi saksi lagi serta menunjukan dua versi dokumen audit pada majelis hakim yang diketuai Ketut Mahardika yang sebelumnya diungkapnya di persidangan.

Bukti dua versi laporan keuangan PT Oceans Multi Power (OMP) yang dijanjikan Leo ditunjukan ke majelis hakim. Laporan audit tersebut berdasarkan hitungan kerugian dan keuntungan.

Pada persidangan sebelumnya, Leo membeberkan ada dua laporan keuangan berbeda, yang satu benar dan satu palsu. Dan pemalsuan tersebut atas perintah terdakwa. Fakta baru di persidangan kemarin, itu bukan laporan keuangan.

Melainkan, sebelumnya ada kesepakatan pembelian saham pada Agustus 2017 melalui Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS). Gino selaku komisaris tak hadir. Dikuasakan Akbar Holik. Hasil RUPS, disepakati saham Gino dibeli oleh Awi.

“Sudah deal dan tanda jadi Rp 6,6 miliar. Kalau ada tanda jadi (DP) artinya Gino tak punya saham lagi. Jadinya utang-piutang,” terang Elza.

Dari Rp 6,6 miliar, dikembalikan lagi Rp 1,2 miliar. Kemudian Leo bertugas menghitung seluruh investasi yang disebut-sebut Rp 28 miliar lebih ke PT OMP.

“Laporan keuangan harus orang yang kompeten. Hitungannya untuk laporan keuangan publik. Seperti bank dan lainnya. Bukan hitungan yang dibuat sendiri tujuan negoisasi menjual saham bagi Gino dan Awi,” jelasnya.

Kronologinya, OMP yang bergerak bidang semen dan ready mix di kawasan Jalan AW Syahrani, Somber, Balikpapan Utara itu, mulai investasi pada 2014, dibangun dan beroperasi akhir Mei 2015.

Untuk perusahaan break even point (BEP) produksinya Average. Supaya bisa BEP harus produksi 1.200 sampai 1.500 kubik.

“Kalo perusahaan baru tidak bisa digenjot,” urai Elza.

Sementara kesaksian Gino pada persidangan lalu, average-nya 600 kubik dan masih merugi.

“Namanya investasi dan itu sudah jelas hasil dari akuntan publik periksa perusahaan dari 2014-2016 hasilnya wajar tanpa pengecualian dan diserahkan ke penyidik Bareskrim,” sebut Elza.

Selanjutnya, Elza juga membantah adanya perintah terdakwa Jovinus untuk mark up laporan keuangan.

“Bukti markup, pemalsuan dan pencucian uang, sampai kini juga tidak terlihat,” jawabnya.

Diketahui kantor akuntan publik tempat bekerja Leo sudah ditutup oleh Kementerian Keungan sehingga Leo tidak bisa lagi membuat laporan keuangan perusahaan. April 2017 izinnya sudah dicabut,

Sementara itu, jaksa penuntut umum (JPU) Rahmat mengungkapkan, pihaknya akan kembali menghadirkan saksi-saksi lainnya dalam berkas perkara untuk memperkuat pembuktian. “Bila perlu menghadirkan saksi di luar berkas perkara,” ujarnya.

LEAVE A REPLY

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.