Pengacara: Belum Ada Bukti, Kasihan Awi

Pengacara: Belum Ada Bukti, Kasihan Awi

348
0
SHARE

MULAI MERANGKAK NAIK, TERSANDUNG PIDANA

Perkara dugaan pemalsuan dan tindak pidana pencucian uang yang dilaporkan Gino Sakaris ke Jovinus Kusumadi alias Awi persidangannya sedang bergulir. Keduanya merupakan pemilik saham PT Oceans Multi Power (OMP) yang bergerak di bidang produsen semen merek Conch dan Tiger Ready Mix.

Perusahaan tersebut pada Mei 2015 resmi dioperasikan. Untuk area Kaltim, OMP ditunjuk sebagai distributor oleh pabrik semen milik Anhui Conch Company Ltd atau Conch Group yang didirikan di Desa Saradang, Kecamatan Haruai, Kabupaten Tabalong, Kalimantan Selatan.

Kualitas hasil semen Conch dan harga yang lebih murah, menjadi unggulan guna mendukung pembangunan Balikpapan dan Kaltim pada umumnya. Perusahaan mulai perlahan naik. Konsumen banyak jadi langganan tetap.

Semen berdaya kuat tinggi, beton kualitas baik, serta proses pembuatan adukannya yang mudah menjadi keunggulan lainnya. Selain itu semen output PT OMP tidak mudah beku. Hasil uji semen Conch mengacu pada Standar Nasional Indonesia (SNI). Di Tiongkok disebut GB.

Diketahui, selain di Tabalong, pabrik serupa juga sedang dibangun di Kota Maros, Makassar dan Papua. Semen Conch telah digunakan untuk pembangunan gedung dan jalan di dunia. Seperti Gedung Petronas Malaysia dan Menara di Shanghai. “Hotel Burj Al Arab di Dubai, yang merupakan hotel bintang tujuh, pembangunannya juga menggunakan semen Conch.

Pabrik yang berdiri di lahan seluas 1 hektare di Jl. AW. Syahranie ini memiliki enam armada truk, termasuk gudang, kantor, timbangan, laboratorium dan peralatan pendukung ready mix.

Armada truk milik PT. Oceans Multi Power (OMP) di Jl. AW. Syahranie, Balikpapan Utara. (Foto: Kaltim Post)

Setelah kedua pemilik sahamnya sedang berproses perkara, operasional perusahaan tetap berjalan. Selain itu, karena ada dua pemilik saham, ada karyawan yang di-PHK.

“Kalau karyawan Pak Awi, sudah diberhentikan semua,” ujar Wiliam (48), salah satu karyawan PT OMP. Sementara yang menjadi anak buah Gino Sakaris, masih bekerja.

Wiliam berharap, kasus tersebut bisa selesai. “Cepat selesai. Kan keduanya pemilik saham. Pasti ada jalan keluarnya. Demi kelangsungan karyawan dan perusahaan,” harapnya. [*/kp/hfd]

LEAVE A REPLY

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.