Armada Pengangkut BBM di Indonesia Manfaatkan IoT

    60
    0
    SHARE

    Penerapan Internet of Things (IoT) di Indonesia semakin meluas. Bahkan mulai merambah industri minyak dan gas. Hal ini dibuktikan dengan keberadaan Telkomsel FleetSight pada kendaraan operasional truk pengangkut Bahan Bakar Minyak (BBM) milik Pertamina Patra Niaga.

    Dengan teknologi itu, Pertamina Patra Niaga dapat memonitor bahkan mengontrol armada dan aset bergerak lainnya. “Pertamina akan mendapatkan manfaat terkait kemudahan  dalam memonitor kendaraan, meningkatkan produktivitas, menekan biaya operasional, sekaligus menjaga  keselamatan karyawan dalam bekerja,” kata Direktur Utama Telkomsel Emma Sri Martini.

    Kolaborasi Pertamina Patra Niaga dengan operator telekomunikasi nomor satu di Indonesia itu diresmikan awal pekan ini di Jakarta. Dalam keterangannya, Direktur Utama PT Pertamina Patra Niaga  Nina Sulistyowati mengatakan strategi itu untuk meningkatkan keselamatan dan efisiensi lebih dari 1.800 unit kendaraan tangki BBM.

    “Sinergi ini tidak hanya berkontribusi positif terhadap operasional Pertamina, namun juga berdampak positif bagi akselerasi efisiensi distribusi agar persediaan BBM dapat menjangkau seluruh masyarakat Indonesia hingga ke pelosok Tanah Air,” ungkap Ninya Sulistyowati.

    Dalam kesmepatan yang sama, Emma Sri Martini menjelaskan, Telkomsel FleetSight menghadirkan solusi IoT termutakhir. Program ini mamu memonitor aset-aset bergerak, serta mengontrol armada. Caranya dengan menyematkan perangkat telematika berbasis satelit yang diintegrasikan dengan berbagai jenis sensor atau peralatan tambahan pada kendaraan.

    Teknologi ini disebut mampu merekam semua paramater mobilitas aset dan sekaligus menyediakan informasi ini kepada pengguna baik dalam bentuk insight maupun data,  seperti pilihan rute, jam operasional kendaraan, perilaku mengemudi, hingga mengukur batas kecepatan.

    Data-data tersebut juga dikombinasikan dengan rule dan alert yang mampu memberikan peringatan secara real-time ketika terjadi pelanggaran standard operasional, misalnya melebihi kecepatan, beroperasi di luar jadwal, melintasi rute yg bukan seharusnya, temperatur kerja komponen-komponen kritikal melebihi standard, dan lain-lain. Melalui perjalanan kendaraan yang lebih efisien, Telkomsel FleetSight juga berkontribusi membuat kendaraan dapat lebih ramah lingkungan karena mampu mengurangi emisi hasil pembakaran (carbon footprint).

    Penjajakan kerjasama PT Pertamina Patra Niaga dengan Telkomsel yang diawali dengan penadantanganan MoU ini akan meliputi tiga fase. Tahap pertama merupakan pemasangan Telkomsel FleetSight yang siap beroperasi pada September  hingga Oktober 2019.  Sedangkan tahap kedua dan ketiga merupakan peningkatan fitur Telkomsel Fleetsight dengan mengintegrasikan beberapa sensor tambahan yang dirancang untuk mampu mengidentifikasi parameter tambahan seperti temperatur rem kendaraan, kekentalan oli mesin, dan tekanan pada ban.

    LEAVE A REPLY

    This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.