Risiko Tidur Setelah Makan, Tak Hanya Menaikkan Berat Badan

Risiko Tidur Setelah Makan, Tak Hanya Menaikkan Berat Badan

44
0
SHARE

Mengantuk setelah makan? Itu sangat manusiawi, terlebih jika porsi yang dikonsumsi cukup besar. Ketika pencernaan mulai bekerja, tubuh akan merasa mengantuk sehingga posisi berbaring atau tidur setelah makan sungguh menggoda. Apalagi ada banyak jenis makanan yang mengandung serotonin dan melatonin, hormon yang membuat seseorang mengantuk.

Namun jangan biasakan tertidur setelah makan karena bisa menimbulkan masalah pencernaan. Bahkan dalam jangka panjang, kebiasaan tidur setelah makan bisa mengganggu siklus alami tubuh.

Tidur setelah makan terasa nyaman pada awalnya. Namun ingat, proses pencernaan hanya akan bekerja optimal ketika seseorang duduk tegak sehingga jalannya makanan akan terbantu oleh gravitasi.

Selain mengganggu pencernaan, berikut beberapa masalah yang sering ditemui ketika Anda langsung tidur setelah makan.

1. Gastroesophageal Reflux Disease (GERD)

Penderita GERD pasti tahu betul bagaimana rasanya ketika asam lambung naik ke kerongkongan hingga menimbulkan sensasi terbakar. Tak hanya itu, dada juga bisa terasa sesak dan muncul rasa pahit di mulut. Apabila kebiasaan tidur setelah makan dibiarkan, maka GERD bisa menjadi semakin parah.

2. Insomnia

Jika Anda berharap bisa langsung beristirahat setelah menghabiskan sepiring nasi atau makan camilan tertentu, harapan itu bisa pupus. Contohnya kandungan kafein dalam kopi, teh, minuman bersoda, minuman berenergi, hingga cokelat bisa memicu terjadinya insomnia ketika dikonsumsi berdekatan dengan waktu tidur.

Tak hanya itu, konsumsi jenis makanan dan minuman di atas juga memperbesar keinginan untuk buang air kecil. Dalam jangka panjang, masalah yang bisa terjadi disebut disruptive nocturia yaitu keinginan untuk buang air kecil terus-menerus saat malam hari.

3. Kualitas tidur buruk

Kebiasaan tidur setelah makan juga bisa menyebabkan mimpi buruk dan merusak kualitas tidur seseorang. Makanan berlemak dan minuman seperti kopi dan alkohol dapat membuat Anda terbangun di tengah malam bahkan mengalami mimpi buruk.

Hal ini terjadi karena makan sebelum tidur meningkatkan metabolisme tubuh. Konsekuensinya, otak menjadi lebih aktif dan memicu munculnya mimpi buruk yang terasa begitu nyata.

4. Berat badan naik

Kebiasaan tidur setelah makan yang membuat proses cerna terhambat juga dapat memicu naiknya berat badan. Penelitian dari Nutrition Research tahun 2014 lalu menunjukkan bahwa orang dewasa yang makan larut malam berisiko mengalami kenaikan berat badan karena tingginya asupan kalori.

Masih dari penelitian serupa, di tahun 2019 ini ditemukan bahwa remaja yang kerap makan mendekati waktu tidur memiliki indeks massa tubuh  lebih tinggi. Tak hanya itu, ukuran pinggul mereka pun cenderung lebih besar.

Jadi, sebaiknya Anda makan 2-3 jam sebelum waktu tidur, ini berlaku untuk camilan. Jika benar-benar merasa lapar dan ingin makan saat larut malam, pilih camilan yang mudah dicerna seperti buah-buahan, makanan rendah kalori seperti edamame, dan hindari makanan berlemak yang akan menambah beban kerja pencernaan Anda.

Source : https://cantik.tempo.co

LEAVE A REPLY

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.