Home News Pilkada Balikpapan 2020, Ada Potensi Lawan Kotak Kosong

Pilkada Balikpapan 2020, Ada Potensi Lawan Kotak Kosong

276
0

PILWALI Balikpapan 2020 cenderung minim pasangan calon (paslon). Sejauh ini baru satu nama yang sudah dipastikan bisa mendaftarkan diri. Yakni Rahmad Mas’ud, mengantongi 37 kursi dari 45 kursi di DPRD Balikpapan. Sehingga ada potensi nantinya terjadi kontes pemilu satu paslon melawan kotak kosong.

Hal ini sebelumnya telah terjadi di Makassar pada pilkada 2018. Menanggapi hal ini, Ketua Badan Pengawasan Pemilu (Bawaslu) Balikpapan Agustan menuturkan, ada berbagai kondisi tertentu yang membuat pilkada mengarah pada perlawanan dengan kotak kosong.

“Kalau mengacu regulasi sesungguhnya kolom kosong. Jadi, ada kolom paslon dan kolom kosong,” ungkapnya.

Dia menjelaskan, secara regulasi yang tertuang pada UU Nomor 10 Tahun 2016 ada lima kondisi yang dapat mengakibatkan munculnya kolom kosong atau kondisi paslon tunggal.

Di antaranya, partai politik tidak mendaftarkan calon ke KPU. Kemudian potensi kotak kosong terjadi dalam hal jika calon yang didaftarkan tidak memenuhi syarat, pencalonannya batal.

“Ada juga karena sanksi diskualifikasi jika terjadi pelanggaran dari paslon,” tuturnya.

Serta diskualifikasi jika parpol menerima imbalan dalam hal apa pun selama proses pencalonan. Ketika hanya ada satu paslon, sejauh ini belum diatur secara detil metode kampanye melalui PKPU.

“Jadi, masih sah saja masyarakat kampanyekan kotak kosong,” ungkapnya.

Namun, dengan catatan, selama tidak melanggar aturan larangan kampanye hitam yang disebutkan pada Pasal 69 UU Nomor 10 Tahun 2016 tentang Pilkada. “Di antaranya tidak menghina seseorang, menyebarkan hoaks, berbau SARA, dan ujaran kebencian,” tuturnya.

Agustan mengungkapkan, pihaknya terus memantau pelaksanaan Pilwali Balikpapan 2020. Teranyar seperti saat pelaksanaan pencocokan dan penelitian (coklit) yang dilakukan petugas pemutakhiran data pemilih (PPDP). Salah satu saran dan evaluasi adalah memastikan kolom stiker yang seharusnya diisi oleh petugas.

Pihaknya masih menemukan setelah coklit masih ada kolom stiker yang kosong. “Terkait jumlah pemilih yang seharusnya disampaikan berapa jumlah pemilih dalam satu KK,” sebutnya.

Kemudian setelah mengisi kolom terdapat tanda tangan pemilih dan petugas. Itu bukti bahwa petugas dan pemilih sudah bertemu dan data valid. [*]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.