Memaknai 75 Tahun Indonesia Merdeka

Memaknai 75 Tahun Indonesia Merdeka

205
0
SHARE

Oleh:
Muhammad Nadzir
Dosen Pascasarjana Magister Ilmu Hukum Universitas Balikpapan

Pada hari Senin 17 Agustus 2020 genap 75 tahun Indonesia menjadi negara yang merdeka, merdeka dari penjajahan kolonial Belanda dan kolonial Jepang.

Kemerdekaan yang diraih dengan tetesan darah, cucuran keringat, dan air mata dengan mengorbankan nyawa dan harta oleh para pejuang kemerdekaan seperti Teuku Umar, Cut Nyak Dien, Teuku Imam Bonjol, Sultan Iskandar Muda, Sultan Toha, Sultan Ageng Tirtayasa, Sultan Agung, Sultan Mahmud Badaruddin II, Sultan Syarif Kasim II, Sultan Hasanuddin, Sultan Babullah, Pangeran Diponegoro, Pangeran Antasari, KH. Ahmad Dahlan, KH. Hasyim As’ari, KH. Wahab Hasbullah, I Gusti Ngurah Rai, Tjilik Riwut, Sam Ratulangi, Juanda, Adi Sucipto, Yos Sudarso, Halim Perdana Kusuma, Bung Tomo, Soekarno, Hatta, serta ratusan pahlawan lainnya yang namanya diabadikan oleh negara dan ribuan lagi pahlawan yang namanya tidak diabadikan oleh negara yang dengan gigih dan sungguh-sungguh berusaha memerdekakan bangsa Indonesia dari kekuasaan penjajah.

Semangat memerdekakan bangsa Indonesia yang digelorakan para pahlawan pendahulu telah mampu mengusir dan mengalahkan penjajah dengan semboyan persatuan Indonesia, bersatupadu sebagai anak bangsa dengan menyingsingkan lengan baju mengangkat senjata dengan pedang, panah, bambu, rotan dan senapan serta dengan diiringi usaha dan doa yang tidak pernah henti agar terbebas dari kesewenang-wenangan, penindasan, dan hegemoni kaum penjajah pelanggar Hak Asasi Manusia, penghancur martabat kemanusian dan akhirnya mampu dipatahkan, dikalahkan, dihancurkan dan dipukul mundur dari bumi nusantara dan menyerah kalah dan mengakui kemerdekaan negara Indonesia yang diproklamasikan oleh putra terbaik bangsa Soekarno-Hatta pada tanggal 17 Agustus 1945 di Jakarta.

Perjalanan sejarah pasca kemerdekaan negara republik Indonesia tahun 1945 yang kini telah mencapai usia 75 tahun, diwarnai usaha-usaha yang sungguh-sungguh oleh presiden Soekarno, Soeharto, Habibie, Abdurrahman Wahid, Megawati, Susilo Bambang Yudoyono, dan saat ini Joko Widodo, untuk mewujudkan masyarakat adil dan makmur serta sejahtera lahir dan bathin.

Usaha tersebut dilakukan melalui perencanaan pembangunan dengan program-program pembangunan yang dapat dirasakan secara langsung maupun tidak langsung oleh rakyat, baik program kerja jangka panjang melalui rencana pembangunan jangka panjang, rencana pembangunan jangka menengah, dan rencana pembangunan jangka pendek yang bersifat tahunan, secara umum sampai dengan hari ini terdapat kemajuan yang signifikan dalam berbagai bidang pembangunan, seperti pendidikan, kesehatan, ekonomi, hukum, seni dan budaya, demokrasi, teknologi dan informasi, serta pembangunan fisik dan mental spiritual.

Namun demikian juga disadari masih terdapat kekurangan disana sini yang masih harus terus diperjuangkan bersama misalnya soal penegakan hukum, masalah korupsi, masalah pengangguran, masalah pendidikan, masalah integrasi bangsa, masalah persatuan dan kesatuan serta masalah-masalah lainnya.

Memaknai kemerdekaan yang sampai hari ini telah dirasakan dan dinikmati oleh setiap warga negara dengan cara bersyukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, dengan menjalankan ajaran keimanan dan keyakinannya sesuai dengan agama dan kepercayaannya masing-masing.

Para pendiri bangsa dengan tegas menyatakan bahwa kemerdekaan yang diraih oleh bangsa Indonesia merupakan berkah dan rahmat dari Allah Tuhan Yang Maha Esa. Sehingga alam dan suasana kemerdekaan yang dirasakan sejak tahun 1945 hingga hari ini dapat diisi dengan sikap dan perbuatan yang sesuai dengan nilai-nilai agama dan keimanan masing-masing warga negara dengan kewajiban menghormati dan menghargai perbedaan keyakinan warga lain.

Dengan demikian makna kemerdekaan 75 tahun Indonesia merdeka salah satunya adalah bersyukur atas nikmat merdeka dengan taat pada ajaran agama dan memberi kebebasan setiap warga negara untuk beriman dan beribadah sesuai dengan agama dan keyakinannya masing-masing.

Memaknai 75 tahun Indonesia merdeka yang selanjutnya adalah dengan menghidupkan, membiasakan, dan membudayakan nilai dan kegiatan gotong royong ditengah-tengah masyarakat. Gotong royong merupakan budaya luhur yang sudah ada dan diajarkan oleh nenek moyang bangsa Indonesia, prinsip gotong royong adalah “ringan sama dijinjing, berat sama dipikul” betapa beratnya masalah-masalah yang dihadapi negeri ini jika diurus dengan baik dengan pola ajaran leluhur, maka masalah-masalah tersebut akan mudah dipecahkan oleh bangsa Indonesia.

Masalah pengangguran, masalah pendidikan, masalah kesehatan, masalah pencemaran lingkungan, masalah bahaya disintegrasi, masalah politik, masalah ekonomi, masalah sosial dan masalah-masalah lain yang dihadapi negara ini akan mudah diselesaikan dengan cara gotong royong.

Dengan gotong royong terwujud kebersamaan, terwujud kekompakan, terwujud kesederhanaan dan kesahajaan sesama anak bangsa untuk dengan cara bersama-sama menyelesaikan masalah yang dihadapi bangsa Indonesia.

Memaknai 75 tahun Indonesia merdeka juga bisa dilakukan dengan menjunjung tinggi persatuan dan kesatuan bangsa, perkembangan teknologi informasi dan membanjirnya media sosial diera majunya teknologi hari ini, dengan mudah membawa hubungan sesama warga negara mudah terfriksi dalam perbedaan-berbedaan, yang jika perbedaan-perbedaan tersebut tidak didasari kedewasaan berfikir, penghormatan perbedaan pandangan, serta bersikap bijaksana, maka dapat saja perbedaan tersebut membawa duka dan bencana bagi negeri ini, karena itu penggunaan teknologi informasi, media sosial harus dijadikan sarana sebagai pemersatu bangsa, banyak masalah-masalah yang cukup besar dari negara ini yang lebih perlu segera diselesaikan oleh negara dan masyarakat dalam mewujudkan cita-cita negara terwujudnya keadilan, kemakmuran dan kesejahteraan.

Dengan bersatu padu, menjungjung tinggi nilai persatuan dan kesatuan bangsa, maka cita-cita tersebut akan mudah dengan segera diwujudkan dengan baik.

Negara Indonesia bersyukur memiliki intitusi Tentara Nasional Indonesia dan Kepolisian Negara Republik Indonesia yang hari ini tetap solid mengawal dan memberikan contoh yang baik dalam menjungung tinggi pentingnya merawat persatuan dan kesatuan bangsa. Dirgahayu negeriku Indonesia tercinta yang ke-75, Merdeka! [*]

LEAVE A REPLY

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.