Pulihkan Ekonomi, Genjot Sektor UMKM

Pulihkan Ekonomi, Genjot Sektor UMKM

109
0
SHARE
Foto: instagram.com/bungnajib.bpp

Oleh: Harry F. Darmawan

Penurunan ekonomi imbas pandemi Covid-19 adalah hal yang harus diterima, suka atau tidak. Namun, pemulihan ekonomi harus segera digenjot agar tidak terjadi resesi.

Mengenai upaya pemulihan ekonomi yang sudah dilaksanakan Pemerintah Kota Balikpapan, Wali Kota Balikpapan Rizal Effendi saat ditemui tim Discover menuturkan, ada beberapa program yang sudah digelar.

“Kegiatan yang sebelumnya kita tutup sekarang sudah dilonggarkan. Kita juga mengeluarkan kebijakan penundaan pembayaran pajak dan PBB agar dunia usaha bisa bernafas,” bebernya.

Namun sampai saat ini, Rizal mengonfirmasi, satuan tugas (satgas) yang ditugaskan khusus untuk pemulihan ekonomi belum terbentuk.

Belum terbentuknya satgas pemulihan ekonomi ini menarik perhatian anggota Komisi II DPRD Balikpapan Muhammad Najib.

Menurutnya, Pemkot sudah seharusnya mulai menggenjot pemulihan ekonomi. Salah satunya dengan menggenjot sektor UMKM.

Najid menyebut, menggenjot ekonomi di pasar-pasar perlu dilakukan secepatnya agar roda perekonomian pelan-pelan bergerak.

“Harusnya Pemkot secepatnya membentuk Satgas Pemulihan Ekonomi. Karena seperti bansos kemarin itu kan ibarat hanya untuk membuat masyarakat dapat bertahan hidup,” ujarnya.

Anggota DPRD Balikpapan dari fraksi PDIP itu meminta agar ekonomi kecil segera ditingkatkan.

“Mungkin dengan adanya subsidi bagi pelaku usaha mikro agar mereka bisa melanjutkan usahanya,” katanya.

Soal pendapatan asli daerah, ia mengungkapkan, Pemkot sudah memasang alat perekam transaksi di beberapa titik sumber PAD, seperti Excelso, BSB, Gran Jatra Hotel, dan Grand Tulip. Alat tersebut dipasang di kasir-kasir mereka.

Dengan alat tersebut, diharapkan PAD Kota Balikpapan bisa meningkat, seiring dengan transparansi data transaksi di sumber-sumber PAD.

“Kita ingin alatnya itu ditambah ke titik-titik lainnya,” akunya.

Realisasi PAD Kota Balikpapan tahun 2020 sendiri hanya mencapai 50% dari target yang diumumkan awal tahun lalu, akibat adanya pandemi Covid-19.

Najib menilai, hal ini wajar terjadi. Namun di tahun depan, harus terjadi peningkatan.

“Jadi sumber-sumber PAD harus dimaksimalkan dari sekarang,” tutupnya. [*]

LEAVE A REPLY

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.