Home DPRD Balikpapan Serap Aspirasi, Iwan Wahyudi Gelar Reses di RT 73 Muara Rapak

Serap Aspirasi, Iwan Wahyudi Gelar Reses di RT 73 Muara Rapak

47
0

BALIKPAPAN – Pada hari terakhir reses masa persidangan I Tahun 2021 pada hari ini (23/11), anggota DPRD Kota Balikpapan dapil Balikpapan Utara, Iwan Wahyudi menggelar pertemuan dengan konstituennya di RT 73, Kelurahan Muara Rapak.

Berbagai aspirasi disampaikan warga RT 73 kepada wakil rakyat dari PPP tersebut. Mulai dari perbaikan lingkungan, BPJS kesehatan, semenisasi, masalah drainase, bantuan sosial (bansos), hingga soal bantuan bagi UMKM.

Salah satu aspirasi disampaikan Ketua RT 73, Sumono. Dirinya berharap dengan kegiatan reses ini, lingkungannya yang kerap dilanda longsor segera diperbaiki.

“Kami meminta adanya perbaikan lingkungan. Ini karena sering terjadi longsor, apalagi sekarang sering hujan. Bila dibiarkan akan menimpa rumah warga serta menutup jalan,” ujarnya.

Ada pula Sumono yang menanyakan soal bansos dari pemerintah. Dirinya menyampaikan bahwa hanya sedikit warganya yang menerima bantuan tersebut.

“Bansos yang kami usulkan ke Kelurahan tidak sama yang diterima. Dari 108 warga yang kami kirimkan, namun cuma 48 saja yang mendapatkan bansos tersebut. Mohon untuk kejelasannya,” terang Sumono.

Sementara itu, warga RT 73 bernama Suma’iyah berharap adanya bantuan terkait pembayaran BPJS Kesehatan. Suma’iyah telah menunggak pembayaran jaminan kesehatan itu selama enam tahun.

“Yang ingin saya sampaikan, BPJS Kesehatan tidak bisa saya bayarkan lagi karena menunggak hingga enam tahun. Mohon kiranya Pak Haji Iwan bisa membantu, bagaimana caranya supaya BPJS Kesehatan kami bisa dipergunakan.” harapnya.

Berbagai aspirasi warga tersebut, dikatakan Iwan Wahyudi, akan ditampung, diusulkan, dan diusahakan untuk direalisasikan sesegera mungkin. Utamanya masalah yang mendesak, seperti perbaikan lingkungan untuk antisipasi longsor.

Insha Allah akan terealisasikan pada tahun ini. Baik itu longsor, semenisasi jalan, maupun drainase,” kata Iwan.

Sementara terkait bantuan UMKM, jika nantinya dibuka lagi oleh kementerian terkait, pihaknya akan membantu untuk pengajuan ke dinas terkait. Selanjutnya untuk tunggakan BPJS Kesehatan, nomor kepesertaannya telah dibekukan dan harus membuka yang baru.

“Mudah-mudahan kepada pelaku UMKM ekonominya bisa kembali pulih. Saya juga akan mencoba membantu dan menanyakan kepada pihak BPJS Kesehatan, yang tertunggak ada istilahnya membekuan tunggakan nomor yang tertunggak dan akan dibuka kembali nomor yang baru,” pungkasnya. [*/dah]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.