Lifestyle

Lagom, tren gaya hidup dari Skandinavia

Tahun lalu, banyak orang membicarakan hygge. Tahun ini tren lain datang dari Skandinavia yang disebut lagom.

Dalam enam bulan terakhir–sejak pertengahan 2016–BBC melaporkan, Google telah mencatat adanya kenaikan pencarian kata ‘lagom’. Bahkan dalam tiga bulan terakhir, kata tersebut telah dicuitkan lebih dari 13.500 kali.

Apa sebenarnya lagom? Berbeda dengan hygge, konsep lagom lebih mudah diucapkan dan dipahami. Jika diterjemahkan lagom berarti ‘tidak lebih, tidak kurang, cukup’. Dari situ tergambar lagom dapat bermakna adil, hemat, dan terciptanya keseimbangan.

“Kata ‘Lagom’ adalah bahasa Swedia namun konsepnya secara universal berasal dari Nordik,” ujar koki dan pemilik Scandinavian Kitchen, Bronte Aurell dikutip Telegraph.

Kata lagom menurut Bronte merupakan kependekan dari kalimat ‘laget om‘ yang bermakna ‘di kalangan tim’. Kata tersebut berasal dari era Viking. “Kala itu, bir saling dioper, laget om, dan semuanya ikut minum,” jelas Bronte. Makna lagom sekarang ini tidak jauh berbeda. Semuanya pasti dapat jatah jika mengambil cukup.

Secara krusial hal yang mendasari lagom adalah rasa syukur, kecukupan. Rasa bahwa segala sesuatunya cukup apa adanya. Senada dengan bunyi peribahasa Swedia “Lagom ar bast” yang berarti “Jumlah yang tepat adalah yang terbaik.”

Mempraktikkannya dalam hidup bisa berarti menjaga keseimbangan dalam berpikir dan bersikap. “Jangan membangun rumah paling besar di kota dan beli ini itu, tapi juga jangan jadi miskin,” jelas produser Swedia Johan Hugo tentang lagom.

Kuncinya ada pada keseimbangan dan moderasi. Dua hal yang menjaga orang Swedia tetap bahagia. Lagom tercermin benar dalam gaya hidup orang Swedia. Mulai dari gaya berpakaian, desain, dan cara hidupnya yang serba seimbang.

Daily Mail mengutip psikolog Profesor Jaime Kurtz yang mengatakan lagom sangat pas untuk 2017. Kurtz merasa, lagom jadi begitu populer karena banyak orang merasa lebih siap menyambut keseimbangan dalam hidup. Terutama kala tahun baru berganti.

Bagaimana cara mempraktikkan lagom dalam keseharian?

  • Makan cukup. Jika saat makan bersama ada sepotong pie tersisa, jangan Anda ambil. Selain dapat menimbulkan kesan tak sopan, rasanya Anda juga makan berlebihan.
  • Penampilan sederhana. Anda bisa tetap bergaya, namun tidak berlebihan. Menggunakan riasan pun pakemnya sama, bergaya alami.
  • Lebih ramah lingkungan. Semangat lagom adalah semangat perubahan menjadi lebih baik. Tak perlu langsung besar, namun perubahan kecil sedikit demi sedikit. Bisa dimulai dengan mematikan lampu saat keluar ruangan.
  • Menjaga keseimbangan hidup dan bekerja. Tinggalkan pekerjaan pada waktunya. Setelah itu Anda bisa bersosialisasi atau bersantai di rumah.
  • Bersyukur. Iri dengan orang lain yang kelihatan lebih bahagia di media sosial? Anda tak akan tahu kenyataannya seperti apa. Daripada buang waktu, lebih baik Anda bersyukur atas apa yang Anda miliki saat ini.

Source : beritagar.id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button