DPRD Balikpapan

DPRD Balikpapan Tekankan Vaksinasi di Bandara Hanya untuk Urgensi Tertentu

Demi menekan laju penularan Covid-19 di Kota Balikpapan yang melonjak, Pemerintah Kota Balikpapan memberlakukan PPKM level IV, yang ditujukan guna membatasi mobilitas masyarakat, termasuk perjalanan antar daerah.

Salah satunya perjalanan melalui Bandara Internasional Sultan Aji Muhammad Sulaiman (SAMS) Sepinggan Balikpapan, yang mewajibkan melakukan vaksinasi terlebih dahulu. Kebijakan ini kemudian diiringi dengan adanya kegiatan vaksinasi bagi calon penumpang di Bandara SAMS Sepinggan.

Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Balikpapan Budiono Sastro Prawiro mengatakan, vaksinasi di bandara tersebut hanya diperuntukkan bagi pelaku perjalanan yang sifatnya emergency.

“Vaksin di bandara SAMS Sepinggan Balikpapan itu diperuntukkan untuk calon penumpang yang kondisinya sangat emergency, contoh ada keluarga yang meninggal dari ketika mau terbang belum vaksin, terus karena keadaan emergency tadi diperbolehkan,” katanya.

Dia juga menyampaikan, secara atauran, ketika selesai vaksin, masyarakat tidak boleh serta-merta beraktivitas berat, karena itu sifatnya hanya memberi solusi pada kondisi darurat. Oleh karena itu pemerintah menggalakkan vaksinasi bertahap seperti hari ini.

“Cukup yang urgen saja, vaksin di terminal keberangkatan khususnya penerbangan masih diakomodir masyarakat yang ingin berpergian dengan kondisi sangat penting, tapi yang belum vaksin masih diakomodir,” ucapnya.

Budiono juga mengungkapkan, sebenarnya kondisi saat ini dengan penerapan PPKM level IV, warga dilarang bepergian apabila tidak bersifat penting. “Sebagai salah satu upaya pemerintah untuk mencegah penularan Covid-19 dengan menggalakkan vaksinasi kepada masyarakat,” ungkapnya. [*/to]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button