News

Ekonomi Triwulan 1 2017 Membaik

INFLASI BALIKPAPAN TERENDAH DARI 9 KOTA

Oleh: Harry F. Darmawan/GoDiscover

Menurunnya tingkat risiko perekonomian global di bulan ini telah menciptakan peluang perbaikan prospek perekonomian Nasional. Meski begitu, masih ada risiko yang harus diwaspadai oleh Pemerintah dan Bank Indonesia, seperti prospek pertumbuhan ekonomi yang akan terpengaruh oleh masih berlanjutnya konsolidasi korporasi dan perbankan.

Hal di atas merupakan paparan pembuka yang disampaikan oleh Asisten Direktur Kepala Tim Advisory & Pengembangan Ekonomi BI KPw Balikpapan Thomy Andryas pada Temu Media bertajuk “Perkembangan Ekonomi dan Perbankan Kota Balikpapan” di Dialog Coffee, Rabu (26/4) siang.

Thomy melanjutkan, demi mengoptimalkan bauran kebijakan moneter, makroprudensial, dan sistem pembayaran untuk menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan, Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia pada 18 dan 20 April memutuskan untuk mempertahankan BI 7-Day Reverse Repo Rate (RR) sebesar 4,75%. “Suku Bunga Deposit Facility (DF) dan Lending Facility (LF) juga tetap, masing-masing 4,00% dan 5,50%,” sambungnya.

Pada level domestik, prospek perekonomian Kota Balikpapan di tahun 2017 diperkirakan akan meningkat di level 1,7-2,1% dengan faktor pendorong antara lain rencana penambahan kapasitas produksi kilang minyak di Kota Balikpapan dan mulai meningkatnya kegiatan investasi. “Relatif lebih baik dibanding perkiraan tahun 2016 yang hanya sebesar 1,5%-1,9%,” lanjutnya.

Dirinya menilai, mulai membaiknya harga komoditas andalan Kota Beriman di pasar global menjadi faktornya, salah satunya yakni batu bara.

Dari segi inflasi, pada Maret 2017 kemarin, nilainya relatif lebih terkendali dibanding tahun-tahun sebelumnya, yakni -0,03% (mtm), 4,69% (yoy) atau 0,78% (ytd). “Triwulan I 2017 inflasi ytd 0,78% itu terendah dibanding 9 kota lainnya se-Kalimantan,” tegasnya.

1 2 3 4Laman berikutnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button