LifestyleNews

Emil Mario Gabungkan Syahadat dengan Kata Kotor

GODISCOVER.CO.ID – Selebgram Emil Mario dikecam warga usai diduga melakukan penghinaan terhadap kalimat Syahadat. Ia dikecam lantaran lewat akun sosmednya, menyambungkan kalimat syahadat dengan ucapan kotor.

“L for Lesti, no. L for Laa Ilaha Illallah, gue sudah capek banget nih nge*****,” tutur Emil Mario dalam video yang beredar. Saat itu ia tampak menggebrak meja.

Kecaman langsung berdatangan. Setelah mendapatkan banyak kemarahan dari masyarakat, Emil Mario baru meminta maaf. Ia meminta maaf karena ucapannya menimbulkan polemik di masyarakat.

“Sebelumnya gue pengen minta maaf sebesar-besarnya untuk video terakhir,” elak Emil.

Emil Mario mengaku tidak ada niat menghina agama apa pun. “Tidak ada sedikitpun niatan dari hati gue untuk menjatuhkan atau menghina agama mana pun, harusnya gue bisa research lebih lagi apa yang gue omongin sebelum gue membuat video,” elak Emil.

Emil mengaku jika yang dilakukannya tidak bisa dibenarkan. “Gue tumbuh besar di keluarga dan teman dari berbagai macam ras dan tidak ada sedikit niatan dari hati gue untuk mau menghina. Tindakan yang gue lakuin tidak gue benarkan dan gue bisa belajar dari hal ini. Sekali lagi mohon maaf have a good night everyone,” elaknya lagi.

Wakil Ketua MUI Anwar Abbas angkat suara meminta Emil untuk mengkoreksi diri. Ia menyayangkan ucapan Emil karena dianggap merendahkan agama Islam.

“MUI sangat menyesalkan kata-kata yang diucapkan oleh Saudara Emil Mario karena sangat menghina dan merendahkan Nama Tuhan yang disembah dan dimuliakan oleh umat Islam,” tegas Anwar Abbas dikutip dari YouTube Artis id Official. MUI juga berharap Eril untuk lebih hati-hati karena ditakutkan akan terjadi kerusuhan.

“Hal-hal seperti ini kalau dibiarkan tentu bisa membuat kerusuhan dan kegaduhan di tengah-tengah masyarakat. Bahkan kalau tidak bisa terkendali, bisa menyebabkan terjadinya konflik horizontal,” ingat Anwar.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button