Home Entertainment Budidaya Cabe Berbasis Organik dalam Polybag atau Pot

Budidaya Cabe Berbasis Organik dalam Polybag atau Pot

982
0

Pembibitan :
1. Benih yang telah berkecambah atau bibit cabe umur 10-14 hari (biašanya telah tumbuh sepasang daun) sudah dapat dipindahkan ke tempat pembibitan.
2. Siapkan tempat pembibitan berupa polybag ukuran 8×9. Masukkan ke dalamnya campuran tanah, bambu dan tricho kompos.
3. Pindahkan bibit cabe ke wadah pembibitan dengan hati-hati. Pada saat bibit ditanam di polybag/pot, tanah di sekitar akar tanaman ditekan-tekan agar sedikit padat dan bibit berdiri tegak. Letakkan bibit di tempat teduh dan sirami secukupnya untuk menjaga kelernbabannya.
Pembibitan ini untuk meningkatkan daya adaptasi dan daya tumbuh bibit pada saat pemindahan di tempat terbuka.
4. Bibit bisa ditanam di polybag setelah berumur 21 hari.

Penyiapan Media Tanam Polybag :
1. Siapkan polybag tempat penanaman berukuran 35cm x35 cm yang telah diberi lubang kiri kanannya untuk pengaturan air.
2. Buat campuran dengan komposisi tanah, pupuk kompos dan arang sekam (berambut) dengan perbandingan 2: 1: 1 sebanyak yang dibutuhkan. Penggunaan sekam bertujuan untuk memperbaiki drainase sehingga air tidak tergenang dalam polybag.
3. Semprot dengan PGPR (Plant Growt Promotion Rhizabacteri) untuk mematikan hama pengganggu dalam media tanah dan tunggu beberapa jam.
4. Bahan-bahan tersebut disiram dengan air dan PGPR dengan perbandingan 1: 15 liter.
5. Masukkan campuran tersebut ke dalam polybag setinggi ¾ dari volume polybag.

Penanaman :
1. Bibit yang telah berumur 21 hari sudah slap ditanam dalam polybag atau pot.
2. Pilih bibit cabe yang baik yaitu yang pertumbuhannya tegar, warna daun hijau, tidak cacat atau terkena hama penyakit.
3. Siapkan polybag yang akan ditanami, padatkan permukaan media tanah, siram dengan air ditambah PGPR lalu letakkan di tempat terbuka yang terkena sinar matahari Iangsung.
4. Wadah media bibit dan plastik harus dibuka dulu sebelum ditanam. Hati-hati supaya tanah yang menggumpal akar tidak lepas.
5. Waktu penanaman pada pagi/sore hari untuk mengurangi penguapan.
6. Bibit ditanam sebatas pangkal batang dengan posisi tegak lurus, tanah di sekitar
batang dipadatkan agar perakaran Iebih kuat, kemudian dilakukan penyiraman.

Pemeliharaan :
1. Pewiwilan/penempelan; dilakukan terhadap tunas samping yang muncul sebelum pembungaan agar tanaman tumbuh besar terlebih dahulu. Lakukan penempelan daun-daun tua, bunga pertama dan seluruh tunas yang keluar dari ketiak daun di bawah percabangan pertama.
2. Penyiraman; Apabila tidak ada hujan, penyiraman dilakukan setiap hari sampai umur 2 minggu, setelah itu penyiraman cukup dilakukan 2-3 kali seminggu atau sesual dengan kondisi kelembaban tanah. Penyiraman tanaman sebaiknya dilakukan pada pagi hari sebelum jam 09.00 pagi, karena pada slang harinya tanaman banyak membutuhkan air untuk fotosintesis.
3. Pemupukan; Setelah usia 1 — 2 minggu, semprot dengan pupuk NPK cair.
4. Pengendalian hama; hama yang dominan menyerang adalah kutu daun, thrips dan lalat buah. Sedangkan penyakit yang timbul diantananya layu bakteri dan virus mozaik yang meyebabkan stagnasi dan kematian tanaman.

Pengendaliannya:
a. Untuk mengendalikan hama lalat buah dapat digunakan “eugenol”/petrogen untuk menarik lalat buah yang ditempatkan di setiap sudut lokasi pertanaman cabe dalam polybag.
b. Untuk mengendalikan serangga pengisap daun seperti Thrips, Aphid, penyakit busuk buah kering (Antraknosa) yang disebabkan cendawan, bisa menggunakan Pernab Mozaik.

Masa Panen dan Pemetikan:
1. Pada umur 60 hari setelah tanam, cabe dalam polybag sudah masuk fase generatif, yaitu mulai berbunga dan pematangan buah sampai umur 70 hari setelah tanam. Panen pertama dilakukan pada umur 75-80 hari, kemudian panen berikutnya setiap 3-4 hari sekali/sesuai dengan kondisi buah.
2. Pemetikan dilakukan dengan hati-hati agar percabangan atau tangkai tanaman tidak patah.
3. Setelah pengunduhan, lakukan penyemprotan dengan Pernab Mozaik.

Kesimpulan:
Menanam cabe dalam polybag cukup mudah dilaksanakan dan tidak memerlukan biaya yang besar. Begitu pula tanaman terong, tomat, dan sebagainya. Caranya tidak jauh berbeda dengan keterangan di atas.

Budidaya seperti ini merupakan salah satu upaya kita memanfaatkan lahan pekarangan atau lahan sekitar rumah yang masih kososng, disamping untuk memenuhi kebutuhan keluarga sekaligus memperindah halaman rumah.

Apabila dilakukan di areal yang luas, tanaman cabe dll, dalam polybag juga menjanjikan peluang bisnis yang cukup baik, selain menjual hasilnya, juga bisa menjual benihnya.

Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kota Balikpapan

Source : Majalah DISCOVER BALIKPAPAN Edisi ke 52 April 2016

Previous articleKampanye Peduli Inflasi, Bank Indonesia Libatkan 30 Sekolah
Next articleFilosofi Guci Antik dan Daya Tarik Hidroponik

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.