Home News Wirausaha Itu.. Ditularkan, Bukan Diwariskan

Wirausaha Itu.. Ditularkan, Bukan Diwariskan

1064
1

RANGKAIAN acara Sekolah Peduli Inflasi di Bank Indonesia yang diikuti oleh ratusan siswa dari 30 sekolah, juga diisi dengan Seminar Kewirausahaan.

Tampil sebagai pembicara adalah tiga finalis dan juara nasional dari Forum Wirausaha Muda Mandiri (WMM) Balikpapan, masing-masing Filsa Budi Ambia (Owner Peyek Kepiting), Khrisna Galih (Owner Onix Radio 88.7 FM Balikpapan) dan Radenarisda (Penanggung Jawab Discover Borneo).

Ketiganya didaulat untuk membagi ilmu agar orientasi 300 siswa yang hadir bukan job seeker, melainkan job maker. Krisna Galih tampil pertama dan menceritakan perjalanan bisnisnya. “Saya punya keterbatasan visual. Betapa susahnya. Tapi saya memiliki kemampuan mendengar. Itu yang saya maksimalkan,” sebut Krisna Galih.

Bos Onix Radio itu memang membuktikan bahwa dengan keseharian minus penglihatan, ia membelalakkan banyak orang yang secara panca indera lebih sempurna.

Sementara Filsa menceritakan awal usahanya bermula dari hanya Rp 100 ribu. Jatuh bangun, kemudian menemukan jodohnya justru di jajanan kampung bernama peyek. Di tangan Filsa, jajanan kampung itu diolah dengan kepiting dan kini menjadi snack yang berkelas, punya kekhasan rasa, dan sudah masuk di hampir semua gerai supermarket baik besar maupun menengah di Balikpapan. Peyek kepiting itu pula yang mengantar Filsa menjadi juara nasional di kompetisi WMM tahun 2014, dan juga membuatnya bisa keliling Eropa.

Sesi terakhir adalah Raden. Dengan gaya yang ceplas-ceplos dan slengean, Aden lebih banyak mengupas pondasi dasar dan mental sebelum memulai berwirausaha. Alih-alih menceritakan usahanya yang — ia akui — lebih banyak gagalnya, ia menekankan di awal-awal tentang prinsip sugesti, batasan kemampuan diri, dan juga terminologi ilmu kewirausahaan yang menurutnya tak bisa diwariskan. “Tetapi, enterpreneurship bisa ditularkan, sepanjang yang melatih mau menulari, dan yang dilatih bersedia ditulari secara intens. Inilah salah bentuk penularan yang positif,” kata Aden. [hfd]

Source : Majalah DISCOVER BALIKPAPAN Edisi ke 52 April 2016

Baca juga : Kampanye Peduli Inflasi, Bank Indonesia Libatkan 30 Sekolah

Previous articleHari yang Tepat Untuk “Menghijaukan” Diri
Next articleMengapa Kita Merasa Kesepian?

1 COMMENT

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.