Home Lifestyle Hubungan Antara Musik dan Peningkatan Produktivitas Kerja

Hubungan Antara Musik dan Peningkatan Produktivitas Kerja

713
0

Musik klasik bukan segalanya. Artinya Anda jangan terpatok pada musik klasik yang selama ini diklaim untuk meningkatkan produktivitas kerja karena nyatanya hampir semua genre musik dapat berpengaruh positif bagi produktivitas Anda.

Menurut dr. Emma Gray dari The British CBT and Counseling untuk Spotify, tak hanya musik klasik yang bisa membantu seseorang dalam belajar atau bekerja. Ketika seseorang mempelajari sesuatu yang membutuhkan pemikiran logis dan penyelesaian masalah, lebih baik memilih musik dengan efek menenangkan pikiran untuk membantu konsentrasi.

Senada dengan dr. Emma, penelitian dari University of Birmingham, Inggris, menunjukkan bahwa musik bisa meningkatkan produktivitas kerja terutama pekerjaan yang bersifat repetitif. Misalnya mengetik, mengecek surel, dan mengisi data kantor. Jadi musik seperti apa yang sebaiknya Anda dengarkan?

Lagu yang Anda suka

Mendengarkan lagu favorit merupakan hal penting dibandingkan dengan mendengarkan musik klasik yang tidak Anda sukai. Menurut Teresa Lesiuk, asisten profesor dalam program terapi musik di University of Miami, peserta penelitian akan menyelesaikan tugas lebih cepat, memiliki banyak ide, dan menjaga suasana hati jika mendengarkan musik kesukaan mereka, daripada yang tidak mendengarkan. Karena saat Anda stres kerja, Anda akan memutuskan sesuatu secara tergesa-gesa. Namun, jika suasana hati Anda positif, Anda memiliki beberapa pilihan keputusan.

Musik yang melibatkan suara alam

Suara alam seperti gemercik air, embusan udara, atau kicauan burung mampu meningkatkan fungsi kognitif, mengoptimalkan konsentrasi, dan menambah kepuasan karyawan secara keseluruhan, berdasarkan penelitian dari Rensselaer Polyethnic Institute.

Musik instrumental

Untuk meningkatkan konsentrasi dalam bekerja, Anda disarankan untuk mendengarkan musik instrumental. Dalam penelitian Cambridge Sound Management, lirik dapat merusak fokus seseorang. Di samping itu, penelitian University of Maryland di Baltimore menemukan pengaruh musik instrumental dengan tempo spesifik terhadap perbaikan kinerja dan mood karyawan.

Musik dengan suara medium

University of Illinois di Urbana-Champaign dan University of British Columbia, Vancouver, menemukan fakta bahwa musik yang disetel dengan volume medium cocok untuk berpikir kreatif. Suara agak tinggi membuat Anda berpikir abstrak, sedangkan suara maksimal menurunkan kemampuan otak untuk memproses informasi.

Source : Beritagar.id

Previous article4 Cara Atasi Keraguan atas Jenjang Karier Anda
Next articleUsia yang Ideal untuk Menikah

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.