Home Lifestyle Ini Zamannya… “Gadget” Jadi Teman Bermain dan Belajar Anak!

Ini Zamannya… “Gadget” Jadi Teman Bermain dan Belajar Anak!

485
0

Semula bersikap agak keras, American Academy of Pediatrics (AAP) kini mulai melunak dan menyebut bahwa gadget baik bagi awal pertumbuhan anak. Ada apa?

Perubahan sikap ini didasarkan pada hasil pertemuan para pendidik, dokter anak, ahli saraf, peneliti media, dan ahli sosial, yang terjadi pada Mei 2015.

Dalam acara “Growing Up Digital: Media Research Symposium” itu, para ahli berbagi pandangan mereka tentang beberapa manfaat dan bagaimana anak-anak bisa tertarik dengan perangkat-perangkat canggih itu pada saat usia mereka masih sangat muda.

Beberapa gadget yang menjadi perhatian tidak hanya berlaku untuk smartphone dan tablet tetapi juga komputer secara umum.

Sebelumnya, pada 2013, AAP menganjurkan para orangtua menjauhkan gadget dari jangkauan anak-anak di bawah dua tahun.

Mereka juga menyarankan agar menjauhkan televisi dan jaringan internet dari kamar si kecil seperti ditulis Jordan Saphiro—penulis pendidikan global—pada Forbes, Rabu (30/9/2015).

Namun, pada hari ini—setelah dihadapkan pada populasi anak-anak dan orang dewasa yang sangat tergantung pada perangkat teknologi—AAP tampaknya lebih menerima bahwa jika ditangani dengan benar, perangkat-perangkat tersebut akan memberi dampak baik yang besar terhadap pertumbuhan anak.

BIKIN ANTENG

Sependapat dengan AAP, psikiatri anak dan remaja Victor Fornari mengungkapkan, saat ini teknologi sudah berganti fungsi selaiknya pengasuh anak.

“Orangtua bisa melakukan banyak hal lain saat anak-anaknya asyik bermain gadget,” ujar Fornari seperti dilansir oleh Healthday, Jumat (10/6/2016).

Maka dari itu, kata Forneri, tak heran kalau banyak orangtua yang membolehkan atau bahkan memberi anak-anaknya tablet sebagai alat untuk membuat anak-anaknya anteng.

Di Amerika Serikat, seperti dilaporkan Dailymail pada 2013, disebutkan 29 persen pengguna gadget seperti tablet adalah balita. Lalu, 70 persen anak-anak usia sekolah dasar juga sudah paham dan menguasai gadget berteknologi itu.

Mengejutkan, bukan, saat mengetahui bayi umur dua tahun sudah terbiasa bermain perangkat itu?

Nah, Indonesia saat ini kurang lebih menghadapi kenyataan yang sama. Namun, seperti yang sudah diterangkan, akan sulit menghindari kehadiran perangkat dari proses modernisasi itu.

Maka dari itu, AAP merevisi aturan singgungan teknologi pada anak. Saat ini mereka mengatakan bahwa media berteknologi adalah salah satu alternatif lingkungan bagi anak.

“Bagaimana bisa orangtua menjauhkan gadget dari anak-anak saat mereka (orangtua) sendiri anteng pada perangkat-perangkat itu di rumah?” tulis AAP dalam publikasinya.

Ada fakta menarik, menurut AAP, action figure, puzzle, dan permainan konvensional lainnya cepat membuat anak-anak bosan.

Akan tetapi, saat permainan yang sama muncul sebagai aplikasi dalam tablet, mereka (anak-anak) bisa memainkannya secara berulang dan seakan-akan tidak bosan.

“Rupanya ada kenikmatan bermain saat anak-anak ini berinteraksi dengan layar touchscreen,” lanjut AAP.

Dengan kenyataan itu, wajar kalau tablet dan gadget berteknlogi lainnya menjadi hadiah yang diidam-idamkan anak usia 5-12 tahun.

Tantangan berikutnya adalah cara orangtua manfaatkan perangkat itu untuk perkembangan anak mereka. Hal tersebut harus diperhatikan karena tak semua konten yang dilihat di gadget akan sesuai dengan usia anak-anak.

Untuk mengantisipasi hal tersebut, AAP di dalam situs resminya sudah memberikan rekomendasi yang ditujukan pada orangtua dan dokter anak. Salah satu aturan yang dianjurkan adalah mengkurasi isi dan konten gadget.

Dari pantauan AAP, ada lebih dari 80.000 aplikasi dalam Android berlabel pendidikan. Namun, karena sedikitnya penelitian, label itu tidak dianggap valid.

Satu-satunya cara agar apa pun yang dilihat dan dimainkan anak aman adalah dengan melakukan pendampingan. Sayangnya, tak semua orangtua bisa membagi waktu untuk fokus memperhatikan dan menemani anaknya.

Mempertimbangkan hal itu, orangtua utamanya ibu harus pintar memilih gadget. Saat ini sudah ada gadget yang dilengkapi fitur mode khusus untuk anak.

Pada Samsung Galaxy Tab A, misalnya, ada fitur Kids Mode 4.0. Memakainya, orangtua bisa tenang meninggalkan anak-anak dengan gadget mereka.

Fitur ini memungkinkan perangkat pada tablet yang sudah mengusung 4G LTE itu mengatur daftar aplikasi dan konten apa saja yang boleh diakses oleh anak.

Selain itu, waktu penggunaan perangkat pun bisa diatur. Bila waktunya habis akan muncul ikon buaya sedang tertidur.

Anak-anak terhibur sekaligus mendapatkan konten mendidik, orangtua pun bisa menjalani rutinitas tanpa khawatir anak mengakses konten yang tak sesuai usianya.

Hal lain yang harus diperhatikan adalah kamera. Ingat, anak-anak cenderung penasaran dengan isi gadget-nya.

Nah, fitur kamera bisa dikatakan sebagai salah satu fitur yang sering ia pakai. Terlebih lagi, saat ini banyak aplikasi yang tersinkronisasi dengan kamera untuk bisa dimainkan.

Tak perlu gadget dengan kamera beresolusi tinggi. Bagi anak-anak usahakan perangkat itu sudah dilengkapi dengan kamera depan beresolusi minimal 2 megapixel dan kamera belakang 5 megapixel.

Terakhir, biar anak anteng saat bermain, pastikan gadget memiliki baterai dengan kapasitas daya setidaknya 4.000 mAh untuk memastikan cukup waktu untuk menyala.

Nah, kalau semua hal tersebut sudah diperhatikan, anak bisa bebas menjadikan gadget sebagai teman bermain sekaligus belajar tanpa perlu ada yang dikhawatirkan.

Source : Kompas Female

Previous articlePonsel Terpopuler Jatuh Kepada…
Next articleBuat Tanah Lebih Subur untuk Tanaman Buah

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.