Home Entertainment Sejarah Kenapa Mata Uang Kita Disebut Rupiah

Sejarah Kenapa Mata Uang Kita Disebut Rupiah

1042
0

Sebagai Warga Negara Indonesia (WNI), Anda tentunya sudah hapal dengan mata uang Rupiah. Alat pembayaran yang sah di Tanah Air ini kerap berhubungan dengan kita setiap harinya.

Tapi, tahukah Anda dari mana awal mula mata uang kita itu disebut dengan Rupiah. Bahkan, Rupiah telah mengalami perjalanan yang cukup panjang sampai akhirnya menjadi pecahan yang kita kenal sekarang ini.

Berikut sejarah Rupiah yang dihimpun TribunnewsBogor.com, dari berbagai sumber.

1. Memiliki Tingkatan yang Sama dengan Rupee

Nama Rupiah ini ternyata sering dikaitkan dengan mata uang India, yakni Rupee. Namun, dikutip dari laman Wikipedia, kata Rupiah ini sebenarnya diambil dari bahasa Mongolia.

Menurut Sejarawan uang Indonesia, Adi Pratomo, Rupiah berasal dari kata rupia yang berarti perak. Makna perak tersebut memang sama dengan makna kata Rupee, namun Rupiah sendiri merupakan pelafalan asli Indonesia karena dibagian akhirnya terdapat tambahan huruf ‘h’, yang sangat khas dengan pelafalan orang-orang Jawa.

Hal ini sedikit berbeda dengan banyak anggapan bahwa Rupiah adalah satu unit turunan dari mata uang India. Rupee India sebenarnya juga dapat dikatakan sebagai turunan dari kata rupia itu sendiri.

Dengan begitu Rupiah Indonesia memiliki tingkatan yang sama, bukan sebagai unit turunan dari mata uang India tersebut.

2. Sebelumnya Menggunakan ORI

Pada masa-masa awal kemerdekaan, Indonesia belum menggunakan mata uang Rupiah. Saat itu Indonesia masih menggunakan mata uang resmi yang dikenal sebagai ORI.

ORI memiliki jangka waktu peredaran di Indonesia selama 4 tahun, yakni digunakan sejak Tahun 1945-1949. Namun, penggunaan ORI secara sah baru dimulai semenjak diresmikannya mata uang ini oleh pemerintah sebagai mata uang Indonesia pada 30 Oktober 1946.

3. Pertama Kali Diperkenalkan pada Perang Dunia ke-2

Mata uang Rupiah pertama kali diperkenalkan secara resmi pada waktu pendudukan Jepang sewaktu Perang Dunia ke-2, dengan nama ‘Rupiah Hindia Belanda’.

Setelah berakhirnya perang, Bank Jawa memperkenalkan mata uang ‘Rupiah Jawa’ sebagai penggantinya.

Mata uang gulden NICA yang dibuat oleh Sekutu dan beberapa mata uang yang dicetak kumpulan gerilya juga berlaku pada masa itu.

Namun sejak 2 November 1949, empat tahun setelah merdeka, Indonesia menetapkan Rupiah sebagai mata uang kebangsaannya yang baru. Kepulauan Riau dan Irian Barat sempat memiliki variasi rupiah mereka sendiri, tetapi penggunaan mereka dibubarkan pada Tahun 1964 di Riau, dan 1974 di Irian Barat.

4. Satuan di bawah Rupiah

Tak hanya Rupiah, ternyata kita masih memiliki nilai mata uang satuan di bawahnya. Pada masa awal kemerdekaan, rupiah disamakan nilainya dengan ‘Gulden Hindia Belanda’, sehingga dipakai pula satuan-satuan yang lebih kecil yang berlaku di masa Kolonial.

Berikut adalah satuan-satuan yang pernah dipakai, namun tidak lagi dipakai karena penurunan nilai Rupiah menyebabkan satuan itu tidak bernilai penting :

– Sen, seperseratus rupiah (ada koin pecahan satu dan lima sen)
– Cepeng, hepeng, seperempat sen, dari feng, dipakai di kalangan Tionghoa peser, setengah sen.
– Pincang, satu setengah sen.
– Gobang atau benggol, dua setengah sen.
– Ketip/kelip/stuiver (Bld.), lima sen (ada koin pecahannya).
– Picis, sepuluh sen (ada koin pecahannya).
– Tali, 75 sen (sampai ada pepatah “setali tiga uang”, maksudnya 3 keping uang 25 sen bernilai setali).
– Terdapat pula satuan uang, yang nilainya adalah sepertiga tali, yakni 25 sen.

5. Satuan di atas Rupiah

– Ringgit (pernah ada koin pecahannya)
– Kupang (setengah ringgit).

Source : Bangkatribunnews.com
Link GAmbar : www.harianjogja.com

Previous article9 Trik Psikologis Membuat Hidup Anda Lebih Mudah
Next articleMenggali Memori Lewat Gambar Lebih Baik daripada Tulisan

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.