Home Technology and Tips Cara Menjaga Stamina Saat Kerja Malam

Cara Menjaga Stamina Saat Kerja Malam

695
0

Idealnya seseorang harus mendapatkan tidur malam yang cukup agar bisa bekerja maksimal. Sayangnya tidak semua orang bisa mendapatkan kondisi ideal itu.

Banyak profesi yang menuntut seseorang terjaga sepanjang malam: dokter, perawat, pekerja media dan periklanan, penjaga gedung, pembuat roti, bahkan pekerja kantoran yang lembur.

Nur Rofy, seorang perawat di RSUK Mampang Prapatan, Jakarta Selatan, menjalani sistem jaga dengan tiga giliran: pagi, siang, dan malam. Saat mendapat tugas jaga malam, mulai dari jam 20.30 hingga 08.00 pagi, selama itu pula ia dan rekan-rekannya harus terjaga sepanjang malam, siap siaga kapan pun dibutuhkan pasien.

“Kalau jaga malam, mengantuk sudah pasti. Kesadaran umumnya menurun,” aku Rofy yang lima tahun menggeluti profesi itu. Untuk mengatasi kantuk di malam hari, ia tidur siang yang cukup, sesekali meminum kopi. “Ngerumpi dengan teman-teman juga biar enggak terasa jaga malamnya,” imbuhnya.

Buat pola tidur yang konsisten

Dengan pola jam kerja itu, Rofy mengimbanginya dengan makan teratur, mengonsumsi vitamin, juga “balas dendam” tidur di hari libur.

Menurut National Sleep Foundation (NSF) atau Yayasan Tidur Nasional, lembaga penelitian dan edukasi tentang tidur di AS, seseorang yang mendapat giliran kerja malam harus mengajari tubuhnya untuk tidur di waktu yang konsisten untuk menjaga pola sirkadian, yakni siklus alami tubuh untuk mengontrol suhu tubuh, hormon, detak jantung, pencernaan, dan fungsi tubuh lainnya.

Jika ritme pergantian giliran setiap dua hari, ritme tidur juga berubah setiap dua hari. Dua hari tidur malam hingga subuh, dua hari tidur subuh hingga menjelang siang, dua hari tidur siang hingga sore. Meski suatu saat Anda libur dan tidak harus masuk malam, upayakan tetap tidur siang hingga sore.

“Perawat yang bekerja malam harus memiliki waktu tidur dan bangun yang sama bahkan di akhir pekan. Gunakan masker mata dan penutup telinga untuk meminimalkan suara bising dan cahaya dari lingkungan tidur (di siang hari). Hindari konsumsi alkohol dan kafein menjelang waktu tidur,” anjur Fran Laukaitis, RN, MHA, kepala perawat di Pusat Medis Methodist, Dallas, Texas.

Hindari kegiatan monoton dan tetap berolahraga

Lain lagi cerita Budi Utomo, pegawai PT Pelabuhan Indonesia. Ia justru menikmati bertugas di malam hari. “Masuk malam itu enaknya kita enggak perlu bermacet-macet di jalan. Udaranya juga enggak panas seperti siang,” bilang Budi, yang berkantor di kawasan pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara .

Menurut NSF, seseorang yang bekerja di malam hari akan mengalami kantuk dan lelah yang tak tertahankan sekitar pukul 4 pagi. “Di jam-jam itu, sebaiknya mereka menghindari menyelesaikan pekerjaan yang paling membosankan dan monoton,” NSF memperingatkan. Untuk mengusir kantuk, Budi dan rekan-rekannya membawa perangkat hiburan kegemaran kaum pria, video game.

NSF juga menyarankan agar pekerja melakukan kegiatan fisik untuk melawan rasa lelah ketika bekerja malam. Tetap aktif menjadi cara efektif untuk mengisi ulang energi, bisa dengan berjalan ke kantin, naik-turun tangga, atau berjalan cepat. Bagi Budi, selain menebus waktu tidur malam dengan tidur siang yang cukup, ia menjaga ketahanan fisik dengan diet seimbang dan olahraga. Kebetulan, ia juga atlet bola voli.

“Banyak minum air putih dan olahraga wajib hukumnya, untuk menjaga stamina badan dan kesadaran. Kalau kurang olahraga, badan justru cepat capek dan saya gampang sakit,” ungkapnya

Source : tempo.co

Previous articleCara Sederhana Mempertajam Daya Ingat
Next article6 Tips Agar Terhindar dari Gigi Sensitif

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.