Home News Sekolah Peduli Inflasi Sukses

Sekolah Peduli Inflasi Sukses

1377
0

SATU PROGRAM, BERIBU MANFAAT

PROGRAM Sekolah Peduli Inflasi yang diinisiasi oleh Bank Indonesia KPw Balikpapan sebagai anggota Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Kota Balikpapan ini resmi bergulir sejak 20 Maret lalu.

Waktu itu, Bank Indonesia menggandeng tak kurang 30 sekolah untuk turut berpartisipasi. Dana sebesar Rp 210 juta pun digelontorkan dalam bentuk bantuan langsung kepada sekolah-sekolah yang terlibat, dengan anggaran Rp 7 juta per sekolah untuk kegiatan pengadaan produksi cabai dan budidayanya.

6

Komoditi cabai sebagai objek budidaya dipillih bukan tanpa alasan. komoditas ini termasuk yang memberi andil besar terhadap tingginya inflasi di Balikpapan, karena 90 persen pasokan berasal dari luar.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Balikpapan Suharman Tabrani mengatakan, Bank Indonesia KPw Balikpapan fokus pada sekolah-sekolah agar pelaksanaannya lebih terorganisir karena bisa dipantau oleh guru, kepala sekolah, dan Dinas Pendidikan. “Bl juga terus memantau dengan melakukan pendampingan, edukasi, dan survei ke sekolah-sekolah,” tambahnya.

1

KENALKAN KONSEP PENGENDALIAN

Program ini diawali dengan mengenalkan konsep pengendalian inflasi kepada guru dan murid sekolah. Lalu dilanjutkan dengan seminar kewirausahaan, pelatihan budidaya cabai organik, pemberian bantuan sarana produksi, pendampingan oleh petani di lapangan, monitoring, temu lapang, kampanye peduli inflasi dan kompetisi media sosial untuk para siswa. Sebagai penutup program, ada pengumuman hasil lomba budidaya cabai organik.

Jelang penutupan program Sekolah Peduli Inflasi, BI telah memilih 5 sekolah sebagai pemenang lomba budidaya cabai organik. Pada Sabtu (22/10) pagi, BI mengumumkan pemenangnya, yang juga masuk dalam rangkaian acara penutupan program tersebut di Gedung Bank Indonesia KPw Balikpapan. Lima sekolah tersebut yakni SMA Negeri 9, SMA Negeri 3, SMA Negeri 6, SMK Negeri 5 dan SMK Ibnu Khaldun.

5

“Kita harapkan keterampilan mereka nanti akan terbawa. Mudah-mudahan bisa diterapkan di rumah masing-masing, di lingkungannya. Jadi kalau kita berpikir secara komprehensif, se-Balikpapan nanti akan menghasilkan sesuatu yang luar biasa,” seru Suharman.

Pada acara yang turut dihadiri oleh Wali Kota Balikpapan Rizal Effendi, Ketua DPRD Balikpapan Abdulloh, Ketua PKK Kota Balikpapan Arita Effendi, Kadisdik Kota Balikpapan Muhaimin, Danlanal Kota Balikpapan Letkol Laut (P) Irwan S.P. Siagian ini, BI KPw Balikpapan memaparkan data hasil program Sekolah Peduli Inflasi sampai hari terakhir program berjalan.

8

Dari 30.000 polybag tanaman cabai yang ditargetkan, telah tercapai 26.099 polybag. Masing-masing sekolah berkomitmen untuk menanam minimal 1000 polybag. Namun, keterbatasan lahan dan kondisi lingkungan sekolah yang lembab dan ada yang mengalami kebanjiran, jumlah polybag yang ditanam masih di bawah target. Meski demikian, hasil panen cabai organik sampai dengan bulan Oktober 2016 cukup mengesankan, yakni 520,75 kg.

SMAN 9 (3)

“Sebenarnya ini yang ingin kami tumbuhkan, semangat bahwa kita bisa mengadakan kebutuhan kita sendiri, tidak tergantung pada apa yang ada di pasar atau di luar kita,” sebutnya.

Tujuan utama dari program ini bukan untuk menambah pasokan produksi cabai dan memenuhi kebutuhan masyarakat Kota Balikpapan. Misi utamanya adalah mengajak generasi muda untuk paham dan peduli mengenai konsep pengendalian inflasi, melalui budidaya cabai di pekarangan sekolah, yang tujuannya untuk mandiri pangan (komoditas cabai).

“Kami berpikir secara jangka panjang bahwa kedepannya, dengan cara berpikir seperti itu, kita tidak tergantung pada pihak luar atau pasar. Yang penting, anak-anak sekolah ini punya pemahaman bagaimana cara menekan inflasi dengan kegiatan yang positif, kemudian juga pihak-pihak terkait untuk memberi penyadaran bahwa memang kita bisa membuat sesuatu untuk memberi manfaat pada ekonomi Balikpapan dan upaya pengendalian inflasi di Balikpapan,” tegasnya.

4

Berarti, ketika program ini berjalan, inflasi — cabai terutama — bisa terkendali atau tidak? Suharman menjawab, memang bisa terkendali tapi tidak secara langsung dan itu bukan tujuan utama program ini. “Ini adalah program berkelanjutan. Mungkin ke depannya akan kami perluas cakupannya,” ucapnya.

Pria berkacamata ini mengungkapkan, saat ini Bank Indonesia KPw Balikpapan tengah melanjutkan program ini dengan bekerjasama dengan berbagai pondok pesantren yang ada di Balikpapan, supaya semakin banyak lagi masyarakat yang dilibatkan dan dampaknya bisa lebih terasa.

“Sebenarnya sudah berjalan sekarang, tapi akan lebih kita intensifkan lagi sambil memelihara apa yang sudah kita capai dengan sekolah-sekolah. Karena kan kita yakin dari 30 sekolah itu, sebagian besar memang dengan serius dan semangat sesuai komitmen di awal mengikuti program,” jelas Suharman.

3

9

RENCANA KE DEPAN

Seperti diketahui, Bank Indonesia KPw Balikpapan tidak hanya tahun ini menjalankan program mengenai pengendalian inflasi dengan kegiatan yang positif. Tahun lalu contohnya, BI KPw Balikpapan mengadakan Festival Cabai dan Pembagian Bibit Cabai.

“Yang istimewa sebenarnya yang kali ini. Kalau tahun lalu kita beri bibit, nah sekarang kita mengajarkan mereka membuat bibit sendiri. Jadi mereka mempelajari prosesnya, bukan tiba-tiba ada bibit terus tinggal disiram-siram, tumbuh dan berbuah. Tidak seperti itu,” terangnya.

Soal komoditas apa yang akan dijadikan objek utama pada program lanjutan BI KPw Balikpapan, Suharman menjelaskan bahwa sayur-sayuran yang rencananya akan dibudidayakan.

“Selain cabai kan sayur-sayuran juga termasuk sumber inflasi di Balikpapan. Tapi kan pada dasarnya, untuk awal-awal ini kita bagaimana caranya supaya memenuhi kebutuhan sendiri dulu. Masalah berikutnya dia bisa mensuplai, katakanlah dijual ke masyarakat luas, di luar kawasan apakah sekolah atau pesantren, itu kan hal berikutnya,” imbuhnya.

10

BI KPw Balikpapan juga telah membuka akses penyaluran dan distribusi hasil panen programnya ke Hypermart dan Giant. “Kami sudah membuka jalan dan mereka tinggal merintis dan memastikan bahwa permintaan kebutuhan setiap bulan berapa banyak, dia bisa suplai ke supermarket itu. Kalau ini bisa terlaksana, tentunya akan sangat baik impact-nya terhadap peningkatan pendapatan dan juga kemampuan ekonomi masing-masing,” jelasnya.

Karena BI fokus pada inflasi, maka jenis tanaman yang dipilih untuk program berikutnya adalah tanaman yang memiliki porsi cukup besar sebagai penyumbang inflasi di Balikpapan.

“Jadi kan, disamping nilai ekonominya dapat, juga bisa berpengaruh positif terhadap upaya pengendalian inflasi di Balikpapan,” tandasnya. [hfd]

Previous articleIngin Langsing? Tekan Titik Dekat Telinga Ini Selama Satu Menit!
Next articleTips Menjaga Agar Terhindar Dari Bau Badan

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.