Home Lifestyle Benarkah Cuaca Dingin Bikin Kita Gampang Sakit

Benarkah Cuaca Dingin Bikin Kita Gampang Sakit

736
0

Dari sekian banyak analisis, masih ada beberapa mitos kesehatan yang masih ada seiring perkembangan zaman dan ilmu pengetahuan.

Berikut mitos kesehatan yang masih dipercaya masyarakat, dilansir dari Livescience, Jumat (21/10/2016):

1. Vaksin dapat menyebabkan flu (bahkan autisme)

Padahal sudah ada penelitiannya bahwa tubuh dapat menahan demam akibat vaksin. Memang, vaksin flu terdiri dari virus flu yang dimatikan, tapi vaksin yang diberikan benar-benar mati dan tidak akan hidup lagi juga bukan penyebab flu. Vaksin flu malah membuat tubuh semakin kebal terhadap flu.

Bahkan jika vaksin mengakibatkan autisme, untuk apa banyak penelti mengeluarkan banyak uang untuk kemajuan pasien autisme daripada membuktikan vaksin tidak menyebabkan autisme lagi dan lagi.

2. Suplemen selalu membuat Anda lebih sehat

Vitamin dan suplemen mungkin tidak selalu berdampak baik pada tubuh Anda. Bahkan penelitian terbaru menemukan seseorang yang sering mengkonsumsi suplemen kalsium cenderung mengembangkan demensia dan penelitian besar lainnya mengungkapkan mengkonsumsi vitamin dalam dosis besar dapat menyebabkan kanker. Laporan lainnya mengatakan seseorang yang mengkonsumsi suplemen Ayuverdic herbal malah keracunan, begitupun seorang anak usia 4 tahun yang keracunan vitamin D setelah mengkonsumsi suplemen alami. Bahkan suplemen dalam kemasan botol dapat mengganggu dosis yang seharusnya. Jadi disarankan Anda sebaiknya memakan makanan yang mengandung gizi yang sesuai daripada mengambil pil.

3. Cuaca dingin bikin sakit

Mitos ini yang kebanyakan orang di dunia masih mempercayainya. Tapi hal ini sangat tidak benar. Faktanya, ketika Anda menggigil akibat kedinginan, suhu itu sendiri tidak akan membuat Anda tertular virus. Dimanapun Anda berada, sedingin apapun tempat tersebut, Anda hanya akan sakit jika menghirup kuman penyebab pilek.

Sebuah penelitian mengungkapkan bahwa suhu dingin bahkan dapat menurunkan demam. Yang pasti, kedua virus penyebab pilek, rhinovirus dan coronavirus akan berkembang di suhu dingin, juga flu mudah tersebar di suhu dingin, kondisi kering. Beberapa peneliti berspekulasi jika pilek mudah tersebar di cuaca dingin karena kebanyakan orang akan tinggal di dalam rumah dan mempermudah kesempatan penyebaran virus.

Source : Liputan6

Previous articleBukan Cuaca Atau Alergi, Ini Sebenarnya Alasan Utama Sakit Flu
Next article5 Kebiasaan yang Salah Saat Menyikat Gigi, Segera Hindari!

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.