Home News Kepiting Dandito Ikut Dorong Kemajuan Pariwisata Kota Minyak

Kepiting Dandito Ikut Dorong Kemajuan Pariwisata Kota Minyak

657
0

Dulu Tak Dihiraukan, Kini Dirindukan

Kota Jogjakarta terkenal dengan gudeg, Palembang terkenal dengan pempek, lalu kota Balikpapan sekarang terkenal dengan kepiting Dandito.

UNGKAPAN tersebut bukan sekadar kicauan. Kepiting Dandito lahir menjadi salah satu ikon kuliner Balikpapan. Sekalipun di awal kehadirannya dulu sangat tidak diperhitungkan sebagai destinasi kuliner. Namun, berkat kinerja, konsistensi, dan strategi pengembangan produk, restoran Dandito tumbuh menjadi kuliner khas yang selalu dirindukan pengunjung Kota Beriman.

Bahkan, baru-baru ini, restoran yang berlokasi di Jalan Marsma Iswahyudi itu meraih penghargaan dari Asosiasi Perusahaan Penjual Tiket Penerbangan (Astindo) dalam memajukan pariwisata Kota Balikpapan di bidang kuliner.

Owner restoran kepiting Dandito Rudy Setiawan mengatakan, tidak terlintas di benaknya dari awal bisa membuat restoran tersebut. Awalnya, dia hanya mengatakan ingin memanfaatkan hasil laut yang melimpah untuk menjalankan bisnis kulinernya.

“Kala itu, saya melihat di bandara puluhan hingga ratusan ton kepiting dikirim ke daerah lain. Dari apa yang saya lihat, tebersit di pikiran saya, kenapa tidak memanfaatkan kekayaan alam kita. Setidaknya dapat kita olah sendiri di daerah,” terangnya saat ditemui di restorannya kemarin (23/1).

Atas usahanya mengembangkan bisnis kulinernya tersebut, perlahan, produk yang dia jual “Kepiting Dandito” menjadi ikon kota. Mungkin bisa dikatakan, tidak ke Balikpapan jika tidak membawa kepiting Dandito.

Apa yang didapatnya ini tentu dengan sebuah usaha yang konkret. Dia membeberkan dalam menjalankan usahanya, pria berkacamata itu memiliki empat prinsip. Pertama, harus memiliki plan ke depan, baik jangka pendek maupun panjang. Kemudian, bagaimana cara mengelola rencana tersebut agar berjalan dengan baik.

Hubungan pertemanan dan relasi ia juga jaga dengan baik. Pasalnya, pria yang hobi menyanyi ini mempunyai prinsip “everything’s ok with 267 (two six seven)”, atau dalam tangga nada 267 dibaca “re la si”.

Ketiga, pembekalan standardisasi produk dan karyawannya. Kemudian, kontrol jangka panjang. Pria yang kerap menggunakan boater hat itu mengungkapkan menerapkan disiplin bagi karyawannya. Di samping itu, standardisasi karyawannya diperhatikan. Mulai gaji sesuai UMK, jenjang karier, hingga kesejahteraan kesehatan mereka.

“Dari sisi kualitas produk, saya sudah menggunakan International Organization for Standardization (ISO) 22.000. Jadi, bahan-bahan yang digunakan dijamin kebersihannya dan mutunya,” terangnya.

Tahun lalu, dia sebutkan menjadi puncaknya dalam berbisnis kuliner. Tepat pada hari kemerdekaan Republik Indonesia (RI) tahun lalu, dia diminta oleh staf kepresidenan untuk mengantar kepiting Dandito ke Istana Presiden untuk hidangan bagi tamu negara.

Sebanyak 1.125 kilogram kepiting dan udang, dia bersama anaknya mengantarkan makanan tersebut ke istana negara. Bagi dia, itu adalah sebuah kehormatan. “Presiden Jokowi ketika datang ke Balikpapan, kerap kali memesan kepiting Dandito,” bebernya.

Rudy membeberkan, terkenalnya masakan kepiting Dandito, membuatnya setiap hari mengirimkan paket kepiting.

Menurut pria yang gemar membaca itu, mengembangkan pariwisata, tidak hanya dengan cara bagaimana membangun sebuah infrastruktur pariwisata. Tapi, lewat kuliner pengembangan pariwisata dapat dilakukan. Bahkan, berfungsi untuk membangun infrastruktur pariwisata.

Bisa diambil contoh, Kota Jogjakarta, terkenal juga dengan makanan khasnya. Mulai gudeg bakpia dan lainnya. Beberapa nama gudeg cukup terkenal di kota pelajar tersebut. Destinasi wisata dan wisata kuliner di kota tersebut saling berintegrasi.

Dari kacamatanya, perkembangan pariwisata di Kota Minyak belum terlalu berkembang. Mulai banyak bermunculan destinasi wisata, namun tidak dikemasi dengan menarik. Keterbukaan dan dukungan bagi pihak swasta masih dinilainya minim.

Rencana ke depannya, pria kelahiran Kabupaten Jember, 10 Desember 1959, itu bakal membuat destinasi agrowisata baru bagi Kota Balikpapan di daerah Jalan Soekarno-Hatta, Km 23. “Saat ini masih dalam progres. Doakan saja semoga pembangunan berjalan lancar,” sahutnya. (aji/lhl/k8)

Source : Kaltim Post

Previous articleHubungan Asmara Diganggu Mantan Kekasih? Ini yang Harus Dilakukan
Next articleKursor Mouse Kok Selalu Miring ke Kiri? Ini Alasannya

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.