Home Technology and Tips Cara mengakhiri percakapan dengan sopan

Cara mengakhiri percakapan dengan sopan

894
0

Percakapan yang hangat dan menyenangkan boleh jadi mendatangkan kepuasan tersendiri. Celakanya, tak semua percakapan bernilai sama.

Ada kalanya Anda terjebak dalam percakapan yang tidak menyenangkan. Mungkin bukan karena Anda tak suka lawan bicara atau topik pembicaraan. Hanya saja Anda melihat sesuatu yang lebih menarik di sisi lain ruangan, bisa juga Anda perlu melakukan hal lain yang lebih punya urgensi.

Apapun, mencari cara sopan untuk mengakhiri percakapan sering kali merupakan persoalan sukar, sekaligus penting. Waktu adalah uang, Anda tentu tak mau buang waktu bercakap-cakap tentang hal tak penting. Di satu sisi, Anda tak ingin menyinggung perasaan lawan bicara.

Jika berada dalam situasi demikian, ketahuilah cara-cara mengakhiri percakapan tanpa rasa sungkan yang kami sarikan dari beberapa sumber.

Terima kasih dan permisi

Sering kali, cara terbaik adalah bicara lugas. “Terima kasih sudah berbagi cerita. Selamat menikmati acara ini.” Kalimat seperti itu bisa Anda gunakan sembari menjabat tangan lawan bicara sambil beranjak.

Tinggalkan kesan baik

Jika sedang bercakap-cakap dengan rekan bisnis, akhiri percakapan dengan kalimat menjanjikan. “Saya akan menghubungi Anda untuk membicarakan ini lebih lanjut.”

Memperkenalkannya pada orang lain

Sebelum Anda melakukannya, pastikan keduanya akan saling tertarik, sehingga pembicaraan mereka tak bersifat merugikan salah satu pihak.

Minta lawan bicara memperkenalkan Anda pada orang lain

Metode ini baik untuk digunakan dalam acara networking. Anda bisa bertanya pada lawan bicara, apakah mereka bisa memperkenalkan seseorang yang bisa membantu Anda untuk masalah tertentu. Jika ternyata ia tak kenal orang yang tepat, Anda bisa permisi dan mencarinya sendiri.

Minta tolong teman

Sebelum mengikuti acara tertentu, Anda bisa membuat semacam kode dengan teman untuk datang menyelamatkan Anda dari percakapan yang tidak diinginkan.

Ambil makanan atau minuman

Anda bisa menawarkan lawan bicara makanan atau minuman. Kemungkinan besar mereka akan menolak, jadi Anda tak perlu kembali lagi untuk bercakap-cakap.

Menurut Jodi Glickman, penulis Great on the Job: What to Say, How to Say It. The Secrets of Getting Ahead, interupsi spontan bisa jadi alibi Anda. Hal itu juga bisa jadi alasan yang sopan.

Ada beberapa hal yang bisa masuk kategori ini. Misalnya, Anda bisa melihat jam lalu bilang, “Wah ternyata sudah jam 8. Saya harus pergi.”

Anda juga bisa melihat ponsel dan bilang kalau Anda harus menelepon seseorang. Atau, beri lawan bicara kartu nama Anda dan bilang bahwa Anda harus beranjak.

Belum menemukan alasan yang pas? The Muse menulis 21 alasan yang bisa Anda gunakan untuk undur diri dari sebuah percakapan. Ada yang bisa Anda gunakan dalam pembicaraan lewat telepon, pada acara networking, situasi tertentu di kantor, di akhir rapat, dan saat melakukan video call.

Kali lain berada dalam situasi serupa, Anda sudah tahu cara mengakhirinya dan menghemat waktu.

Source : beritagar.id

Previous articleMengapa Anda sulit mengingat
Next articleMengapa Kita perlu mengunyah lebih lama

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.