Home Lifestyle Bahaya di Balik Makanan Gosong

Bahaya di Balik Makanan Gosong

457
0

Roti bakar memang paling renyah dalam kondisi agak gosong. Namun tanpa Anda sadar, kenikmatan itu justru dapat memicu bahaya kesehatan.

Belum lama ini Food Standards Agency (FSA) di Inggris, mengkampanyekan program “Go for Gold”. Pada dasarnya, kampanye ini bertujuan mengingatkan orang tentang risiko kanker akibat makan roti gosong, kentang, serta makanan bertepung yang dimasak pada suhu tinggi sehingga terlalu matang atau gosong.

Namun peringatan mendesak ini justru memicu kekhawatiran banyak orang. Apalagi tak adanya bukti yang valid, semakin memicu pro kontra dari para ahli. Terlepas dari itu semua, benarkah roti bakar–dan makanan lain yang gosong atau terlalu matang–benar dapat memicu kanker?

Hubungan kanker dan makanan gosong

Studi lama tahun 2002 pada tikus, menemukan bahwa makanan gosong atau terlalu matang ternyata bisa menghasilkan senyawa kimia pemicu kanker yang disebut akrilamida. Akrilamida terbentuk dari gula sederhana seperti glukosa, yang ketika dipanaskan pada suhu 120 derajat Celcius, akan bereaksi dengan asam amino alami dalam makanan bertepung yang disebut asparagin.

Selain itu, pada 2005 Joint FAO/WHO Expert Committe on Food Additivies (JECFA) mengumumkan bahwa paparan akrilamida dalam jangka waktu lama–dalam percobaan terhadap tikus–menunjukkan gejala genotoksik–memengaruhi gen–dan karsinogenik–dapat memicu kanker.

Jadi, jika Anda makan makanan yang digoreng, dibakar, dan dipanggang terlalu lama atau panas hingga tampak kehitaman, kemungkinan ada banyak pula akrilamida yang masuk ke dalam tubuh. Sebab, Semakin tinggi suhu, dan lama waktu pemanasan, akan semakin tinggi tingkat akrilamida. Inilah yang diduga meningkatkan risiko kanker.

Risiko kanker akibat akrilamida pada makanan

Sejauh ini, studi hanya berbatas dugaan dan kemungkinan. Risiko kanker belum terbukti, karena tidak pernah diujikan langsung terhadap manusia. Namun, karena sifatnya karsinogenik pada hewan, efek samping yang sama boleh jadi akan dialami manusia. Begitu kata Donald Mottram, profesor emeritus kimia makanan di University of Reading di Inggris, pada CNN.

David Spiegelhalter, profesor pemahaman publik risiko di Cambridge University, tak sependapat. Ia mengatakan tidak yakin dengan adanya kemungkinan keterkaitan studi hewan pada manusia. Apalagi jika makanan gosong dikatakan berisiko kanker.

“Bahkan orang dewasa dengan konsumsi tertinggi akrilamida perlu mengonsumsi 160 kali lebih banyak (makanan gosong) untuk mencapai level yang mungkin menyebabkan peningkatan tumor pada tikus,” ujarnya. Dengan kata lain, studi pada tikus tidak cukup kuat untuk membuktikan bahwa roti bakar gosong bisa memicu kanker pada manusia.

Kali ini sejalan dengan Spiegelhalter, Mottram menekankan, yang penting bukan seberapa besar risikonya, tapi meminimalkan risiko. Karena benar tidaknya efek kanker akrilamida pada manusia, hanyalah bergantung pada seberapa besar paparannya.

Karena itulah, Steve Wearne, direktur kebijakan di FSA, dikutip Independent menegaskan, “Kami tidak mengatakan orang-orang perlu khawatir tentang apa yang kadang-kadang dimakan. Ini soal mengelola risiko seumur hidup.”

Dengan kata lain, segala hal yang bisa Anda lakukan untuk mengurangi risiko kanker–dengan kesadaran–akan memperbesar peluang hidup dengan sehat. Wearne memberi contoh, ketika orang menyukai kentang panggang renyah, mungkin mereka akan berpikir dua kali sebelum mengonsumsinya terlalu sering.

Untuk mengurangi risiko akrilamida, Kompas melansir, Anda bisa mulai dengan mengurangi konsumsi makanan yang digoreng, dibakar, dan dipanggang. Akrilamida tidak ditemukan pada makanan yang dikukus atau direbus, karena suhu pengolahannya berkisar 1.000 derajat Celsius.

Sementara itu, FSA dan para ahli menyarankan beberapa hal berikut untuk mengurangi risiko terpapar akrilamida:

  • Hanya memasak hingga warnanya kekuningan atau keemasan.
  • Ikuti petunjuk memasak pada makanan kemasan untuk menghindari kelamaan masak.
  • Makan diet sehat dan seimbang.
  • Hindari menyimpan kentang di kulkas sebelum dimasak, karena dapat meningkatkan kadar akrilamida. Sebaliknya, cukup simpan di tempat dingin (suhu ruang) dan gelap.
  • Mengurangi makanan berkalori tinggi seperti keripik dan biskuit yang merupakan sumber utama akrilamida.
  • Merebus atau mengukus makanan disarankan.

Selain itu, Menurut Emma Shields, petugas informasi kesehatan di Cancer Research UK, sangat penting untuk memulai pencegahan dengan memperbaiki gaya hidup buruk yang terbukti berisiko kanker. Antara lain dengan mengurangi asupan alkohol dan menjaga berat badan sehat.

Source : beritagar.id

Previous articleMengapa tak perlu ragu bekerja di perusahaan kecil
Next articleKritis dan Objektif Menyikapi Serbuan Informasi

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.