Home News Rp 800 Juta untuk Tangkal Inflasi

Rp 800 Juta untuk Tangkal Inflasi

648
0

SEKOLAH PEDULI INFLASI 2017 DIGELAR LAGI

Oleh : Harry F. Darmawan/GoDiscover

TAHUN lalu, dengan menggandeng 30 sekolah tingkat SMA/SMK di Kota Balikpapan, Bank Indonesia Kantor Perwakilan (KPw) Balikpapan sukses menggelar program Sekolah Peduli Inflasi (SPI). Sejak Maret hingga Oktober 2016 silam, program ini berhasil mengembangkan 26.099 polybag bibit cabe dari 30 ribu polybag yang dibagikan, dengan total hasil panen mencapai 520,75 kg.

Sukses itu kini diteruskan lewat program yang sama, serta menggandeng sekolah sampai ke Kabupaten Penajam Paser Utara. Seremoni kick off sendiri digelar Sabtu (19/3) pagi di Kantor Perwakilan Bank Indonesia Balikpapan.

Kepala Perwakilan BI Balikpapan Suharman Tabrani menuturkan, tahun ini SPI tetap dengan membagikan bantuan berupa sarana produksi, pelatihan budidaya cabai, pelatihan kewirausahaan dan pendampingan budidaya cabai. “Namun tahun ini, jangkauannya lebih luas”, ujarnya.

Pada 2016 lalu hanya SMA/SMK/MA di Balikpapan, tahun ini targetnya ditambah dengan 20 SMP dan 5 Pondok Pesantren di Balikpapan serta 5 SMA/SMK di Penajam Paser Utara. “Jadi sekarang ada 60 sekolah yang terlibat,” sebut Suharman.

Tak hanya itu, jajaran Kodim 0905/Balikpapan dan Pangkalan TNI AL juga akan terlibat pada program ini. Masing-masing akan menerima bantuan berupa 11 ribu bibit cabai. “Ada juga pelatihan kewirausahaan berupa pengenalan aplikasi pembukuan usaha berbasis Android bernama SIAPIK (Sistem Administrasi Pencatatan Keuangan),” sambungnya.

Diketahui, sejak 2012 lalu, BI telah melakukan program yang serupa untuk ibu rumah tangga yang dikenal dengan Gerakan Masyarakat Menanam Cabai. Pada 2015, targetnya diperluas ke sekolah-sekolah dengan harapan siswa sekolah dapat menjadi agen perubahan dan menularkan habitnya kepada lingkungan sekitarnya.

Dengan aksi nyata dan kampanye peduli inflasi ini, Suharman berharap masyarakat tergerak untuk ikut menanam cabai di pekarangan rumahnya. “Sehingga tercipta kemandirian pangan di level rumah tangga dan sekolah,” tambahnya.

Andi Palupi selaku Ketua Pelaksana Program ini memaparkan, Bank Indonesia tahun ini menganggarkan dana bantuan untuk SPI ini sebesar Rp 840 juta. Dana tersebut difungsikan untuk pembelian bantuan sarana produksi, pelatihan budidaya cabai, pelatihan kewirausahaan dan pendampingan intensif kepada sekolah-sekolah.

Akan ada 5 Pendamping Penyuluh Lapangan (PPL) dan mantan petani hasil binaan BI di Balikpapan dan 3 PPL dari Penajam Paser Utara yang ditunjuk Dinas Pertanian PPU untuk mendampingi sekolah-sekolah intensif selama dua bulan.

“Kami menargetkan akan mengadakan sosialisasi kepedulian di sekolah minimal satu kali dan penanaman bibit cabai minimal 800 bibit per sekolah dan panen sebanyak 15 kg per sekolah,” pungkasnya. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.